
*
Di Perjalanan menuju perpustakaan dita berjalan sambil melamunkan hal yang baru saja ia lihat .
" Ternyata dia udah balik lagi ke Indonesia.?..Kapan dia balik? dan siapa wanita tadi?kenapa kelihatannya mereka dekat sekali??" Gumamnya dalam hati , dan masih banyak lagi pertanyaan-Pertanyaan yang berlarian di fikiran nya .
" Hahh,,,Sudahlah,,,ngapain gue jadi mikirin dia sih,," Ucap dita menggelengkan kepalanya mengusir hal-hal yang ia pikirkan .
Sesampainya dita di perpustakaan , dita pun langsung mencari keberadaan vano . Tak memerlukan waktu yang lama dita menemukan keberadaan vano , karena cuma vano laki-laki yang berada di perpustakaan pada saat itu .
" Permisi kak,,Kak vano ya??" Tanya dita.
" Hmm,,," Jawab vano hanya dengan dehemman.
" Sombong banget sihh,,,ni orang,, di sapa bukannya Noleh , Ni Noleh aja enggak.." Omel dita dalam hati yang berdiri di belakang vano .
" mm,,kak boleh gak saya minta tanda tangan kakak ? " Tanya dita lagi .
" Tanda tangan saya??" Jawab vano yang masih saja menatap ke luar jendela .
" iya kak,,,Boleh nggak??" Tanya dita lagi yang mulai ragu .
Lalu vano pun menoleh ke belakang dan pandangan mereka pun bertemu .
" Elo,,,lagi,,," Ucap mereka barengan.
" Kalau gitu gue gak jadi deh minta tanda tangannya,,," Ucap dita lagi sambil berjalan pergi meninggalkan vano .
__ADS_1
" Hedehhh,,,,Kenapa sih haruss dia lagi" Gumam dita dalam hati.
Namun langkahnya terhenti ketika vano berbicara lagi.
" Lo yakin,,gak mau tanda tangan gue??" Tanya Vano .
" Yakinnn,,,," Jawab dita sambil menoleh kebelakang sebentar dan melanjutkan langkanya keluar perpus.
Dan Pada saat tepat di depan pintu perpus ia teringat,, kepada siapa lagi ia meminta tanda tangan kalau bukan dengan vano . Tidak mungkin dia meminta tanda tangan kepada Kelvin kann...
Dita pun kembali ke dalam perpus untuk menghampiri vano lagi .
" mau ngapain lagi Lo balik ??" Tanya vano yang melihat dita menghampirinya lagi.
" Mau minta tanda tangan.." Jawab dita sambil menunjukkan senyuman termanisnya..
" Kalau gue gak butuh tanda tangan Lo , gue jugak males senyum sama Lo " Sunggut dita dalam hati.
" Cuma satu aja kok kak...gak usah banyak-banyak ." Ucap dita memasang wajah memelas.
" Oke,,,Gue kasih tapi ada syaratnya. " Kata vano .
" Syaratnya apa kak??" Tanya Dita.
" Emang Lo mau?!" Tanya Vano balik .
" Mau,Kalau itu gak membahayakan hidupku" Jawab Dita meyakinnya walaupun dia agak sedikit Ragu .
__ADS_1
" Oke,,,Sekarang Lo ikut gue " Vano pun berjalan mendahului dita sambil tersenyum Devils .
Sesampainya mereka di kantin . Vano memanggil semua orang yang ada di situ untuk berkumpul .
" kak vano,,,mau ngapain??". Tanya dita yang mulai bingung .
" Cobak sekarang Lo Nyanyi potong bebek Angsa ,,Truss suara Lo yang kuat dan jangan lupa buat gerakannya juga ya..." Perintah Vano .
" Apa....yang bener aja saya di suruh nyanyi potong bebek Angsa . " Ucap Dita yang tak terima .
" Cepet lakuin,,,atau gue gk akan kasih tanda tangan gue " Ancam Vano .
" Oke,,, Awas ya kalau Kak vano Bohong..." Ucap Dita.
Dita pun terpaksa bernyanyi dengan Gerakannya juga dan suara yang lantang . Untung saja Pada saat itu keadaan kantin tidak begitu ramai .
Tak lama pun dita sudah selesai menyanyikannya . semua orang tepuk tangan sambil menertawakannya .
Setelah itu Dita pun Menagih tanda tangan yang dijanjikan vano .
" Ternyata Lo punya nyali juga ya.." Ucap vano dengan Tawa Kemenangannya .
" Cepetan Nih.." Ucap Dita menyerahkan selembar kertas yang berisikan Gambarannya.
Setelah vano memberikan tanda tangannya , Dita pun langsung pergi meninggalkan kantin .
.Bersambung
__ADS_1