Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 11


__ADS_3

***


Sesampainya di hotel Starlight dita dan vani langsung menaiki lift menuju lantai 3 tempat dimana acara berlangsung.


Setelah sampai di lantai 3 , mereka memasuki salah satu ruangan tempat berlangsungnya acara . Mika salah satu dari anggota panitia pelaksanaan acara menghampiri dita dan vani untuk mengarahkan mereka ke sebuah meja yang sudah di khususkan untuk pemenang lomba.


Mereka berjalan mengikuti arahan dari mika . Dita merasa canggung karena beberapa temannya yang sudah hadir terus melihat Kearahnya.


"Van...emang ada yang salah ya..dari penampilan gue..?atau make up gue terlalu menor??" Bisik dita .


"enggak kok...justru elo itu cantik banget... Penampilan lo sederhana tapi terlihat Wahh...tau gak..." jawab vani .


" Serius lo...???" Dita tak yakin.


"Dua rius malah..."Vani mengangkat jarinya membentuk huruf V.


Dita dan Vani sama sama memakai dress bewarna hitam.


Dita



Vani



"Dita...ini meja kamu dan vano... dan


vani itu meja kamu dan Rendi." Ucap mika setelah sampai di meja khusus pemenang lomba yang sudah di sediakan oleh pemenang.


"iya... makasih..." Ucap dita dan vani yang dibalas anggukan dan senyuman oleh mika.


Dita dan vani pun duduk di bangkunya masing-masing. Dan tak lama setelah mereka duduk , dua laki-laki yang mungkin tak asing lagi bagi mereka sedang berjalan ke arah mereka.


"Haii... kamu vani kan?" Rendi menyapa terlebih dahulu.


"hai juga kak...iya aku vani.."Jawab vani tersipu.


"Aduhh...jantung gue kok dagdigdug gak karuan gini ya..." Ucap vani dalam hati.


Sementara disisi lain , di meja lain . Dua orang anak manusia yang sejak tadi hanya terdiam dan saling menatap tanpa ada yang memulai percakapan diantara mereka.


"Ni..Anak Cantik juga.." Batin Vano.


"Ni...Cowok ganteng juga... Tapi sayangnya nyebelin. " Batin Dita.


Tak lama setelah itu vano dan dita menggelengkan kepala mereka secara bersamaan menepis hal yang tak sengaja terucap di batin mereka masing-masing dan dita menggidikkan bahunya.


Merasa kompak menggelengkan kepala , keduanya pun saling menatap heran.


"Apa lo..." ketus Dita .


" elu...yang apaan..." sahut vano tak kalah ketus.

__ADS_1


Keduanya pun kembali terdiam dalam fikirannya masing-masing dan suasana menjadi hening diantara mereka berdua. Sampai suara mika yang berbicara melalui mikrofon memecah keheningan diantara mereka.


"Sebelum acara makan malam dimulai kami minta kepada pemenang lomba untuk berdansa dengan pasangan kalian masing-masing. Waktu dan tempat kami persilahkan." Ucap mika dan terdengar suara tepuk tangan dan sorakan yang sangat meriah dari teman-teman mereka yang ikut hadir di hotel starlight.


Ketiga pasangan itupun berjalan menuju tempat yang sudah disediakan panitia untuk mereka berdansa.


Disaat mereka berdansa , dari arah lain tampak sepasang mata yang sedari tadi pandangannya tak lepas dari salah satu pasangan yang sedang berdansa itu,dengan perasaan yang bahagia , cemburu , dan rasa bersalah yang ia rasakan saat ini.


*


Acara dansa dan makan malam pun selesai. Sebagian dari teman-teman mereka pun sudah banyak yang berpulangan.


Begitupun dengan Vani dan dita juga memutuskan untuk langsung pulang setelah menerima bingkisan yang diberikan oleh panitia sebagai hadiah lomba.


"Van...Lo tunggu gue di parkiran ya..gue mau ke toilet dulu.." Ucap dita.


"Okey...jangan lama-lama... kalau lama gue tinggal lo..." Ancam vani.


"iya...iya..." Sahut dita dan berlalu menuju toilet.


Setelah selesai mengeluarkan apa yang harus dita keluarkan dan merapihkan sedikit penampilan nya , dita pun keluar dari toilet.


