
Tak berselang lama setelah pembicaraan mereka, kini orang yang mereka tunggu-tunggu pun datang ke dalam bar.
"Nah itu dit panjang umur orang nya udah dateng. " Jacky memberi kode pada Dita.
Jacky dan Dita pun beranjak dari duduknya untuk mengikuti orang yang mereka incar.
Mereka mengikuti sampai di lantai tiga tempat khusus untuk para tamu-tamu VIP.
Mikel yang diduga sebagai bos pengedar barang-barang terlarang itupun masuk ke dalam sebuah ruangan khusus di ikuti oleh tiga orang anak buahnya dan dua orang yang menjaga di depan pintu.
"Bang Jack gimana ini? Bosnya masuk kedalam ruangan. " Bisik dita.
" Tenang aja gua punya ide. " Sahut jacky.
Jacky yang tak kehabisan akal mengeluarkan obat bius dan sapu tangan dari dalam tas kecilnya.
"Dit lo bisa acting gak? " Tanya jacky pada dita.
"Kalau bisa emang mau ngapain? " Tanya balik dita.
" Bisa gak lo ngalihin satu orang penjaga itu biar dia pergi dari depan pintu? " Bisik Jacky lagi.
"Caranya? " Dita masih bingung.
"Ya katanya lo bisa acting. Jadi terserah elo mau acting apa aja yang penting satu orang penjaga pergi dari depan pintu. " ucap Jacky.
"Hmm ya udah deh... Bismillah gue coba dulu. " Dita pun pergi meninggalkan jacky di balik tembok dan menghampiri kedua orang yang menjaga pintu depan ruangan.
Dita berjalan dengan sempyongan seperti orang mabuk di depan kedua orang penjaga itu.
Akhhh....
Dita menjatuhkan dirinya tepat di depan kedua penjaga itu.
__ADS_1
Salah satu penjaga itu menghampiri Dita.
"Heii nona kalau jalan itu yang bener dong jangan sampai jatuh." ucap lelaki itu berjongkok di samping Dita.
"Huekkk... Mas toiletnya dimana yah? " Tanya Dita dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Kau ini jorok sekali. Sana disana toiletnya di sana." Lelaki itu menunjuk Ruangan paling ujung.
"Oh... Terima kasih.." Dita mencoba berdiri.
Awww
Lagi lagi Dita terjatuh seolah tak kuat untuk berjalan lagi.
"Mass boleh minta tolong anterin aku ke toilet gak? " ucap Dita tersendat-sendat seperti menahan muntah.
Lelaki yang masih berjongkok di samping Dita menghampiri temannya yang masih setia berdiri di depan pintu.
"Ya sudah sana lumayan tu cewek cantik.. sikat aja trus. " Sahut temannya.
"Kalau gitu gua pergi bentar... gak lama kok. Kalau bos nyariin bilang aja gua lagi di toilet. " ucap lelaki itu.
"oke"
Dita yang sedikit samar-samar mendengar perkataan kedua penjaga itu pun membuat Dita agak sedikit takut dan ragu dengan Acting nya sendiri.
"Hei nona ayo saya antar ke toilet. " Lelaki itu menarik lengan Dita agar berdiri dengan benar.
"Ayo." Dita pun berjalan sempoyongan dan lengannya yang masih di pegangi oleh lelaki itu.
"Kesempatan dalam kesempitan banget ni bandit satu. " Dita membatin.
Tak butuh waktu lama Dita pun masuk kedalam toilet yang di dalamnya juga masih ada beberapa pintu lagi.
__ADS_1
Tak berapa lama lelaki itupun menyusul Dita di dalam toilet.
"Bagus juga acting Dita. tapi kalau sampai Dita kenapa napa gimana ya." Jacky khawatir pada Dita yang berduaan di dalam toilet bersama pria asing, penjahat pula.
Takut Dita kenapa napa jacky pun langsung memulai aksinya.
"Nona bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu di dalam sini. " ucap lelaki itu setelah Dita keluar dari dalam toilet yang ada wcnya setelah pura-pura memuntahkan isi perutnya.
"Mengapa mas ini masih ada di sini. " Tanya Dita dengan nada suara yang lebih jelas dari sebelumnya.
"Hei nona kau belum mengucapkan terimakasih padaku. " Sahut lelaki itu berjalan maju mendekati Dita.
"Ok Terimakasih." Dita tersenyum menutupi sedikit kegugupan nya.
Saat Dita hendak membuka pintu toilet, tangan Dita ditarik oleh lelaki itu.
"mau kemana.. disini dulu dong cantik. Ayo kita bersenang-senang dulu. " Ucap lelaki itu dengan tangan yang sedikit mengelus telapak tangan Dita.
Sontak Dita tak tinggal diam di perlakukan seperti itu.
Bukkk
Dita meninju wajah lelaki itu hingga kepalanya terbentur pintu dan di pinggir bibirnya pun mengeluarkan sedikit darah.
"Ganas sekali dia. Gua susul ah.. Sebentar bos gak akan marah kali yak. " Teman penjaga pintu yang mendengar suara berisik dari pintu toilet pun mencoba menyusul temannya.
Tiba-tiba dari arah belakang.
Emmm... Emmmmm....
sebelum lelaki itu menyusul jacky sudah lebih dulu membekap lelaki itu dengan obat bius yang sudah ia taruh di saputangan, hingga kini lelaki itu sudah pingsan dan tak berdaya.
>>>>>>>
__ADS_1