
Rendi tak tau jika tambah ia tersenyum seperti itu semakin membuat Hati Vani hampir copot dari tempatnya karena terlalu cepatnya berdetak jika terus bersama rendi.
"Sepertinya aku harus memeriksakan jantung ku ke dokter." Batin Vani memegang dadanya.
"Van... Vani... Kamu gk kenapa napa kan" Rendi Menepuk pelan pundak Vani menyadarkan Vani dari lamunannya yang melamun sambil memegangi dadanya.
"Eh aku gak kenapa napa kok kak. " Vani menggeleng cepat.
Hari semakin sore.. Setelah selesai Berbincang-bincang , Rendi dan Vani pulang Kerumah mereka masing-masing.
Sesampainya di rumah Vani langsung memasuki kamarnya.
" Aku gak mimpi kan.. " Vani menepuk-nepuk dan mencubit pipinya.
"Aww sshh... Ternyata aku gak mimpi. " Ringis Vani merasakan sakit di pipinya.
Vani berbaring di kasurnya sambil membayangkan dirinya dan Rendi yang akan bertunangan besok.
Vani tersenyum senyum sendiri membayangkan betapa bahagianya ia karena Rendi memakaikan cincin di jarinya.
"Derrrr.... " Mira adik Vani mengagetkan.
"Aaaa" Triak Vani.
"Kurang asem kau ya... Masuk bukannya ketuk pintu dulu malah ngagetin. " Vani memukul pundak adiknya.
" Tadi aku udah ketuk... tapi kakak aja yang gak denger ya udah aku masuk aja. Eh pas masuk yang ku lihat orangnya malah senyum-senyum sendiri. " Sahut Mira.
"Emang napa kakak senyum-senyum gitu. Udah kayak orang kerasukan. " Ucap mira lagi.
"Kepo banget lu. Suka-suka aku lah. " Vani kembali tersenyum mengingat apa yang baru ia bayangkan.
\=\*\=\*\=\*\=\*\=\*\=\*\=
Hari yang di tunggu vani pun tiba. Pagi ini ia lebih cepat bangun dari biasanya selama ia libur. Bahkan tadi malam ia susah untuk tidur karena tak sabar untuk menunggu hari ini.
Vani masih sibuk memilih baju yang cocok untuk ia pakai di acara pertunangan.
Semua dress yang ada di lemari ia keluarkan. Alhasil semua berserakan dia atas tempat tidurnya.
Dan pada akhirnya pilihannya jatuh pada dress berwarna putih.
__ADS_1
Vani pun memakainya dan memoles sedikit wajahnya.
Setelah selesai Vani menatap pantulan dirinya di kaca. Vani merasa puas dengan hasil make up nya.
Sambil menunggu Rendi datang menjemput, Vani tak lupa untuk berswafoto terlebih dahulu.
Masih asik ber swafoto tiba-tiba ponsel Vani berdering.
"Kak Rendi" Lirih Vani membaca nama yang tertera.
"Hallo kak"
๐ฑ Saya sudah ada di depan rumah kamu.
"Oh iya kak bentar. "
Sambungan pun diputus.
Vani langsung terburu-buru keluar, tak mau jika Rendi menunggu lama.
"Wihh... udah cantik mau kemana nih? " tanya mira yang duduk di ruang keluarga melihat kakaknya keluar dari kamar sangat terburu-buru membuat ia penasaran kemana kakaknya hendak pergi dengan penampilan yang sangat berbeda dari hari-harinya.
Mira sangat penasaran ia pun mengintip dari jendela. Penasaran dengan siapa kakaknya pergi.
" Ohhh... Jadi itu pacarnya kak Vani.." Monolog mira.
~
Sampai di halaman rumah, Vani melihat Rendi sudah menunggunya yang kini berdiri bersandar di depan mobilnya dengan ponsel di genggamannya.
Seperti biasa Rendi tetap terlihat tampan dan kali ini Rendi mengenakan stelan jaz, hingga membuat Vani susah untuk berpaling dari pandangannya.
"Kak ren. " Panggil Vani sambil membuka gerbang.
Rendi pun langsung memalingkan wajahnya dari layar ponselnya dan melihat Vani yang memanggilnya.
Melihat Vani berpenampilan berbeda dari biasanya membuat mata Rendi tak berkedip.
"Kak... " Panggil Vani lagi ketika sudah tepat di hadapan Rendi.
__ADS_1
" Van... " Rendi tersenyum.
"Yuk kita jalan. " Rendi masuk kedalam mobil disusul dengan Vani.
Selama perjalanan Mereka masih saling terdiam.
Vani yang biasanya banyak omong, hari ini terlihat agak sedikit kalem dan anggun.
"Van maaf ya kalau merepotkan. " Ucap Rendi membuka obrolan.
"Gak Apa-apa kok kak... Selagi aku masih bisa akan aku bantu. " jawab Vani
"Kamu sudah dua kali membantu kakak... kalau kamu perlu bantuan juga jangan sungkan bilang ke kakak. " Tambah Rendi.
"Aku baru dua kali... kalau kakak ntah sudah berapa kali menolong aku." Batin Vani mengingat hal-hal yang sudah berlalu.
"Aku juga seneng kak...aku masih bisa berguna bagi orang sekitarku. " sahut Vani.
Tak terasa waktu perjalanan, mereka pun sampai di depan rumah tante Rendi.
Sesampainya disana Rendi dan Vani pun masuk ke rumah yang kini sudah dipenuhi oleh kerabat-kerabat dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan.
Didalam Rendi mencari keberadaan mama dan papanya. Setelah menemukan dimana keberadaan orang tuanya, Rendi langsung menghampiri papa dan mama nya.
"Mah... Pah... " Panggil Rendi.
"Nak... baru nyampe kamu? " Tanya Wisnu sang papa.
"iya pah. " Jawab Rendi.
" Nak kamu bawa siapa ini? " Tanya risma mendekat ke arah Vani.
"Pacar kamu nak? " Tambah Wisnu lagi.
"Buk.... " ucap Vani menggantung.
"Iya mah pah... " Rendi langsung memotong perkataan Vani.
Vani yang mendengar perkataan Rendi barusan sontak membulatkan matanya.
Apakah dia salah dengar atau gimana?
__ADS_1
Bersambung