Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 19


__ADS_3

“ Ternyata kamu disini....” Ardan menepuk pundak Al dengan nafas yang tak beraturan karena baru selesai jogging.


“iya bang...” Al mengangguk dan beralih menatap danau lagi.


Seminggu setelah study tour Aldi pergi ke london , karena sang kakak membutuhkan bantuannya untuk mengurus beberapa hal di perusahaan cabang milik sang Ayah.


"Udah laper... pulang yuk..." ucap ardan mengelus-elus perutnya.


"iya bang... aku juga laper..." sahut Al dan merekapun tertawa bersama.


~INDONESIA~


Suara sorakan dan tepuk tangan pengunjung yang menandakan kalau mereka sangat terhibur. Melihat reaksi pengunjung yang terlihat sangat puas dengan penampilannya di panggung , membuat senyum dita merekah , ia merasa sangat senang karena bisa membuat para pengunjung terhibur dengan suaranya.


"Dita..."


Seseorang memanggil dita ketika dita baru saja turun dari panggung.


"Ehh...kak rendi..." dita berjalan mendekat ke tempat rendi duduk.


"Jadi yang belakangan ini nyanyi disini itu kamu dit...??" Tanya rendi.


"iya kak..." dita tersenyum kaku.


"Pantesan aja gua kayak kenal... eh ternyata kamu... Baru kali ini kamu gak pake keca mata dan topi... cobak kalau hari-hari sebelumnya... kaca mata sama topi kamu pasti gak ketinggalan tuh... makanya aku gak bisa ngenalin kamu..." Ucap rendi panjang lebar.


"Halahhh...Lebayy..." sahut vano yang duduk di depan rendi.


"Diem Lu..." Rendi menendang kaki kursi yang diduduki vano.


"iya kak... soalnya aku kurang PD kalau nyanyi di depan orang banyak..." Lanjut dita setelah vano dan rendi terdiam.


"Ohh... jadi gitu... tapi sekarang udah PD kan..." Rendi menaik turunkan alisnya.


"mm..." Dita menganggukkan kepala.


"Udah dulu ya kak.. aku mau beres-beres dulu..." Pamit dita.


"Kamu mau pulang??" Tanya rendi.


"iya kak..." jawab dita.


"Kalau gitu nanti bareng kami aja..." Tawar rendi.


"Gak usah kak...makasih..." Tolak dita.


"Lohh... kenapa... kan biar sekalian..." Ucap rendi.


"nggak kak... nanti udah ada temen aku yang jemput..." jelas dita.


" Ohhh.... yaudah deh kalau gitu..." Rendi tersenyum.

__ADS_1


____


Setelah istirahat sebentar , dita pun memutuskan untuk pulang. Dita pun keluar dari cafe dan berdiri di pinggir jalan untuk menunggu angkot .


Tak berapa lama dita menunggu , angkot pun datang.


"Lahh...itu yang naik angkot dita kann... katanya di jemput temen...ehh...ini malah naik angkot..." Ucap rendi yang baru mengeluarkan mobilnya dari parkiran bersama vano.


"Mungkin tu supir angkot temennya dia kali'..." Sahut vano yang duduk disamping rendi.


"elu...bisa aja van..." Ucap rendi yang tetap fokus menatap jalanan.


\=\=\=\=\=\=\=* * *\=\=\=\=\=\=\=


Pagi yang cerah,, dita yang sudah rapih,,baru saja keluar dari kamarnya sambil bersenandung . Pagi ini ia sangat bersemangat untuk memulai harinya.


"Pagi... Mah..." Dita menyusul fina di meja makan.


" Pagi sayang..." Balas fina.


"Papah udah berangkat mah??" Tanya Dita yang sudah tak melihat hendry di meja makan.


"Udah... paling baru lima menit'an yang lalu..." Jawab fina.


"ooh... kalau gitu aku berangkat dulu ya mah..." pamit dita.


"Kamu kan belum sarapan...ayo sekarang kamu makan dulu ya..." Fina menarik tangan dita untuk duduk.


"Dita..." Panggil fina dan dita pun berbalik . "ini kamu bawa..." fina memberikan bekal berisikan roti yang sudah di oleskan selai.


