Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 55


__ADS_3

Setelah berpamitan pada risma, Vani pun balik pulang. Sampai di pintu gerbang berbarengan dengan mobil hitam yang hendak memasuki pekarangan rumah risma.


 "Mobil itu kayaknya aku kenal deh. Tapi... ah mungkin mobil orang lain. Kan bukan cuma mobil kak Rendi yang begitu. " Vani memperhatikan mobil yang baru saja masuk dan kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya yang sudah tak terlalu jauh lagi.


Derttttt drttttt


Saat hampir sampai rumah, ponsel Vani berdering.


"Hallo mah. " Ucap Vani setelah mengangkat ponselnya.


πŸ“±Kamu dimana nak? kok jam segini belum pulang?


Tanya mama Vani sedikit khawatir karena tak biasanya Vani tak mengabarinya jika pulang terlambat ataupun jika menginap dirumah dita.


Karena telah terjadi hal yang tidak Vani duga saat di perjalanan dan membuat Vani panik sampai ia lupa untuk mengabari sang mama.


"iya mah ini bentar lagi dah mau nyampe rumah. " Sahut Vani.


Tittt


Vani mematikan sambungan telepon nya setelah memasuki garasi mobilnya.


"Assalamu'alaikum." Ucap Vani setelah membuka pintu.


"Walaikumsalam." sahut mama dan papa Vani yang tengah duduk di ruang santai.


"Kok baru pulang.?" Tanya papa Vani.


"Iya pah tadi Ada sedikit hal yang membuat Vani harus pulang terlambat.Nanti Vani ceritain deh Vani mau mandi dulu trus solat. " Jawab Vani melihat jam yang sudah hampir melewati waktu shalat maghrib.


Dengan cepat Vani menaiki tangga utuk ke kamarnya yang ada di lantai dua.


Dengan cepat kilat, Vani menutup kembali pintu kamarnya menggunakan kaki kanannya dan langsung masuk ke kamar mandi. Yang biasa memakan waktu lama kali ini tidak karena takut akan ketinggalan waktu sholat maghribnya.


Biasanya mereka berEmpat sholat berjama'ah di ruangan khusus dirumah mereka. Tetapi kali ini Vani Pulang terlambat dan Vani kini harus sholat sendiri di kamarnya karena kedua orang tua nya dan adiknya sudah menyelesaikan sholatnya.


Karena Vani menutup pintu kamarnya sangat kuat hingga membuat miranda yang baru keluar dari kamarnya terperanjat kaget.


"Apaan sih kak Vani. Bikin orang kaget aja. " Mira ngedumel.


Miranda yang kamarnya disamping kamar Vani, baru saja keluar dari kamarnya dengan setelan rapih kaget karena Vani menutup pintu kamarnya saat kuat hingga mengeluarkan suara yang keras.


"Mah pah Mira pamit ke rumah salsa dulu ya. Nanti mira pulang jam Sembilan." Pamit mira ketika melewati mama papa nya yang sedang menonton televisi di ruang santai.


"Iya nak hati-hati ya. " Sahut mama papanya.




  Kini dikediaman Henry Abraham Sudah berkumpul dua keluarga.



Kini Ricko dengan kedua orang tuanya menikmati makan malamnya di rumah omnya henry.

__ADS_1



 "mmhh Enak sekali tante. " Ucap Ricko setelah menghabiskan makanannya.



 "iya dong siapa dulu yang masak. " Fina menaik turunkan alisnya.



 Setelah menyelesaikan makan malam mereka kini berkumpul di ruang keluarga.



Situasi seperti ini jarang sekali terjadi. Dua keluarga yang selalu disibukkan dengan pekerjaan kantor mereka hingga membuat mereka jarang berkumpul.



 "Ko gimana studi kamu nak. " Tanya Fina pada riko yang kini duduk di tengah-tengah Fina dan Siska mamanya.



"Alhamdulillah lancar tante. " jawab Ricko.



 "Jadi ceritanya besok kamu mau balik ke London.? " Tanya Fina lagi.




sahut Ricko.



 "Iya mbak. Ini juga Alhamdulillah Cafe lagi rame ramenya. " Tambah Siska .



 " Oh ya dit,,, Kamu masih sering ke cafe gak? " tanya tante siska pada dita.



"Kalau dita gak terlalu banyak tugas sih dita ke cafe tante.kenapa tan? " tanya dita balik.



 "Rinka Tiga hari kedepan minta cuti. katanya dia mau ada acara di rumah orang tuannya. Trus tante besok juga harus ke London jadi cafe tante gak ada yang control.Kamu mau kan untuk tiga hari kedepan sepulang dari kampus bantu liat-liatin cafe tante.? " pinta tante Siska.



Dita melirik mama fina dan di angguki mama fina mengijinkan.


__ADS_1


" iya tante dita mau. " jawab dita.



Mama fina, siska, Riko dan dita sibuk dengan topik pembicaraan mereka berempat. Sedangkan dua pria yang sudah hampir memasuki kepala lima itu mereka Abaikan.



"Lihat Hanz Mereka sibuk sendiri dan kita di cuekkin." Ujar henry pada adiknya Hanz Abraham.



"Iya mas. Malah anak laki-lakiku itu ikut dalam pembicaraan ketiga wanita itu. " Sahut Hanz sambil menyesap kopi yang sudah tersuguhkan di depannya.



➑️



Sepulang dari rumah om dan tantenya, Ricko mengantarkan kedua orang tuanya pulang ke rumahnya dan setelah itu ricko pergi lagi ke cafe nya. Jam masih menunjukkan jam 9 malam dan cafe ricko buka sampai jam 10 malam.


Ricko datang untuk mengecek keperluan dapur yang kurang ataupun yang sudah habis.Setidaknya ricko bisa langsung memesankan ke toko langganannya.



Saat masih dalam perjalanan menuju cafe, ricko singgah ke konter yang ada di pinggir jalan untuk membeli Kuota internetnya yang hampir habis.



"Cari Apa mas.? " Tanya salah satu pegawai.



"saya mau isi kuota internet." jawab ricko.



"Sebentar ya mas. " pegawai itu mengambil ponselnya.


"Nomor nya mas. ? " Tanya pegawai itu.



"Kosong delapan limm.... " Ucap ricko tergantung.



"Mbak ayu isiin pulsa aku dulu. cepetan mbak aku buru-buru. " ucap seorang bocah perempuan yang tiba-tiba datang.


Membuat perhatian dua orang itu teralihkan.



β–‚ β–ƒ β–„ β–… β–† β–‡ β–ˆ β–ˆ β–‡ β–† β–… β–„ β–ƒ β–‚

__ADS_1


__ADS_2