Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 63


__ADS_3

    " Papa curiga ini perbuatan Rizal" Wiharto teringat dengan saudara tirinya. Karena cuma dialah yang sangat tak menyukai kesuksesan wiharto.


 "Papa yakin? " Tanya Vano.


"Ntah mengapa papa sangat yakin kalau ini perbuatannya. " wiharto sangat yakin.


*


Ditempat yang berbeda kini Dita sedang menikmati makan siangnya bersama kedua orang tuanya disebuah Restoran yang ada di mall.


 "Pa... Papa udah tau belum Kalau anaknya mas wiharto kena begal. Katanya sampe dirawat dirumah sakit karena kena tusuk di perutnya." Ucap mama fina.


 "Mama tau darimana? " Tanya henry.


 "Mama tau langsung dari mbak adel." Jawab fina.


"Papa belum tau kalau mama gak cerita." Sahut Henry.


 "Gimana kalau besok kita jenguk kesana pah. " Tawar Adel.


"Ok. Besok sepulang papa dari kantor kita kesana. " Henry mengangguk.


"Dit besok kamu mau ikut gak jenguk anak temen mama sama papa? " Tanya mama fina pada Dita yang daritadi hanya menyimak mama papanya bicara.


 "InsyaAllah mah..kalau aku gak ada urusan lain aku ikut. " Jawab Dita.


  Setelah menyelesaikan makan siang, mereka pun ingin kembali kerumah setelah sebentar keliling mall.

__ADS_1


Saat melewati Toko perhiasan


 WILSONS DIAMOND Milik daddy Alex, Dita pun ingin mampir sebentar.


"Ma Pa... Aku masih ada urusan disini. Mama sama papa pulang duluan aja. Nanti aku pulangnya naik taksi." Ucap Dita pada kedua orang tuanya.


 "Ya sudah. Mama sama papa pulang dulu. " Sahut mama fina.


  Setelah mama dan papanya pulang, Dita pun berjalan masuk ke dalam toko.


Beberapa pegawai toko yang sudah mengenal Dita siapa menundukkan kepala mereka saat berpapasan dengan Dita.


 Dita langsung masuk keruangan belakang dan disana sudah ada Jacky.


 "Bang jack.. " Panggil Dita pada Jacky yang tengah sibuk dengan beberapa senjata aneh namun mematikan.


 "Iya kebetulan tadi lagi makan siang disini bareng mama papa aku. Trus pas ngelewattin ini yaudah sekalian mampir aja. Udah lama juga kan aku gak kesini." Jawab Dita.


Jacky pun menyudahi kegiatannya. Dan keluar dari ruangan itu dengan Dita yang mengekor di sampingnya.


"Lo ikut gak.? " Tawar Jacky.


"Kemana.? " Tanya Dita.


"Gua mau ngambil Undangan bang Rey." Jawab Jacky.


" Ikut...gue ikut... Ayo. " Sahut Dita antusias.

__ADS_1


 Dita dan Jacky pun pergi untuk mengambil undangan pernikahan reyfan yang sudah jadi. Agar secepatnya di sebarkan kepada teman maupun kolega reyfan dan deddy Alex. Karena Acaranya akan diadakan dua minggu lagi.


 "Oh ya. Bang gimana orang-orang yang kemarin.?" Tanya Dita pada Jacky yang menangani empat preman yang mengeroyok Vano.


"Aman. Besok akan kami pindahkan ke tempat lain dan mengirimkan lokasinya pada temen kamu itu. Biar dia tau sendiri dari mulut preman itu siapa yang sudah menyuruh mereka mencelakai nya. Dan sisanya terserah dia preman-preman itu mau di apakan." Jawab Jacky.


 "Dan dari informasi dari orang kita, katanya Temen Kamu itu sudah pulang. Dan orang kita pun sudah mengikuti sampai ke rumahnya.Besok tinggal kita kirim informasi tentang para preman itu ke rumahnya. " Tambah Jacky.


"Urusan di rumah sakit udah abang beresin.? " Tanya Dita lagi.


"Semuanya udah bersih. Jejak kita udah gak ada di rumah sakit itu. Semua Rekaman CCTV Yang ada kita berdua sudah terhapus. " Jawab Jacky.


 Kemarin saat pulang dari rumah sakit, Dita menyuruh Jacky untuk menghapus jejak mereka. Karena Dita tak ingin Vano tau kalau ia yang sudah menolongnya.


 "Baguss lah. " Dita bernafas lega.


* *


 Di dalam Ruang kerja papa nya yang ada di rumah, kini Vano tengah mendengarkan informasi yang di dapat oleh orang suruhannya.


 "Setelah saya cek rekaman CCTV-nya Semuanya bersih tak ada yang tersisa. Kelihatannya semua rekamannya sudah di hapus. Bahkan orang yang mengeroyok anda juga hilang tak ada jejak sama sekali. Yang terakhir terlihat di Rekaman CCTV yang ada di jalan itu Ada dua mobil yang datang menyusul Dan setelah itu CCTV-nya mati. Kelihatannya itu kawanan wanita bermotor itu tuan. " Jelas orang suruhan Vano panjang lebar.


 Vano masih terdiam menyimak dan mencerna semua yang dikatakan orang suruhannya.


Bersambung...


Hai... Semua... 🙌 Terimakasih masih setia untuk membaca PYTT.

__ADS_1


Dan othor mengharapkan keringanan tangan readers untuk mengLike dan komen. Biar othor nya tambah semangat. 🥰😘❤


__ADS_2