Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 31


__ADS_3

“Iya iya Adik ku sayang... Lain kali jangan gitu lagi ya,, Jaga kesehatan kamu.”Rey mengusap sayang kepala dita.


“ Abang juga dari dulu pingin banget punya adik cewek dan sekarang udah ada kamu.” Lanjut rey mencubit gemas kedua pipi dita.


Sementara di ambang pintu ruangan Kini berdiri seorang wanita cantik yang sedari tadi hanya diam memandang rey dan dita. Karena terlalu seriusnya mereka berbicara sampai-sampai mereka tak menyadari ada seseorang yang sedari tadi menunggu mereka selesai berbicara.


wanita cantik nan Anggun dengan balutan pakaian Serba tertutup lengkap dengan hijabnya yang menambah kecantikannya.


wanita itu pun berjalan mendekati rey dan dita menyudahi pembicangan antara abang beradik itu.


''ehemm...ehemm... sudah selesaikah kalian berbicara. Sungguh saya sangat terharu melihat kalian berdua..'' Ucap wanita itu membuat dita dan rey langsung menatap ke arahnya sumber suara.


Wanita cantik nan Anggun berhijab itu tak lain dan tak bukan ialah Dilla varhani tunangan reyhan.


Wanita itu pun terduduk di sofa menatap jenuh kearah rey dan dita.


''Sayang...''


''mbak Dilla...''


Ucap Reyhan dan Dita bersamaan dan langsung menghambur duduk disebelah kanan dan kiri Dilla.


''Mbak dilla emang udah dateng dari ya?''


''Iya sayang sejak kapan disitu?¿''


Tanya dita dan rey yang kini tengah menggelayuti kedua lengan Dilla.


''Udah dari tadi lah...'' Dilla memutar bola mata malas.


''kok gak manggil?'' Tanya rey lagi.

__ADS_1


''Kalian terlalu serius.. jadi aku gak mau mengganggu kalian..'' Jawab dilla.


''hemm... Sayang mbak dilla banyak banyak deh...'' dita semakin mengeratkan gelayutannya di lengan dita.


''Ah... Lepas Lepas.. Kalian berdua ini ya kayak bocah tau gak..'' Dilla menggelengkan kepalanya melihat tingkah calon suami dan calon adik iparnya bergelayutan seperti Anak kecil yang merengek minta di belikan Es Krim oleh ibunya.


''Ini apa mbak.?'' dita membuka sebuah bingkisan yang di bawa dilla.


''Ayam goreng krispy.'' Sahut dilla.


''Tumben mbak cuma bawa 1 kotak?'' Tanya dita lagi.


''Ya mbak gak tau kalau kamu juga ada disini. Kalau tahu sudah mbak bawakan lebih untuk mu.'' sahut dilla.


'' sayang kamu udah makan??'' Tanya reyhan pada dilla.


'' Udah tadi di butik. Kalau kamu??'' jawab dilla balik bertanya pada rey.


''Kok Belum sih.. Makan dulu gih'' ucap dilla.


''Kamu yang suapin yah..'' Reyfan menarik turunkan Alisnya.


''iss.. iya iya manja banget sih..'' Dilla berdiri dan berjalan ke dapur.


Yaa Begitulah reyfan jika sudah bersama sang pujaan hati. Bucinnya Kelewatan.


Dan Jangan tanyakan bagaimana dengan posisi dita sekarang,, sudah pasti dia tak menghiraukan sepasang kekasih itu karena sekarang ia tengah asik menyantap hidangan lezat yang ada di hadapannya.


''Enakk ya Ayam nya... sampe sampe udah habis setengah kotak.'' Sindir reyfan pada dita yang lahap memakan ayam krispy.


''Enak dong...'' sahut dita dengan mulut yang masih terus mengunyah.

__ADS_1


''Yang di beliin siapa,,, yang makan juga siapa..'' Reyfan mendengus kesal pasalnya Dilla hanya membelikan 1 kotak mini dan itupun di bawakan dilla untuknya karena dilla tau reyfan sangat menyukainya.


Dari arah dapur dilla pun datang dengan nampan berisikan sepiring nasi dilengkapi lauknya dan segelas air putih.


''Ayo sekarang kamu makan dulu... A A..'' Ucap Dilla dan mulai menyuapi reyfan.


Dilla pun menyuapi Reyfan dengan telaten bagaikan seorang ibu menyuapi anaknya.


Setelah beberapa jam dita berada di Markas,, dita pun kembali lagi ke Cafe.


* *


Setelah makan siang bersama, rendi dan Vani pun pulang dengan mobil mereka masing-masing.


Sesampainya vani dirumah, ia pun langsung masuk ke kamarnya dengan suasana hati yang berbunga-bunga.


Dengan bibir yang masih tersenyum, vani membuka laci mejanya dan mengambil sebuah vas foto yang di dalamnya tercetak foto seorang anak laki-laki yang sedang merangkul pundak seorang anak perempuan dengan senyuman di bibir mereka. Terlihat bahagia sekali.


Tokk,,,Tokkk,,,Tokk,,,


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan vani.


'' Van...'' Panggil mama Santi dan membuka pintu kamar vani.


''Iya ma...'' Vani menoleh kearah mama nya yang berjalan ke arahnya.


'' Kamu ngapain nak?'' santi duduk di samping vani dan melihat sebuah vas foto yang sedang dipegang oleh vani.


Seulas Senyuman pun tercetak dibibir mamanya melihat foto dua anak kecil yang berbeda usia itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2