
Lampu hijau pun menyala... dita langsung menancapkan gas nya mendahului mobil vano.
"Berani ngebut juga tu cewek..." Vano menyunggingkan bibirnya.
Karna terlalu penasaran,, Vano pun mengikuti dita dari belakang.
Sampai beberapa saat vano tersadar ia sudah lumayan jauh mengikuti dita, sampai sekarang ia melewati jalanan yang sunyi jauh dari keramaian kendaraan dan perumahan ataupun gedung-gedung , hanya ada pepohonan dan tanaman liar lainnya.
"Sebenernya ni cewek mau kemana sihh... mana ni jalan sepi amat... gak takut di begal apa ni cewek..." Vano masih terus mengikuti arah kemana dita pergi.
Disaat vano terlalu fokus mengikuti dita , ponsel vano berdering yang menandakan ada panggilan masuk dan vano pun mengurangi kecepatan mobilnya.
π±"Hallo pah..." Vano
"(......)"
π±"iya pah..ini lagi di jalan..."
Vano mengakhiri panggilan telponnya.
Karena sudah kehilangan jejak dita , vano pun memutar balik mobilnya dan melanjutkan perjalanannya menuju kantor.
Markas White Tiger
"Haii.. bang rey..." ucap dita yang baru saja datang.
"Tumben kamu naik motor...?" Tanya rey yang melihat dita menaiki motor tidak seperti biasanya , jika tidak menaiki mobil pasti akan minta di jemput oleh supir alex.
"Iya kak... dita kangen naik motor... jadi tadi dita minjem motor mang satpam dirumah dita..." jawab dita.
" Ohh... yaudah sekarang kita masuk dulu..." Rey berjalan disamping dita.
Setelah beberapa saat dita dan rey berbincang di sofa yang ada di dalam markas , dita pun mulai berlatih lagi.
"Bagus dit... hari ini kemampuan kamu meningkat lagi... aku aja mulai kewalahan menghadapi mu..." Ucap rey dengan nafas yang naik turun karena kewalahan menghadapi dita yang semakin hari semakin menguasai setiap jurusan di setiap jenis bela diri yang sudah diajarkan rey kepada dita.
"Tapi aku belum bisa mengalahkanmu Bang rey ..." Sahut dita.
"Kalau itu tentu saja belum." Sombong rey kemudian mereka tertawa bersama.
Setelah beberapa jam menghabiskan waktu untuk berlatih , dita pun memutuskan untuk pulang.
"Ayok naik..." Ucap rey yang siap untuk mengemudi motor yang dita bawa tadi.
" okeyy... jangan ngebut-ngebut ya ..." Dita duduk di belakang rey.
__ADS_1
"Udah kamu tenang aja di boncengan..." Ucap rey.
Dita pun pulang dengan rey yang mengemudi motor dan mobil putih milik rey yang dibawa oleh supir mengikuti dari belakang motor mereka.
Sepanjang perjalanan dita dan rey saling bertukar cerita diselingi tawa dibibir mereka. Mereka terlihat seperti bak sepasang kekasih yang sudah lama tak bertemu.
Terlalu asiknya bercerita tak terasa kini merekapun sampai di depan gerbang rumah dita.
"Hati-hati bang. .." Ucap dita pada rey yang kini sudah berpindah ke mobinya.
" See you next day..." sahut rey dan pergi meninggalkan dita.
*\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=*
Hari berganti hari minggu berganti bulan , dita sudah menguasai semua hal yang diajarkan reyhan . Mulai dari berbagai jenis seni bela diri , menggunakan senjata tajam maupun senjata api dan alat-alat perlawanan lainnya, dita sudah menguasai semuanya dengan cepat. Hanya butuh 4 bulan ia berlatih hingga kini ia bisa menandingi rey.
"Stop..." Ucap rey mengangkat tangannya ketika dita hendak menyerang lagi.
" Kenapa bang...?" Tanya dita.
" Abang nyerah... capek ngadepin kamu... kita istirahat dulu baru setelah itu kita lanjut lagi latihannya..." Jawab rey Terengah-engah dan berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil air mineral di atas nakas.
"itu semua karna dari awal aku udah niat banget untuk belajar di bidang ini... dimana ada kemauan pasti ada jalan nya kan bang..." Ucap dita.