Saat sudah keluar dari pintu toilet , betapa terkejutnya dita ada yang menarik tangannya dari belakang dan secara refleks dita mengeluarkan sedikit jurus yang sudah reyfan ajarkan padanya , dengan menyikut dan memelintir tangan orang yang sudah menarik.


Ketika orang yang tangannya dipelintir oleh dita tak ada lagi pergerakan perlawanan , dita langsung memutar tubuh orang itu untuk melihat wajahnya.


Setelah memutar tubuh orang itu , kini dita tak kalah terkejutnya setelah melihat siapa orang yang saat ini berdiri di hadapannya.


"ta... Aku seneng bisa ketemu kamu lagi..." Ucap kelvin lagi dan mendekat ingin memeluk dita.


"Stop...Kakak di disitu aja." Ucap dita memberi jarak antara dia dan kelvin.


"Ta.. Aku minta maaf.." Lirih kelvin , dita pun hanya terdiam.


"Taa......" Ucap kelvin terpotong karena ponsel dita berdering.


"Halo...Van..." Dita.


"(......)"


"Oh..iya...ini gue udah mau jalan ke parkiran" Dita memutuskan sambungan telfonnya.


"Kak... Bicaranya lain kali aja... sekarang aku harus pergi dulu..." Ucap dita pada kelvin.


"mm..iya..hati-hati ya..." jawab kelvin dibalas anggukan oleh dita dan berlalu pergi dari hadapan kelvin.


Sesampainya dita di parkiran ia langsung masuk kedalam mobil vani dengan menutup pintu mobil vani dengan kencang , sampai vani yang sedari tadi menunggunya didalam mobil pun terkejut Karena dita yang menutup pintu mobilnya dengan sangat kencang.


"Bisa gak sih Lo nutup pintunya pelanan dikit..." Vani mengelus dada.


"iya...iya...Sorry..." Ucap dita.


"emangnya napa sih loe... ngos ngossan kaya' di kejar-kejar A****g aja lo...?" Tanya vani.

__ADS_1


"Loe pake' nanya lagi....gue itu buru-buru ya karena lo ngancem mau ninggalin gue,,tau gak..." Dita beralasan.


"heheh...iya jugak sihh" Vani menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Okey....kita lets go..." Ucap Vani lagi dan Mulai melajukan mobilnya.


* * *


Β 


Pagi harinya sesampainya dita di kampus ia langsung disibukkan dengan tugas-tugas. Berhubung dosen yang bersangkutan tidak dapat hadir jadi pagi ini mereka hanya diberikan tugas-tugas oleh salah seorang Asisten dosen.


Β 


Setelah kelas berakhir dita pun memutuskan untuk langsung pulang.


"Van...gue luan ya.." Ucap dita pada vani.


"Oke...ehh... loe naik apaan??"tanya vani.


"Naik Angkott..." Jawab dita.


Dita pun berlalu dari hadapan vani dan berjalan menuju halte yang berada di depan kampus untuk menunggu angkot.


"Tinnn...Tinnn..." Suara klakson mobil mengagetkan dita.


"Tata...." Panggil kelvin setelah keluar dari mobilnya.


"Kak kelvin..." lirih dita.


"Ta... kasih aku kesempatan untuk jelasin semuanya ke kamu ta..." Kelvin megang lengan dita.


Dita hanya diam dan tampak berfikir.


"Ta..Aku mohon..." Kelvin membujuk dita.


"mmm..." Dita pun mengangguk karena males berdebat.


"kita jangan bicara disini...Ayo..." Kelvin menuntun tangan dita untuk masuk ke mobilnya.


Dari kejauhan Clara yang melihat kelvin dengan wanita lain dan terlihat akrab hanya bisa mengumpat dalam hati tak terima jika melihat sang tunangan akrab dengan wanita lain.


* * *


Mobil yang di kendarai oleh kelvin pun sampai tepat di depan sebuah Kafe terkenal di kotanya.


"Ta.. ayo kita masuk dulu... " Ajak kelvin yang hanya di balas anggukan oleh dita.


.Bersambung....


Terimakasih πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» untuk yang udah mau baca PYTTπŸ₯°πŸ˜˜


follow ig ku : @mirans_nvlπŸ˜ŠπŸ˜πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2