Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 39


__ADS_3

"Tapi dia tadi sempet manggil-manggil nama orang kalau gak salah Zoy.. Zoya" Reza Teringat.


"Zoya? " Vano mengernyit.


"Iya van. " sahut reza.


" Yaudah lo bantu gua ngangkat dia ke mobil gua. " Vano dan Reza memapah Rendi ke mobil Vano.


Vano pun membawa Rendi ke Apartemen pribadi miliknya. ia tidak mungkin mengantarkan Rendi pulang ke rumahnya dalam keadaan yang seperti itu. Takut jika mama Rendi khawatir.


*****


Sore hari dita Menemani andin berbelanja kebutuhan hari-harinya selama masih di Indonesia.


Andin memiliki dua orang ART yang hanya datang Pada Pagi Hingga siang hari Untuk bersih-bersih dan mencuci Kain dan selebihnya Andin sendiri yang mengerjakan selama Andin masih di Indonesia.


"Dit bentar ya... kayak nya ada satu barang lagi yang kurang. " Andin meninggalkan Dita di kasir.


Andin berkeliling mencari barang yang ia butuhkan.


Dari kejauhan ia melihat barang yang ia cari hanya tertinggal satu. Andin sedikit berlari takut jika diambil orang lain.


Sesampainya di depan barang yang ia cari Andin ingin mengambilnya tiba-tiba ada tangan lain yang memegang barang itu juga.


"Maaf saya duluan. " Ucap Andin Menoleh kesamping.


"Saya duluan." Ucap seorang laki-laki yang juga masih memegang barang yang jadi perebutan mereka berdua.


Kini Mereka saling berpandangan.


"Kamu"


"Kamu"

__ADS_1


Ucap mereka bersamaan dengan kondisi tangan yang masih tetap memegangi barang yang jadi perebutan.


"Aku duluan... " Andin berhasil menarik saus dari tangan laki-laki itu.


Barang yang jadi perebutan mereka adalah Saus Gochujang asli dari Korea yang hanya ada di supermarket tertentu saja dan edisinya pun sangat terbatas.


"Terserah kamu deh... Untung orangnya itu kamu. " Ucap Aldi mengalah.


Laki-laki yang memperebutkan saus dengan Andin ialah Aldian.


Aldi yang disuruh ke supermarket oleh mamanya untuk membeli saus gochujang mendatangi supermarket yang tak jauh dari tepat tinggalnya. Tapi kini saus yang ia cari sudah habis dan terpaksa ia mencari di supermarket lain dan agak sedikit jauh. Jika pulang tak membawa barang yang diinginkan mamanya maka aldi akan di omelin oleh mamanya.


"Ndinn... " Panggil dita menyusul Andin karena terlalu lama menunggu di kasir.


Dua orang yang sedang berdebat itupun menoleh ke arah sumber suara.


"Kamu lama banget. " ucap dita pada Andin.


"Dita." Ucap Aldi.


"Kamu kenal sama dia? " Tanya Andin pada dita.


" Kak aldi senior aku di kampus. " Jawab dita.


"Oh iya kak... ini sahabat aku Andin. " Tambah dita.


"Oh jadi dia sahabat kamu dit? kakak kira sahabat kamu cuma si Vani. " Tanya Aldi.


"Iya kak. Sahabatku yang satu ini kuliahnya di London jadi Gak pernah keliatan. " Jelas dita.


"Iya kakak tau dia di London. Waktu itu kami juga pernah ketemu."Ucap Aldi.


" Jadi kalian juga bertemu disana? " dita bergantian melihat Andin dan Aldi.

__ADS_1


"kakak jadi inget waktu itu dia lagi ngomel-ngomel sendri. " tambah Aldi menahan tawanya.


"Sudah sudah... kenapa jadi ngobrol. " Andin menengahi.


"Ayo dit kita ke kasir. " Andin menarik tangan dita.


Aldi tak mendapatkan barang yang ia cari, Aldi pun pergi ke supermarket lain.


"Dita kakak duluan ya. " Ucap Aldi ketika melewati Dita dan Andin yang menunggu giliran di depan kasir.


"Iya kak. " Dita tersenyum.


Selesai berbelanja Andin dan Dita pulang ke rumah Andin.


Hari ini Dita menginap di rumah Andin.


"ndin... Kok bisa lo ketemu kak Aldi.? " Dita penasaran dengan cerita Andin dan Aldi bisa bertemu di London.


"Gue waktu itu Lagi di danau. Gue lagi kesel sama temen gue di kampus. Trus gue mau nenangin diri di pinggir danau. ehh tiba-tiba ada dia di belakang gue, dia pakek sok sokkan nyeramahin gue lagi. Trus waktu di bandara juga dia nabrak gue dan Gara-gara dia juga handphone gue layarnya retak. " Andin mengingat moment waktu di danau yang membuat dia jengkel.


"Mungkin kalian jodoh... Sudah tak sengaja berjumpa di negara orang Dan sekarang berjupa di negara sendiri. " Dita terbahak mendengar cerita dari Andin.


"ada-ada aja lo... Lo aja sono,,, gue gak mau. " Sahut Andin.


"Dah yuk... kita masak sayur dulu gue udah laper. " Andin


Andin Dan Dita pun berkutat di dapur memasak sayur-sayuran dan ikan yang sudah mereka beli di supermarket tadi.


Bersambung


Haii para pembaca setia PYTT. Terimakasih Untuk kalian yang sudah mau baca.


Like dan komentar kalian jadi penyemangat untuk author terus menulis.πŸ™πŸ™β€

__ADS_1


__ADS_2