Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 21


__ADS_3

Setelah itu mereka pun berpencar ke segala arah sesuai strategi yang sudah mereka atur.


"Dit... kamu cukup ikuti kakak dari belakang." Titah rey pada dita.


" iya kak..." Dita mengangguk.


Rey , Tomi dan dita kini tengah berada didekat pintu belakang markas berjalan mengendap-endap dengan sebuah senjata api di tangan mereka masing-masing.


Krakkkk.... Krakkk....


Rey memberikan sentuhan terlembutnya pada leher dan tangan seorang anggota yang menjaga pintu belakang, hingga kini Penjaga itu tak sadarkan diri.


"Wow...kak rey... kerrenn..." bisik dita mengacungkan dua ibu jarinya.


Lalu mereka bertiga pun terus berjalan masuk dan kini ada empat orang laki-laki bertubuh tinggi tegap yang kini tengah menjaga pintu ruangan yang di dalamnya terdapat anak dari kliennya.


Doorr.....


Terdengar suara tembakan dari luar. Seketika empat orang penjaga pintu pun menjadi was-was dengan mengeluarkan senjata api dari saku mereka dan berjalan ke arah suara tembakan berasal.


Rey , Tomi dan dita yang tengah bersembunyi di balik tembok pun memulai aksi mereka.


Rey pun menendang punggung salah satu dari penjaga itu dan mereka pun kini saling memukul satu sama lain. Tiga lawan Empat orang dengan rey yang melawan dua orang sekaligus.


Tak membutuhkan waktu lama... kini empat orang itu pun terkapar tak berdaya. Rey, Tomi dan dita pun pergi meninggalkan keempat penjaga itu.


Doorr....


Dita menembak lengan salah satu penjaga yang masih sanggup menodongkan senjata apinya dari arah belakang rey. Sontak rey dan tomi pun menoleh ke belakang.


"Hampir saja kau tertembak kak..." Jelas dita setelah melihat tatapan tanya dari rey.


"Baguss..." Ucap rey pada dita.


Mereka bertiga pun sampai didepan pintu sebuah ruangan.


Rey dan tomi pun membuka pintu itu dengan paksa dengan alat yang sudah mereka bawa.


Setelah pintu terbuka, terlihatlah seorang wanita yang mungkin seumuran dengan dita yang kini tengah terkulai lemas dengan mata ditutup dengan kain , tangan yang diikat , bagian pipi yang memar dan bibirnya terdapat noda darah yang sudah mulai mengering.


"Tolong lepaskan aku..." Lirih Raisya yang suaranya hampir tak terdengar.


"Tenanglah sekarang kau aman bersama kami..." Ucap dita menenangkan sambil membuka ikatan ditangan Raisya.

__ADS_1


"Siapa kalian...?" Tanya Raisya lemah setelah penutup matanya dibuka dan ia melihat samar-samar ada tiga orang yang berpakaian serba hitam dan memakai masker dan tak lama setelah itupun ia jatuh pingsan.


Mereka bertiga pun membawa Raisya keluar dari ruangan dan ketika mereka sampai di depan pintu keluar gedung mereka di hadang oleh tiga orang yang salah satunya adalah ketua geng Black Wolf.


"Angkat tangan dan diam ditempat..." Titah sang ketua menodongkan senjata apinya kearah rey , tomi dan dita yang sedang memapah Raisya . Sontak rey dan tomi pun juga menodongkan senjata api mereka kearah ketiga orang itu.


"Letakkan senjata kalian atau dia akan mati..." Ancam Sang ketua dan keluarlah seorang anak buahnya dengan membawa heriawan dengan tangan yang terikat dan kini anak buahnya itu menodongkan senjata apinya di bagian samping kepala heriawan.


Rey dan tomi pun meletakkan senjata mereka di lantai. Ketiga orang itupun mendekat kearah rey dan tomi berniat untuk mengurung mereka juga. Namun, rey dengan sigap menendang senjata yang dipegang ketua geng dan senjata itupun terjatuh ke lantai dan perkelahian pun di mulai.


Melihat situasi rey dan tomi yang hampir lengah melawan tiga orang itu , dita pun meletakkan Raisya di lantai dan berniat membantu rey dan tomi , namun saat melihat heriawan juga memerlukan bantuan ia pun memutuskan untuk membantu heriawan terlebih dahulu.


