Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 26


__ADS_3

Hari-hari berlalu


Di Hari Minggu yang cerah dita dan vani di sibukkan dengan kegiatan masing-masing. Dita yang setiap hari minggunya mengisi Acara di cafe tantenya dan vani yang jam sudah menunjukkan pukul 09:00 masih betah diatas tempat tidurnya dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya.


“ Woii bangun...” Ucap seseorang yang mengusik tidur nyenyak vani.


“ Hemmm ...” Dehem vani.


" Kak vani bangun... Udah siang...” Teriak Miranda sang adik menggoyang-goyangkan tubuh vani.


“Apaan sih...” Vani membuka selimutnya.


“Anterin aku ke rumah temen aku ya kak... Pliss” ucap miranda.


“Kakak lagi males keluar... Kalau kamu mau keluar bawa aja motor kakak. Tuh kuncinya diatas meja.” Vani menunjuk meja dan kembali tidur.


“ihh Kakak... Kakak kan tau kalau aku gak bisa bawa motor...” Miranda menarik-narik selimut yang dipakai vani.


“Ya udah kalau gitu kamu naik taxi aja.” Sahut vani.


“Kakak ngeselin banget sih...” Miranda keluar dari kamar vani dan menutup kencang pintu kamar vani.


“Shh... Kurang asem tu anak,,ganggu ketenangan aja.” Vani kembali menutup tubuhnya dengan selimut.


5 Menit Kemudian................


“Chagia Chagiaa Saranghae... Chagia Chagiaa Saranghae...” Suara ponsel vani berbunyi dengan nada dering suara oppa oppa korea.


“Hallo...” Ucap vani dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Hallo... Vani ini saya Rendi." Ucap Rendi.


"Kak Rendi Temennya kak vano??¿" Tanya vani kurang yakin.


"iya saya rendi temennya Vano." Jawab Rendi.


"Oh ada apa ya kak ren?" Tanya Vani lagi dengan nada suara dibuat setenang mungkin padahal jantungnya sudah jedagJedugg Tak Menentu.


"Hari ini kamu sibuk gak?" Tanya rendi.


"Enggak Kak.. Hari ini aku gak sibuk. Memang nya kenapa ya kak?" Jawab vani balik bertanya lagi.


"Saya mau ngajakin kamu makan siang bareng. Kamu bisa gak?" ucap Rendi.

__ADS_1


"Bisa kak bisa..." Jawab vani dengan cepat.


"OK... jam 12.00 Kita ketemu di Resto ARRAN ya" Rendi.


"iya kak.." sahut vani.


Sambungan Telpon pun berakhir.


"Yeyy...." Vani melompat-lompat diatas kasur.


Dengan semangat empat lima , vani pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Karena terlalu semangatnya vani tak melihat botol cairan pembersih lantai tergeletak di depan pintu kamar mandi.


''Aww'' Ringiss vani karena terpeleset.


''Ini siapa sih yang naruh botol disini'' Melempar botol ke sembarang arah dan kembali mengelus bok*ngnya yang sakit.


Jam 11.20


Vani pun sudah tampil rapih dan cantik. Vani pun keluar dari kamarnya.


"Mir... kamu jadi gak ke rumah temen kamu?'' Tanya vani yang melewati Miranda yang sedang duduk di sofa Ruang keluarga sambil sibuk memainkan ponselnya.


''Benerran nihh... Soalnya kakak juga mau keluar'' Ucap vani lagi.


Miranda pun hanya diam.


''Ya sudah kalau gak mau... Bye..'' Vani pun melenggang pergi.


Setelah beberapa saat.....


''Tunggu.... Aku ikuttt....'' Teriak Miranda mengejar vani yang sudah masuk kedalam mobilnya.


''Katanya tadi udah gak mood...'' Ucap vani pada miranda yang baru memasuki mobilnya.


''Sekarang udah mood.'' sahut Miranda.


Vani pun melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah.


''Emang rumah temen kamu dimana.'' Tanya vani.


''Ddiiiiiiii Jonggooollll'' Jawab Miranda tertawa.

__ADS_1


'' Ehh kamprett gue nanyak serius... Gue turunin disini aja deh Lu...'' vani menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


'' eh jangan dong kakak ku Sayang... yang paling cantik pacarnya Jungkook...'' Rayu Miranda sambil memegangi lengan kakaknya.


''Ya Makanya rumah temen kamu dimana adik ku sayang...yang paling nyebelinn'' Vani mencubit kedua pipi mira.


''Hehe emang kakak mau kemana?'' Tanya Mira.


''Kakak mau ke ARRAN Resto'' Jawab vani sambil menjalankan mobilnya lagi.


'' Oh kalau gitu turunin aku di depan mini market yang ada di belakang resto ARRAN aja..'' Ucap Miranda Yang kebetulan rumah teman nya tak jauh dari resto Arran.


''kakak ngapain ke resto Arran??'' Tanya Miranda.


''Ngemiss....'' Ketus Vani.


'' Ya makan lah jadi mau ngapain lagi kesana kalau gak makan..'' Lanjut vani dengan nada kesalnya. Vani kesal dengan pertanyaan nyeleneh sang adik.


''Sama siapa Hayoo... sama gebetan eluu ya...'' Tanya Mira lagi penasaran karena ia tau gak mungkin kakaknya itu pergi dengan kedua sahabatnya.


''Terserah gue mau sama siapa... Kepo lu..'' Jawab vani kembali fokus menatap jalanan yang ramai dipenuhi kendaraan.


Begitulah setiap harinya mereka. Ada kalanya mereka sangat akur dan kadang kalanya mereka bertengkar hanya karena hal sepele.


Memang terkadang menghadapi tingkah adiknya yang jahil itu selalu membuat emosinya naik turun. Namun yang selalu membuatnya lupa dengan hal yang membuatnya emosi yaitu adiknya itu selalu membelikan makanan kesukaannya yang ada dipinggir jalan di depan komplek rumahnya demi merayunya agar tak marah lagi.


Miranda yang kini sudah kelas tiga SMP itu Sangat senang menjahili sang kakak. jika kakaknya dirumah Ia Lebih Senang menghabiskan waktu bersama sang kakak dari pada keluar dengan teman-teman yang lain.


* *


''Tante dita pulang dulu ya...'' Pamit dita setelah selesai bernyanyi dan makan siang.


Setiap hari minggu jadwal manggung dita untuk pagi 09.30-11.00 dan untuk sore 16.00-18.00. Jadi setiap selesai manggung pagi biasanya dita menyempatkan untuk pergi ke markas White Tiger.


Dita pun pergi mengendarai motor pemberian rey. Dengan mengenakan Hoodie hitam dan helm hitam semua yang ia kenakan serba hitam kecuali sepatunya yang berwarna putih.


''Ada apa lagi tuh...'' Ucap dita yang dari jauh melihat beberapa orang sedang berkelahi.


Bersambung


Hai readers... Terimakasih Udah mau baca 'Pertemuan Yang Tak Terduga' Dan terimakasih juga untuk kalian yang udah kasih komentar positif di novel ini .


Komentar kalian Jadi Penyemangat untuk Author.

__ADS_1


Terimakasih I Love You All readers❤😘🥰


__ADS_2