Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 44


__ADS_3

Vano sempat menduga-duga kalau Keyla selingkuh. Tetapi Vano mencoba untuk selalu positif thinking pada Keyla. Vano selalu berfikir tidak mungkin Keyla menghianatinya dan selalu membuang fikiran fikiran buruk mengenai Keyla akan selingkuh darinya.


Fikiran Vano terganggu dan tak fokus lagi. Akhirnya Vano memilih untuk tidur sebentar di sofa panjang yang ada di ruangan nya.




Setelah mendapat telpon dari reyfan, dita langsung datang ke meja resepsionis.



"Mbak Tadi ada titipan disini kan? " tanya dita pada salah satu resepsionis.



"Iya mbak ada. ini" Resepsionis itu memberikan flashdisk yang dititipkan reyfan tadi.



"Makasih ya mbak... " Dita mengambilnya dan kembali lagi ke ruangan papanya.



Sesampainya di ruangan papanya dita langsung mengerjakan tugas-tugas yang di berikan papanya.



"Pah... ini Sudah selesai." Dita membawa laptopnya ke meja kerja papanya menunjukkan hasil pekerjaannya untuk dikoreksi.



"mm sudah lumayan dari Sebelum-sebelumnya tetapi..... " Henry menjelaskan panjang kali lebar lagi pada dita tentang hal-hal yang harus di ubah ataupun beberapa hal yang harus ditambahkan.



Hari sudah menunjukkan jam empat sore. Tugas dita untuk hari ini pun sudah selesai.



"Pah... aku pulang duluan ya. Nanti aku mau nginep di rumah andin lagi,, takutnya kena macet dijalan. " Pamit dita.



"Iya... Hati-hati dijalan.. Jangan keluar Malem-malem, diluar bahaya. " Henry mewanti-wanti dita.



"iya pah... tenang aja.. " sahut dita menyalami tangan Henry.



Dita pun pergi meninggalkan kantor dengan di antar pak joko ke rumah andin.



Selama Andin di Indonesia Dita dan vani selalu menginap di rumah andin agar andin tidak kesepian.



Ditengah perjalanan dita mendapat telpon dari jacky.



"Halo bang Jack. "



📱Halo dit,,, lo dimana?



"gue lagi di jalan.. napa? "



📱Lo bisa ke toko yang ada di mall bentar gk?



"Emang mau ngapain? "



📱udah lo kesini dulu.. nanti gua jelasin..

__ADS_1



"Iya iya tunggu disitu. "



*Tuttt*



Sambungan telpon pun terputus.



"Mau apa sih ni anak. " dita ngedumel sendiri.



Dita melihat sekelilingnya. Melihat sudah sampai mana ia sekarang.



"Pak Turunin aku di mall depan aja ya pak. " Ucap dita.



"Gak jadi kerumah Neng andin non? " tanya pak joko.



"ada yang harus aku beli dulu pak. " jawab dita sambil keluar dari mobil.



"Pak... Kayaknya aku agak lama. Jadi bapak pulang aja nanti aku ke rumah andin nya naik taksi aja. " Ucap dita pada pak joko.



"Non yakin.? Tadi kan bapak disuruh bos besar untuk nganter non sampe ke depan rumah neng andinnya. " Ucap pak joko teringat pesan dari Henry untuk mengantarkan dita sampai kedepan pintu rumah andin.



"Udah gak Apa-apa pak. Nanti aku telfon dan bilangin ke papa. " Dita meyakinkan pak joko.




"Pak joko juga hati-hati di jalan. " Tambah dita.



Setelah Pak joko pergi, dita pun masuk ke dalam mall untuk menemui jacky yang sudah menunggunya di toko perhiasan milik Alex.



Sesampainya disana dita langsung masuk ke dalam ruangan khusus yang ada di dalam toko.



*Tokkk tokkk*...



Dita mengetuk pintu terlebih dahulu.


Dan membuka pintu tanpa menunggu sahuttan dari dalam.



"Bang Jack ada apa? " Tanya dita to the point begitu masuk ke dalam.



Jacky Yang sedang sibuk dengan ponselnya menoleh ke arah Dita.



"besok kita ada misi. " ucap Jack serius.



"Misi apaan? " Dita penasaran.


__ADS_1


"Kita berdua ditugassin bang rey buat mengintai di club Night U. " Jawab jacky.



"Ngintai siapa? " Tanya Dita lagi.



"ngintai Bos Pengedar barang-barang terlarang. " Jawab jacky.



"Whatt... Seriuss?? Truss kalau kita udah berhasil mau kita apain? " Dita masih bertanya-tanya.



"Kamu nannyeaaakkk" Ucap Jacky sambil menjulurkan lidahnya.



"Lo jangan gitu gue jijik liatnya." Dita melayangkan sebuah buku ke muka Jack.



"Sakitt monyong... " jacky mengusap wajahnya.



"Lagian lu... gue nanya serius lo malah jawab kayak gitu. " sungut Dita.



"ya kalau kita berhasil ya sisanya tinggal kita serahin ke polisi lah. Tugas kita kan cuma nyari informasi. " Sahut Jacky.



"Oh.. iya yah... lupa gue" Dita memukul jidat.



White Tiger Selalu Mengirimkan dan melaporkan hal-hal yang harus polisi yang menangani lewat pesan Anonim.



Seperti halnya seperti saat sekarang ini. Mengintai bos besar pengedar barang terlarang yang baru keluar dari tempat persembunyiannya selama ini.


Tugas Dita dan jacky hanya mencintai setelah itu mem foto dan mencari tempat yang sering di kunjungi Bos pengedar barang-barang terlarang itu lalu mengirimkan hasilnya ke pihak kepolisian melalui pesan anonim dengan nomor yang tak bisa siapa pun melacak.



"Jadi kita ngintai nya kapan?" Dita masih bertanya.



"Besok malam. Lo bisa kan.? " ucap jacky.



"Besok malam? Gimanaa ya. " Dita terlihat ragu, karena misi kali ini dilakukan malam hari.



"Gimana bisa gak..? " Tanya jacky lagi.



"okay... Gue bisa. nyali gue jadi tertantang. " sahut Dita yakin.



"Ok... jadi besok kita berangkat bareng dari basecamp ya. " ucap jacky.



"iya deh.... ya udah gue balik duluan. bye. " Dita keluar meninggalkan Jacky.



***Bersambung***



Maaf Readers karena author jarang Up🙏🙏


And Terimakasih karena kalian masih setia membaca PYTT❤🌹

__ADS_1


__ADS_2