Dita pun berjalan mengendap-ngendap dibalik tumpukan tong dan kardus-kardus dan sampailah dia di belakang seorang anak buah yang masih menodongkan pistol nya pada heriawan dengan sigap dita melumpuhkannya hanya dengan beberapa gerakan saja laki-laki itupun sudah tak sadarkan diri.


"Bawa anak mu keluar dari sini...dan tunggulah kami di dalam mobil yang ada di pinggir jalan samping gedung ini..." Titah pada heriawan dan dibalas anggukan oleh heriawan.


Setelah itu dita kembali untuk membantu rey dan tomi.


Ketiganya sama-sama tangguh hingga kini merekapun mengalahkan lawan mereka.


Setelah semuanya beres,,Rey, Tomi dan dita kembali ke tempat kendaraan mereka terparkir . Setelah beberapa langkah mereka meninggalkan pintu keluar gedung...


Dorrr...


''Aaww..." Ringis dita dan memegang lengannya yang terkena tembakan.


Dorr...Dorrr...


Rey menembak tepat dibagian tengah kening ketua geng itu.


''Kemarilah..." Ucap rey dengan raut wajah cemasnya , dan mengeluarkan sapu tangan dari sakunya. Rey pun membalut luka dita yang terkena tembakan untuk menahan darah yang masih saja keluar.


"Makasih kak..."Ucap dita yang dibalas senyuman oleh rey.


"Sekarang ayo kita pergi dari sini..." Mereka bertigapun meninggalkan gedung.


**


Sesampainya mereka di markas White Tiger,,bertepatan dengan mobil yang tadi membawa heriawan dan Raisya juga baru sampai di markas.


''Bagaimana dengan mereka??" Tanya rey pada Jacky orang suruhannya yang mengantarkan heriawan dan anaknya ke rumah sakit.


"Tadi Anaknya Sudah langsung ditangani di IGD bang..." Jawab Jacky.

__ADS_1


"Baguss lah...'' Ucap rey terus berjalan masuk dengan tomi dan dita di samping kiri dan kanannya.


*


''Kenapa tangan dita rey?" Tanya Alex cemas melihat lengan dita yang tengah diperban oleh rey.


"Terkena Tembakan dad..." Jawab rey.


''Ha...Bagaimana bisa...Trus kenapa gak dibawa ke rumah sakit...'' Panik Alex dan duduk di samping dita.


" Ini gak apa-apa kok om... cuma tergores sedikit...'' Ucap dita.


"Kamu yakin gak apa-apa?¿" Alex kurang yakin.


''Yakinn...paling dua hari sembuh'' Dita tersenyum meyakinkan alex.


"Yaudah Kalau gitu... lain kali kamu harus lebih hati-hati lagi ya... Atau lebih baik kamu gak usah ikut.." Ucap Alex.


"iya om... lain kali aku akan lebih berhati-hati... Tapi aku tetep mau ikut..." Dita menyengir menunjukkan deretan giginya.


" Kau ini..." Alex Mengacak puncak kepala dita gemas melihat tingkah dita.


\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=


Pagi pun tiba , dita bangun dari tidurnya dan bersiap untuk pergi ke kampus. Walau tangannya masih terasa sedikit sakit namun ia tetap menjalani harinya seperti biasa.


Setelah selesai beberes diri, dita pun keluar kamar dan berjalan menuju meja makan untuk makan bersama kedua orang tuanya. Hari ini dita memakai kaos lengan pendek dengan memakai luaran Jaz hitam untuk menutupi luka di lengannya agar tak terlihat oleh kedua orang tuanya.



" Pagi Pah... Mah..." Sapa dita dan duduk di kursi yang ada di depan mamahnya.


"Pagi Nak..."


"Pagi Sayang..."


Sahut Henry dan fina berbarengan.


"Wihh... Wangi banget mah... jadi tambah laper..." ucap dita.


"Mamah ambilin ya..." tawar fina.


"Gak usah mah... dita ngambil sendiri aja.'' Dita lansung mengambil piring dan nasinya.

__ADS_1


Setelah selesai makan dita pun pergi ke kampus menaiki ojek online.


Bersambung


__ADS_2