
"Jadi kita ngintai nya kapan?" Dita masih bertanya.
"Besok malam. Lo bisa kan.? " ucap jacky.
"Besok malam? Gimanaa ya. " Dita terlihat ragu, karena misi kali ini dilakukan malam hari.
"Gimana bisa gak..? " Tanya jacky lagi.
"okay... Gue bisa. nyali gue jadi tertantang. " sahut Dita yakin.
"Ok... jadi besok kita berangkat bareng dari basecamp ya. " ucap jacky.
"iya deh.... ya udah gue balik duluan. bye. " Dita keluar meninggalkan Jacky.
Setelah selesai berbicara dengan jacky, dita pun keluar toko dan kini dita hendak mampir ke Toko yang menjual makanan ringan dan sayur mayur. Dita teringat stok sayur mayur di rumah andin sudah habis. Kalau ia mengharapkan andin untuk berbelanja sepertinya ia tidak yakin,karena andin tidak mau pergi berbelanja keluar rumah jika tidak ada yang menemaninya ikut berbelanja.Jadi dita sekalian mampir.
Setelah selesai berbelanja kebutuhan memasak, dita pun keluar dari toko dan ingin langsung pulang ke rumah andin.
Brakkk
Semua belanjaan dita terjatuh dilantai. Karena seseorang menubruk nya dari belakang saat orang yang ada dibelakang dita ingin mendahului dita yang juga hendak turun dari tangga yang ada di depan pintu masuk.
"Mbak kalau jalan hati-hati. Liat belanjaan saya jatuh semua. " Ucap dita menarik tangan orang yang sudah menubruk nya dan ingin pergi begitu saja tanpa minta maaf ataupun membantu memunguti barang belanjaan dita yang terjatuh.
"Shhh.. Apaan sih. Sorry gue buru-buru." wanita itu menghentakkan tangan yang di pegang dita dan menoleh kebelakang.
"Elo... "
"Kak clara. "
ucap mereka bersamaan.
Orang yang menubruk dita ialah Clara, kakak tingkat dita di kampus.
__ADS_1
"Sorry Gue gak sengaja. Lagian elo nya aja yang jalannya kelamaan" Ucap clara tanpa rasa bersalahnya.
"Mbak... bukannya minta maaf yang bener malah balik nyalahin orang. " sahut dita yang tak Terima atas sikap merasa tak bersalahnya clara.
"Bodo Amat..cewek miskin kayak lo itu gak pantes belanja di mall tau gk,,, lo itu cocoknya dipasar yang bau amis." Ucap clara merendahkan dita.
Dia tidak tau saja siapa dita sebenarnya. ๐
orang-orang yang lalu lalang pun melihat ke arah kedua wanita itu sambil berbisik-bisik .
Dita yang mendengarnya hanya mengepalkan tangannya menahan emosinya. Jika saja mereka tidak di tempat umum pasti sudah dita jambak-jambak tu clara.
"kalau gak ngebantuin ataupun minta maaf, setidaknya kak clara jangan merendahkan orang lain. Apakah orang miskin gak boleh datang dan belanja di mall? Apa masalahnya buat kak clara? Toh mall ini bukan milik kak clara kan. Semua orang di mall ini juga sama. Sama-sama belanja pake uang, aku juga belanja pake uang bukan pake daun ataupun batu. Jadi mau orang kaya ataupun miskin gak ada bedanya. ngerti. " ucap dita panjang lebar dan memunguti kembali belanjaannya.
"Kak clara,,, Cantiknya plus tapi moralnya nya minus. " Ucap dita lalu pergi meninggalkan clara yang masih setia berdiri mematung setelah mendengar ucapan.
"Heh.. apa kamu bilang barusan. " Teriak clara pada dita yang sudah berjalan meniggalkan nya.
"Awas lo ya..." clara berjalan sambil menghentak hentakkan kakinya.
Dita lebih memilih naik ojek agar cepat sampai dan jika terkena macet pun masih bisa nyelip nyelip.
Setelah beberapa menit di jalan dita pun sampai di rumah andin.
Tingg Tung....
dita memencet bel yang ada di depan pintu andin.
Tak menunggu lama andin datang dan membukakan pintu untuk dita.
"ndin... " Dita masuk dan langsung ke dapur untuk menaruh bahan-bahan masak yang sudah ia beli tadi.
"kamu belanja banyak banget dit. " Andin membongkar semua isi kantungan plastik yang Dita bawa.
__ADS_1
"Gue belanja banyak untuk stok kita,, biar kalau malem pun kita gak kebingungan mau makan apa. " Sahut Dita menyusun bahan-bahan untuk memasak di dalam kulkas dan langsung dibantu oleh andin.
"Vani belum dateng? " tanya Dita yang hari sudah hampir maghrib tapi belum melihat vani di rumah andin.
"Belum,, katanya tadi dia mau jemput adiknya dulu di rumah temennya. " jawab andin.
"Oh... ya udah kita masak dulu. " ajak Dita.
"Padahal tuan rumahnya gue, tapi kenapa gue yang jadi kayak tamunya ya. " ucap andin menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Haha iya juga ya." Dita dan andin pun jadi tertawa bersama.
"Ah ya udah deh yuk kita masak aja dulu. "
Dita dan andin memasak sayuran dan ikan yang sudah di beli tadi.
Ting Tung....
"Ndin mungkin itu vani. " Ucap Dita.
Andin pun ke pintu utama membuka pintu melihat siapa yang datang.
"Van... yuk masukk masukk..." Andin mempersilahkan vani yang baru saja datang.
"Wihh wangi banget. Kalian lagi masak ya? " Baru masuk vani langsung bisa mencium aroma masakan yang begitu menggugah selera.
"Iya yuk ke dapur kebetulan sayur nya udah pada mateng. "
Andin dan vani pun langsung ke dapur.
"Hey dit.. " panggil vani pada Dita yang tengah sibuk menaruh lauk pauk ke meja.
"hey yuk kita makan dulu. " Ajak Dita.
__ADS_1
"Pas banget gue lagi laper. hehe" kekeh vani langsung duduk.
Mereka bertiga pun mulai menyantap makanan mereka sambil diselingi obrolan obrolan yang mengundang tawa mereka.