
"Oh iya mas reyfan...maaf karena sudah menyita waktu mas. Lain kali kalau kita bertemu lagi saya janji akan teraktir mas makan di restoran mahal." Ucap Vano pada reyfan.
"Hah kamu ini... Ya terserah kamu saja. saya pamit dulu. " rey menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Vano dan masuk ke dalam mobilnya.
Setelah mobil reyfan melaju meninggalkan parkiran, Vano kembali masuk kedalam mobilnya lagi dan pergi kembali ke SJ Company.
~~
Sesampainya di SJ Vano langsung masuk ke dalam ruangan papanya.
Sesampainya di ruangan papanya, Vano hanya melihat Robby sepupu jauhnya sekaligus yang menjadi sekertaris papanya, masih berkutat dengan pekerjaannya.
"Rob papa kemana? " Tanya Vano pada Robby.
"Oh itu masih di toilet. " Jawab Robby menunjuk toilet yang ada di sudut ruangan papanya.
Dan akhirnya pun Vano menunggu papanya keluar dari toilet.
__ADS_1
"Van... sudah selesai? Gimana lancar kan? " Tanya papanya begitu keluar dari toilet.
"Sudah pah. Alhamdulillah lancar. " Jawab vano dengan perasaan gembira nya karena hasil Permintaan kerja samanya dengan ABRA Company Disetujui.
Karena pemilik ABRA company sahabat papanya tentu saja mudah bagi vano untuk meminta kerja sama. Tak ada lagi yang bisa diragukan lagi dari kemampuan vano dalam berbisnis dan Henry pun sudah sangat tau dengan kemampuan dari anak sahabat nya itu.
"Bagus..." sahut papanya dan duduk kembali di kursinya.
"pah... tadi om Henry titip salam. " ucap vano teringat pesan Henry sambil melanjutkan langkahnya ke pintu keluar.
Setelah keluar dari ruangan papanya vano kembali ke ruangannya yang ada di samping ruangan papanya.
Tokk Tokkk Tokkk...
"Masukk" Sahut vano dari dalam.
"Pak ini ada titipan paket. " ucap seorang petugas keamanan menyerahkan sebuah kotak pada vano.
"Dari siapa pak. " Tanya vano penasaran.
__ADS_1
"Kurang tau pak. Tadi kurirnya cuma bilang ini untuk pak vano dan katanya sangat penting dan harus cepat sampai pada pak vano langsung. Makannya langsung saya antar pak, takutnya isinya memang sangat penting. " jawab Pak wawan panjang lebar.
"Oh ya sudah terimakasih ya pak. " Ucap vano dan pak wawan pun keluar dari ruangan vano.
setelah pintu ruangan vano tertutup rapat, vano yang penasaran dengan isi dari kotak itu pun langsung membukanya.
Setelah kotak terbuka di dalamnya ada sebuah amplop coklat. Vano pun membuka amplop itu yang isinya ternyata beberapa buah foto.
Vano melihat lihat satu persatu foto itu dengan memicingkan matanya dan setelah melihat semua isi foto itu vano melemparkan nya ke meja sampai jatuh-jatuh berserakan.
"Sudah kuduga... Kalau Keyla memang benerran selingkuh." vano tersenyum pahit.
Selama ini vano memiliki pacar yang bernama Keyla. Keyla yang ingin mengejar cita-cita nya yang ingin menjadi seorang pelukis memutuskan untuk Kuliah di London dan akhirnya Vano dan Keyla pun menjalani yang namanya LDR'an.
Terkadang jika Vano Libur, Vano menyempatkan diri untuk mengunjungi Keyla di London dan jika Keyla pulang ke Indonesia pun Vano selalu ada untuk Keyla. Jika mereka sama-sama sibuk mereka hanya saling bertukar kabar lewat ponsel mereka.
Tetapi belakangan ini sikap Keyla mulai berubah. Keyla yang dulu sangat perhatian dan jika satu hari tak mendengar kabar dari vano pasti langsung menelpon Vano dan memarahi Vano.
Keyla yang sekarang telihat sangat cuek. Terkadang membalas chat dari Vano saja hingga dua hari baru dibalas. jika Vano menelpon ingin menanyakan kabar selalu tak di angkat dengan alasan sibuk.
__ADS_1
Beberapa waktu lalu saat Vano sedang berbicara lewat ponsel dengan Keyla, Vano sempat mendengar suara laki-laki dan posisi Keyla pada saat itu sedang berada di apartemen nya. Tetapi saat Vano bertanya suara siapa Keyla menjawab bahwa itu hanya suara TV yang sedang ia nyalakan. Padahal terdengar sangat nyata di pendengaran Vano.
Vano sempat menduga-duga kalau Keyla selingkuh. Tetapi Vano mencoba untuk selalu positif thinking pada Keyla. Vano selalu berfikir tidak mungkin Keyla menghianatinya dan selalu membuang fikiran fikiran buruk mengenai Keyla akan selingkuh darinya.