
Sesampainya mereka di kampus bertepatan dengan akan dimulainya kelas mereka . belum lama mereka duduk dosen mereka datang dan mereka pun duduk diam dan mendengarkan dosennya yang akan memberikan tugas untuk mereka kerjakan.
*
Waktu jam istirahat pun tiba , Vani dan dita pun keluar dari ruangan kelas mereka untuk mencari makanan di kantin.
"dit tuh apaan..." vani menunjuk beberapa orang yang berkumpul di depan Mading.
"Gak tau... yuk liat..." dita menarik lengan vani.
Sesampainya mereka di depan mading , mereka melihat dan membaca setempelan kertas yang berisikan pengumuman tentang akan dilaksanakannya Study Tour khusus siswa/siswi fakultas ekonomi.Yang akan dilaksanakan Lusa.
"Yeyy... Pasti seru banget...Apalagi Kak Rendi jugak pastinya ikutt...." Vani jingkrak Jingkrak.
"Lebayy Loe..." Ucap dita melihat tingkah vani yang berlebihan.
* * *
Semua siswa/siswi fakultas ekonomi sudah berkumpul di depan bus mereka.
"Apakah kalian semua siap...???" Tanya Al melalui Toa' yang ia pegang.
"Siapp...." Jawab siswa/i dengan semangat empat lima.
"oke... sebelum kita berangkat alangkah baiknya kita berdoa terlebih dahulu..." Tambah Vano.
Setelah selesai berdoa mereka pun diarahkan untuk memasuki bus mereka masing-masing .
"Tata..." Panggil kelvin yang melihat dita yang ingin memasuki busnya.
"Kak Kell...Ada apa?¿..." Tanya dita pada kelvin.
"Nih...Minuman buat kamu..." Kelvin memberikan sebotol minuman rasa lemon kesukaan dita .
"Makasih ya kak..." Dita menerima minuman pemberian kelvin.
"Sampai jumpa disana ya ta..." kelvin melambaikan tangannya yang dibalas lambaian juga oleh dita dan masuk kedalam bus nya Karena busnya akan berangkat.
"Kelvinnn..." Panggil vano yang berdiri di depan pintu bus yang akan mereka naiki , karena bus yang akan mereka naiki juga akan berangkat mengikuti bus yang dinaiki dita dan teman-temannya.
"iya...bentar..." sahut kelvin dan berlari menuju busnya.
_
"Sayangg...sini..." clara memanggil kelvin , menunjuk kursi kosong disampingnya .
"gak usah...Aku disamping Edo aja..." Tolak kelvin berjalan kebelakang , selisih satu pasang kursi dengan kursi yang di duduki clara.
__ADS_1
"Ehh...sorry...gua duluan..." Vano mendahului kelvin duduk disamping Edo.
Berhubung semua kursi sudah penuh terkecuali satu kursi disamping clara yang masih kosong , mau tak mau kelvin pun duduk disamping clara.
"Sini dong sayang..." Clara menarik lengan kelvin dan langsung bersandar di pundak kelvin.
"Kamu kenapa sih sayang gak mau duduk deket aku... terus belakangan ini kamu juga udah berubah...Pasti kamu begini
pasti gara-gara cewek kampungan itu...." Ucap clara panjang kali lebar.
"Stop ra...kamu jangan bawa bawa tata kedalam masalah kita..." sentak kelvin dengan suara pelan , ia tau siapa wanita yang dimaksud clara.
"Tuh...kan... kamu belain dia..." Clara melepas rangkulan tangannya dari lengan kelvin dan beralih menyandarkan kepalanya di kaca jendela . Sedangkan kelvin hanya diam , malas menanggapi sifat clara yang menurutnya sangat manja.
*
Setelah beberapa jam , bus mereka pun hampir sampai di puncak...melewati banyak pepohonan yang menyejukkan udara.
Seperti halnya dita yang membuka kaca jendela menikmati udara yang masuk.
"Udah dit... tutup jendelanya ...nanti Loe masuk angin..." Vani mengingatkan.
" Iya...iya...mamah vani..." Canda dita dan menutup kaca jendela dan setelah itu keduanya pun tertawa bersama.
Setelah beberapa saat mereka pun sampai ditempat tujuan mereka.
"Minggirr...." Vano menepis tangan rendi yang menghalangi jalannya .
