
Tak jauh dari mereka berbicara ada seseorang yang memotret mereka dan langsung mengirimkan ke seseorang di kontak ponselnya.
“kakak kemana aja kok baru kelihatan. Di kampus juga aku gak pernah liat kakak lagi. “ Dita penasaran kemana kelvin karena beberapa waktu belakangan ini kelvin seperti hilang tak berkabar.
Dari Semenjak pertemuan mereka di cafe, Kelvin selalu menghubungi nya menanyakan kabarnya dan setiap pulang dari kampus kelvin juga selalu menghampiri Dita lebih dulu.
Tapi belakangan ini Dita tak pernah melihat kelvin di kampus ataupun menghubunginya. Kelvin tiba-tiba menghilang tanpa berita.
“Kakak memang sengaja mengambil cuti di kampus karena kakak ada urusan di London. “ Jawab kelvin.
“Ohh gitu...” Dita hanya manggut-manggut. Tak ingin bertanya lebih lanjut lagi karena itu privasi kelvin.
“Oh ya kak, aku pergi dulu ya,, kasian pak joko udah nungguin dari tadi.” Dita menunjuk mobilnya yang terparkir di depan mini market.
“iya ta. Hati-hati ya. “ kelvin mengantarkan Dita sampai Dita masuk kedalam mobilnya.
Tak begitu jauh dari mini market, kini Dita sudah sampai di kantor.
Di lobi dita langsung berjalan ke lift khusus petinggi.
Tetapi tertahan karena ia bertemu seseorang yang tak di inginkan.
"Cewek aneh... kamu ngapain disini? " Tanya vano yang berpapassan dengan dita.
Setelah mengantarkan Rendi kerumahnya, Vano langsung singgah ke Abra Company Untuk Rapat perpanjangan kontrak kerja sama dengan SJ company.
Namun saat di lobi ia melihat seseorang yang tak asing lagi baginya.
"Suka suka aku mau ngapain. Bukan urusan kak vano. " Ketus dita yang tak suka dipanggil cewek aneh oleh vano. Dita pun langsung pergi ke toilet meninggalkan vano yang masih berdiri di tempatnya.
Dita yang awalnya ingin ke ruangan papanya kini jadi tertunda karena bertemu Vano dan berakhir membuat dita badmood.
"Dasar Cewek Aneh Binti Ajaib." Vano tak habis fikir dengan sikap dita.
Vano pun melanjutkan perjalanannya menuju lantai atas ruangan CEO Abra Company.
__ADS_1
Sedangkan dita masih berdiam diri di depan kaca toilet.
"Ganteng-ganteng kok nyebelin. Emosi terus gue Kalau jumpa dia. Cewek aneh... Emang apa yang aneh dari diri gue cobak. Yang ada dia tuh yang aneh.. Nyebelin,, Sombong,,, Huh... " Kesal dita masih mengomel di depan kaca.
Setelah puas menumpahkan emosinya di dalam toilet, dita pun pergi ke pantry. Dita ingin membuat teh hijau agar fikirannya tenang.
Setelah selesai membuat teh, dita membawa teh buatannya ke ruangan papanya agar bisa sekalian minum sambil mengerjakan tugasnya.
Tetapi saat di perjalanan bertepatan dengan Vano yang baru keluar dari ruangan papanya dan masih berbicara dengan wiliam di depan pintu ruangan.
Dita pun berhenti, menunggu mereka selesai berbicara.
"Mari saya antar pak. " Ucap wiliam pada Vano.
"Terimakasih pak wiliam. Tapi saya sendiri saja. Mari" Tolak Vano.
"Hati-hati pak. " ucap wiliam dibalas anggukan oleh Vano.
Vano pun pergi dan berpapasan dengan dita yang juga ingin masuk ke ruangan papanya.
Dita pun tidak menoleh ke arah Vano dan langsung masuk ke dalam.
"Tinggal bilang mau kerja aja susah bener." Vano menyunggingkan sebelah bibirnya. Vano mengira dita seorang cleaning service di kantor itu.
~~
"Pah... " Panggil dita pada henry yang sibuk dengan laptopnya.
" Nak... Kamu kok siang sekali. " Henry menjeda pekerjaannya di laptop.
" Iya pah... tadi di jalan singgah dulu ke Minimarket trus dita gak sengaja ketemu temen dita disitu. Yaudah jadinya dita ngobrol bentar sama temen dita. Trus tadi sampe di lobi dita ke toilet dulu lalu setelah itu dita ke pantry lagi membuat teh baru setelah itu dita kesini. " Jujur dita.
Henry Hanya Menyimak perkataan anaknya dan mengangguk-anggukkan kepadanya.
"Oh... lalu kamu hanya membuat satu teh dan papa gak dibuatin gitu. " Sindir Henry.
"Hehe... Papa mau? . Biar dita buatin lagi." Dita berdiri dari tempat duduknya.
"Gak gak usah Biar nanti bik atun saja yang membuatkannya. Sudah kamu kerjakan saja pekerjaan mu itu. " Tolak Henry dan kembali fokus ke laptopnya.
Bik atun Adik dari bik ijah dan sudah lama juga bekerja sebagai cleaning service di Kantor Henry.
__ADS_1
"Vani..... Bangunnnnnn.. " Triak Miranda tanpa embel-embel kakak lagi. Ini sudah ketiga kalinya Miranda datang ke kamar Vani untuk membangunkan kakaknya itu. Tetapi Vani kembali tertidur lagi.
*Bukkkk*
Mira menendang bok\*ng vani agar Vani cepat terbangun.
"Shhh Sakit Kamprett. " Ringis Vani mengusap bok\*ngnya yang terkena tendangan maut Miranda.
Adiknya yang satu itu orangnya memang agak sedikit kasar dan tak ada lembut-lembutnya sebagai seorang anak perempuan dan sikapnya pun sedikit tomboy. Berbeda dengan Vani yang feminim.
"Sukurin... makanya jangan molor terus Gak liat tu udah jam 10." Omel mira yang sudah capek membangunkan Vani sedari tadi.
Ya walaupun mira tak seperti Vani yang feminim tetapi mira tak seperti Vani yang selalu bangun siang.
Miranda bagaikan Duplikat dari mamanya kalau sedang marah-marah.
Jika mama papanya tak pulang kerumah karena harus keluar kota untuk mengurus pekerjaannya, mira lah yang selalu mengingatkan kakaknya.
Ceritanya Kebalik sih... Biasanya Seorang kakak yang ngingetin adiknya. Dan kali ini Sang adiklah yang mengingatkan kakaknya.
***Bersambung***
Minal aidzin Walfaidzin Mohon maaf lahir dan batin🙏🙏
__ADS_1
Kalau author ada salah dalam penulisan kata ataupun Jarang Update,, Author mohon maaf kepada kalian readers setia PYTT dan terimakasih sudah mau baca PYTT. 🙏😌