Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 56


__ADS_3

 "Cari Apa mas.? " Tanya salah satu pegawai.


"saya mau isi kuota internet." jawab ricko.


"Sebentar ya mas. " pegawai itu mengambil ponselnya.


"Nomor nya mas. ? " Tanya pegawai itu.


"Kosong delapan limm.... " Ucap ricko tergantung.


"Mbak ayu isiin pulsa aku dulu. cepetan mbak aku buru-buru. " ucap seorang bocah perempuan yang tiba-tiba datang.


Membuat perhatian dua orang itu teralihkan.


 "Sebentar ya mas. " Ucap ayu pada Ricko.


 "Loh mbak kan sa... " Lagi-lagi ucapan ricko menggantung.


 "Duh cepetan mbak ayu. " Ucap bocah itu lagi.


 "iya mbak.. nomor yang biasa ya? " tanya ayu.


 "iya." jawabannya singkat.


 "Sudah masuk mbak. " Ucap ayu.


 "Ok Thanks. " Ucap bocah itu dan langsung berlari ke arah seseorang yang sudah menunggunya diatas motor.


 "Mbak bocah yang tadi kok belum bayar dah main pergi aja? " tanya Ricko heran dengan tingkah laku bocah perempuan yang baru saja ia lihat.


 "Oh itu tadi anak yang punya toko ini mas. " jawab ayu.


 "Ohh Pantes... kelakuannya semaunya dia aja. " Sahut Ricko.


"Maaf mas. Coba mas ulangin nomornya. " Ucap ayu pada Ricko.


  Setelah selesai dari Konter Ricko pun mampir lagi ke Minimarket.




  Hari berganti hari, bulan berganti bulan.



 Vano, Aldi begitu juga dengan Rendi kini yang tengah wisuda berswafoto dengan keluarga mereka masing-masing. dan setelah Acara pelepasan mahasiswa selesai mereka bertiga pun tengah berbincang di depan aula.



 "Hai kak ren... Selamat ya kak. " ucap vani yang baru saja datang bersama dita dan memberikan sebuah buket pada Rendi.


__ADS_1


 "Terimakasih ya van." Sahut Rendi.



"Iya kak sama-sama. " Jawab vani malu-malu.



 "Rendi doang nih yang di kasih buket. Kami berdua enggak. " seloroh Aldi.



"Hehe maaf kak aldi kak vano. Sayang nya aku bawanya cuma satu. " cengir vani.



 "Tu temen kamu gak bawa apa-apa? " Sindir vano melirik sekilas ke arah dita.



 Dita tersenyum "Maaf sebelumnya kak vano. Saya tidak membawa apa-apa karena saya memang tidak ada niatan untuk kesini. " Sahut dita memutar bola mata malas.



 "Iya kak. tadi aku yang maksa dita untuk nemenin aku kesini. " timpal vani.




 Fokus kelima orang itupun teralihkan oleh suara kelvin yang memanggil dita.



 "Hai ta." Ucap kelvin setelah sampai di samping dita.



"Kak kel. " Dita tersenyum ramah.



 "Eh Van , Ren, Al. " Sapa kelvin pada ketiga pria yang juga ada disitu yang dibalas anggukan dan senyuman oleh ketiga pria itu.



 "Ren kami berdua kesana dulu ya. " Pamit vano pada Rendi.



 Vano dan Aldi pun meninggalkan ke empat orang itu.


__ADS_1


 "Ta boleh gak kakak bicara berdua sama kamu. " Tanya Kelvin pada dita. Dan dibalas anggukan oleh Dita.



 Dita dan kelvin pun pergi untuk berbicara berdua.



Kelvin pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengobati rasa rindu pada dita yang belakangan jarang sekali bisa bertemu dengan dita karena kesibukannya.



 Dan kini hanya tinggal Vani dan Rendi dengan kecanggungan diantara mereka berdua.



  Kecanggungan yang disebabkan oleh vani dua hari lalu, karena mengakui perasaannya pada Rendy dan vani memberanikan dirinya untuk meminta Rendy menjadi kekasihnya namun langsung ditolak oleh Rendy.



 ***Flashback On*** :



 Vani dan Rendi kini tengah berada di salah satu restoran bintang lima. Mereka tak hanya berdua, mereka juga bersama Zoya dan tunangannya.



Zoya meminta Rendi untuk makan malam bersama dengan tunangannya tak lupa juga zoya menyuruh Rendi untuk membawa vani yang waktu itu sempat Rendi kenalkan sebagai kekasihnya di acara pertunangannya.



  Setelah mereka berempat menyelesaikan makan malam mereka, dan berbincang sebentar. Zoya dan tunangannya pamit pulang lebih awal karena ada hal mendesak yang mengharuskan tunangan Zoya untuk pulang kerumahnya. Dan mau tak mau Zoya pun mengikuti tunangannya pulang dan meninggalkan vani dan Rendi di restoran.



"Van... Kak... " Ucap Rendi dan Vani bersamaan.



 "Kakak duluan. " Vani.



 "Kamu duluan aja van. " Rendi Tersenyum.



"Kak ren aku mau bicara Sesuatu sama kakak. " Ucap vani membuka percakapan.



 "Bicara apa van.? " Tanya rendi penasaran melihat cara bicara vani yang keliatannya ingin bicara serius.

__ADS_1


__ADS_2