*
Setelah semuanya sudah turun dari bus , mereka pun istirahat sejenak , setelah itu mereka pun mendirikan tenda mereka masing-masing . Untuk satu tenda ditempati oleh empat orang.
"Haii... Apa kalian butuh bantuan...?" Tanya Al yang melihat dita dan teman-teman nya sedikit kesusahan mendirikan tenda mereka.
"ehh... Kak Aldi... Sepertinya kami sangat membutuhkan kak... soalnya ini agak susah..."jawab vani.
Al pun ikut membantu mereka mendirikan tenda mereka .. Tak memerlukan waktu yang
lama berkat bantuan Al dan kerja sama dengan dita dan teman-temannya ... tenda pun selesai terpasang dan siap untuk di tempati .
"Akhirnya selesai juga..." vani mengibaskan tangannya yang sedikit pegal.
"Makasih ya kak..." Ucap dita.
"iya sama-sama..." Al tersenyum.
"Haii... semuanya..." Ucap Rendi.
__ADS_1
Rendi dan vano menghampiri Al , dita dan teman-teman nya.
"Hai kak..." Sahut mereka serempak.
"Lu Al... Datengin cewek-cewek cantik kok gak ngajak-ngajak Sih Lu..." Rendi menepuk pundak Al.
"Gua itu kesini mau bantuin mereka masang tenda kali ren... Lu kira mau ngapain..." Jelas Al.
"Ouh... Kirainnn Ngapainn..." Rendi tertawa jenaka.
" Kalau kalian butuh bantuan... kalian bilang aja... Kami akan bantu sebisa dan semampu kami...." Ucap Rendi lagi .
"Kak Al... Aku butuh bantuan kakak..." Ucap vani dengan raut wajah memelasnya .
" Bantuan apa..." Tanya Al.
"Bantuin aku... Untuk ndapetin cintanya kak rendi..." Jawab vani dengan polosnya .
Sontak semua orang yang ada disitu tertawa , mendengar ucapan vani yang nyeleneh .
" Bisa bisa aja sihh... Tapi sepertinya agak susah deh...Soalnya rendi ceweknya udah kebanyakan..." Ucap aldi sedikit tertawa dan diikuti juga oleh vani yang ikut tertawa.
" Lagian Apa kamu yakin... Rendi itu kan Playboy cap Gayung Terbang..." Tambah Vano dan tertawa terbahak disusul dita , al ,vani dan 2 temannya.
" Lu... Jangan fitnah dong van..." Rendi tak terima jika di bilang Playboy oleh vano.
"Kan... emang kenyataannya ..." Sahut vano.
"Kak rendi tenang aja... walaupun dikatain Playboy...aku tetap mau kok sama kakak..." ucap vani yang dibalas senyuman kaku dari rendi.
"Tuh... ren... udah dikasih kode..." Timpal Al.
"Apaan sih Lu Al..." Rendi meninju lengan Al.
_
Siang pun berganti dengan malam . Mereka semua pun duduk didepan tenda mereka masig-masing . Sebagian dari mereka ada yang bernyanyi , bercerita dan ada juga yang hanya sibuk dengan ponselnya.
"Perhatian semuanya...Silahkan berkumpul disini... kita akan membuat sebuah kegiatan..." Ucap Edo dengan mengeraskan nada suara agar bisa didengar yang lainnya.
"Oke... kita akan bermain Truth or dare . Disini sudah ada bola ditangan saya... cara mainnya saya akan melempar bola ini ke arah salah satu dari kalian dan kalian melanjutkan kembali melempar , terserah kalian mau lempar ke siapa . Kalau kalian gagal nangkapnya,,, kalian Harus Memilih Truth or dare sebagai hukuman..." Lanjut Al , Setelah melihat semua orang berkumpul duduk membentuk lingkaran dengan edo dan Al ditengah-tengah mereka.
Edo pun memulai permainan. Disetiap permainan mereka diselingi tawa karena Lucu melihat beberapa teman mereka Yang sudah melakukan Truth or Dare. Ada yang memilih Truth dan ada juga yang memilih dare sebagai hukuman mereka .
Al pun memulai permainan lagi , Al melemparkan bola ke Arah clara dan clara pun menangkapnya . Ketika bola sudah ditangan clara , ia pun dengan cepat dan kuat melemparkan bola ke Arah dita. Dita yang tanpa persiapan pun gagal menangkap bola itu , sehingga bola itu pun terjatuh ketanah.
Bersambung...
__ADS_1