"Hmm... kamu bener..." sahut rey.
Tak lama mereka beristirahat ponsel rey berdering.
π± "Hallo dad..." Ucap rey setelah tersambung.
"(.......)" Sambungan telpon pun terputus.
"Ada apa bang..?" Tanya dita penasaran.
"Daddy nyuruh aku ke ruangannya." Jawab rey dan berdiri dari tempat duduknya.
"Aku ikut..." Ucap dita dan berjalan mengikuti rey.
Sesampainya mereka di ruangan Alex ternyata sudah ada beberapa orang kepercayaan Alex di dalam ruangan itu.
"Ada apa dad..." Tanya rey yang baru datang.
"Kita baru saja Kedatangan Heriawan Herz , Pemilik Perusahaan 'Herz Corp' . Anak Perempuannya Raisya Herz dua hari lalu di culik oleh orang suruhan pesaing bisnisnya, sekarang masih dalam pencarian polisi. Dan Kini Heriawan juga mempercayakan pencarian putrinya ke kita Agar lebih cepat ditemukan." Jelas Alex Panjang lebar.
__ADS_1
Setelah selesai mengatur strategi dan memutuskan untuk Melakukan pencariannya esok hari , merekapun keluar dari ruangan alex.
"bang... Besok bolehkah aku ikut...?" Tanya dita mengingat besok hari libur dan juga ia sangat menginginkan ikut serta dalam misi pencarian itu.
"Gak Boleh...." Jawab rey.
" Kenapa... aku kan bisa sekalian ngeTes kemampuan aku..." ucap dita.
"enggak... pokoknya gak boleh. Ini terlalu bahaya untukmu.."Tegas rey.
" Hmm... bang reyhan Aku mohon aku ikut ya ya ya..." mohon dita dengan tatapan mengiba sambil menggelayuti lengan rey.
"Huhh..." Rey membuang nafas kasar. "Ya sudah kamu ikut asalkan kamu tetap di belakang abang dan ikutin abang kemanapun abang pergi." Pasrah rey mengizinkan dita untuk ikut.
"Okey...Siap boss..." Dita menaikan tangannya dengan jari-jari berada di depan kening.
"Kamu ini..." Rey mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dita.
* * * *
Setelah Menemukan dimana letak keberadaan anak klien mereka , mereka pun bersiap untuk pergi kesana.
Dengan keahlian meretas rey dan beberapa orang kepercayaan alex mereka pun dengan mudah menemukan dimana keberadaan putri heriawan yang disekap oleh Geng 'Black Wolf'.
"Siapkan Perlengkapanmu dengan bagus dan jangan lupa pakai rompi anti peluru." ucap rey sambil terus memeriksa perlengkapan yang akan dibawanya.
"Iya bang. .. beress itu..." sahut dita dan memakai rompi anti pelurunya.
Setelah semuanya berkumpul Merekapun berangkat, dengan beberapa orang menaiki mobil dan beberapa orang menaiki motor . Seperti dita dan rey yang kini menaiki motor mereka masing-masing.
Dita yang kini menaiki motor jenis Ducati V4R Hitam miliknya yang beberapa hari lalu diberikan oleh reyhan pun sangat bersemangat karena ini kali pertamanya ikut dalam menjalankan misi dan juga ia sangat suka hal-hal yang sangat menantang.
Sekarang merekapun hampir sampai , mereka memarkirkan kendaraan mereka yang berjarak beberapa meter dari markas Black Wolf Agar penjaga gerbang markas tak melihat akan kedatangan mereka.
Setelah itu mereka pun berpencar ke segala arah sesuai strategi yang sudah mereka atur.
"Dit... kamu cukup ikuti abang dari belakang." Titah rey pada dita.
" iya bang reyhan..." Dita mengangguk.
Rey , Tomi dan dita kini tengah berada didekat pintu belakang markas berjalan mengendap-endap dengan sebuah senjata api di tangan mereka masing-masing.
Bersambung
Haii readers setia...π Terimakasih karna udah nyempetin buat baca novel akuππ»ππ» Mohon bantuan like dan komennya nya biar outhor nya bisa lebih cemangat nulisnyaππ»ππ₯°π
__ADS_1