"Makasih mah... Aku pergi dulu..." Dita pun kembali berjalan keluar setelah menyalami tangan mamahnya.


"Dita..."Panggil fina lagi. "Kamu mau naik apa...Supir kita kan lagi cuti..??." Tanya fina yang baru Teringat supir mereka sedang tidak masuk kerja.


" Mamah tenang aja... tadi aku udah minjem motornya Mang Karto....Tu motornya udah di depan..." Dita menunjuk halaman yang sudah terparkir sebuah motor, milik Karto satpam rumah mereka.


"Kamu yakin mau bawa motor... semenjak kejadian itu kamu kan gak pernah bawa motor lagi sayang..." ucap fina tak yakin, mengingat dita pernah jatuh dari motor sampai mengharuskan dirawat dirumah sakit selama 3 hari lebih.


"Yakinn kok mah..." yakin dita.


"Yaudah...kamu hati-hati... jangan kebut-kebutan lagi bawa motor..." fina memperingati dita.


"Oke mah..." ucap dita.


Setelah meyakinkan mamahnya , dita pun berangkat ke kampus dengan mengendarai motor kesayangan mang Karto.


Diperjalanan dita sangat menikmati perjalanannya menaiki motor , ia sangat rindu akan suasana membawa motor. Sudah 2 tahunan lebih ia tidak pernah membawa motor , sejak kejadian ia kecelakaan ia tidak di izinkan sang ayah untuk membawa motor lagi.


Setelah beberapa menit terlewati , dita pun sampai di kampusnya . Dita pun memarkirkan motornya, dan setelah itu dita pun berjalan ke gedung jurusannya.


Karna terlalu semangatnya dita , sampai ia tak menyadari ada sebuah mobil yang berbelok ke parkiran.

__ADS_1


"Tinn...Tinn...." Suara klakson mobil mengagetkan dita.


"Heii... kamu gak liat mobil gua mau lewat...Awass Minggirr..." Omel vano yang keluar dari mobilnya.


"Santayy... aja dong ngomongnya..." Ucap dita dan ia pun minggir.


"Dasar cewek anehh..." Lirih vano setelah kembali masuk ke dalam mobilnya.


Setelah dita minggir , vano pun kembali menjalankan mobilnya.


_____


"wihh... tumben Lo cepet dit..." ucap vani yang melihat dita datang lebih cepat dari biasanya.


" iya gue tadi bawa motor..." jawab dita.


"Whatt...Bawa motor...??¿ emang Lo udah di izinin bokap lo...?¿" Tanya vani tak percaya.


"udah dong... tadi malem gue mohon sama papah biar gue di izinin...Syaratnya...gue gak di bolehin ngebut-ngebut..." dita memanyunkan bibirnya.


"Ya...lagian lo...suka banget kebut-kebutan kalau bawa motor...emang lo gak takut jatoh lagi..." ucap vani.


"Enggakk..." Dita menunjukkan senyum termanisnya.


"Dasar lu... heran gue liat lo gak ada takut-takunya..." vani memutar bola mata malas.


* *


Mata kuliah pun selesai dita dan vani pun berjalan bersama ke parkiran untuk mengambil kendaraan mereka.


"Yakin lo tadi bawa motor ini...?" Tanya vani tak yakin.


"Yakin lahh..." Jawab dita.


"Antik bener ni motor..." Ucap vani.


"iya... mang Karto sayang banget sama ni motor... katanya sih motor ini banyak kenangan dia sama istrinya... makanya dia gak mau ganti-ganti motor..." jelas dita pada vani.


"owhh...jadi gitu..." vani mengangguk-anggukkan kepala.


Setelah beberapa saat vani dan dita pun pergi meninggalkan kampus dan pulang ke rumah mereka masing-masing.


Seperti biasa,, setelah selesai dari kampus dita tak langsung pulang kerumah , ia terlebih dulu mampir ke basecamp White Tiger untuk terus berlatih seni bela diri.


" Jadi itu motor butut punya tu cewek..'' ucap vano ketika melihat dita tepat berhenti di samping mobilnya saat lampu merah.


Lampu hijau pun menyala... dita langsung menancapkan gas nya mendahului mobil vano.


"Berani ngebut juga tu cewek..." Vano menyunggingkan bibirnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2