Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 32


__ADS_3

Seulas Senyuman pun tercetak dibibir mamanya melihat foto dua anak kecil yang berbeda usia itu.


"Nak,,Kamu sudah ketemu belum sama dia?" Tanya sangat mama.


"Sudah ma. Tapi dia gak inget lagi sama vani." Jawab vani dengan masih menatap foto itu.


"wajar kalau dia gak inget sama kamu. Lihat kalian berpisah saat masih sekecil ini dan bertemu kembali setelah kalian sudah sebesar ini nakk. " ucap santi menunjuk foto dan beralih memegang pundak vani.


"hmm... iya juga sih ma. " Vani mendengus.


\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=


Libur semester pun tiba....


Andin yang sudah berjanji pada kedua sahabatnya untuk pulang ke Indonesia pun menepati janjinya.


Kini Andin telah tiba di bandara Soekarno-hatta. Ia berjalan sambil mengetikkan sesuatu di ponselnya.


Bukkkk.....


Seseorang menabrak Andin.


"Astagaa HP ku.... " Pekik Andin yang melihat ponselnya kini sudah tergeletak di lantai.


"Maaf mbak.. Saya gak sengaja..." Ucap seorang pria yang menabrak Andin sambil membungkuk mengambil ponsel Andin yang terjatuh.


"ini HP nya mbak. " Pria itu memberikan ponsel Andin.


Seketika tatapan mereka bertemu.


"Kamu"


"Kamu"


Ucap Andin dan pria itu bersamaan.


Pria itu yang tak lain ialah Aldian.


"Maaf... Sepertinya layarnya retak. Saya akan mengganti kerugiannya. " Ucap aldian.

__ADS_1


"Gak Usah... Lagian cuma retak dikit. " Sahut Andin setelah melihat layar ponselnya.


"Yakinnn? " Tanya Aldi lagi.


" iya gak usah... kalau gitu saya pergi dulu. " Andin pun pergi meninggalkan Aldi yang masih berdiri di tempatnya.


"Cuekk Amat..." Aldi menyunggingkan bibir sambil menatap kepergian Andin yang mulai tak terlihat lagi dari pandangannya.


Sebuah mobil mewah pun berhenti tepat di hadapan Andin.



"Cepet banget pak Maman nyampenya."


Andin yang mengira itu mobil milik keluarganya pun masuk kedalam mobil itu.


" Jalan pak. " Ucap Andin pada sangat supir setelah ia duduk dan menutup pintu.


"maaf mbak... mbaknya siapa ya? " Tanya sangat supir setelah melihat Andin yang tiba-tiba masuk.


" Pak saya andin... Bapak siapa ya.? Bapak Anaknya pak maman ya? " Andin balik bertanya setelah menyadari bahwa yang menyupir bukan pak maman tetapi orang lain.


"Tapi pak... " Ucapan Andin terpotong karena pintu sebelahnya terbuka.


"Kamu... " Tunjuk Andin melihat seseorang yang kini tengah duduk disampingnya. Yang tak lain ialah Aldian.


"Kamu ngapain masuk ke mobil saya? " protes Andin pada aldi yang kini dengan santai nya duduk disamping Andin.


Aldi yang mendengar ucapan Andin pun mengernyitkan dahinya dan menyunggingkan bibirnya.


"Kamu yakin ini mobil kamu? " Tanya Aldi yang tidak kaget lagi melihat Andin di dalam mobilnya.


Karena tadi saat ia mau menghampiri mobilnya, dari kejauhan Ia melihat andin masuk kedalam mobilnya. Awalnya ia ingin memanggil andin tetapi ia berfikir kalau Andin mungkin butuh tumpangan jadi ia membiarkannya.


Aldi fikir mungkin dengan memberi Andin tumpangan setidaknya mengurangi rasa bersalah karena sudah membuat layar ponsel Andin retak.


Tetapi Ketika Aldi sampai didalam mobilnya Semua diluar dugaan nya.


Andin yang ia kira masuk ke mobilnya karena butuh tumpangan ternyata Salah masuk mobil. Awalnya Aldi ingin menertawakan Andin yang mengatakan itu mobilnya, tetapi ia tahan.

__ADS_1


"Ya,,,, yaaakin lah... " Jawab Andin terbata.


"Mbak...ini mas Aldi pemilik mobil ini dan mbak salah masuk mobil." jelas sang supir.


''tapp.... "


ucap andin terpotong karena ponselnya berbunyi.


"hallo pak."


"......"


Andin menoleh ke belakang dan andin pun bisa melihat sebuah mobil hitam berhenti tepat di belakang mobil yang ia naiki.


"Oh iya Pak... Terimakasih" Andin memutuskan sambungan telponnya.


"Maaf saya salah masuk mobil." Andin menunduk menyadari kesalahannya.


"iya gak apa-apa. Kalau kamu mau saya bisa mengantarkan kamu ke tempat tujuan kamu. " Tawar Aldi.


"Gak perlu. mobil saya sudah menunggu dibelakang." Andin menunjuk arah belakang, spontan aldi lansung menoleh ke arah yang ditunjuk Andin. Aldi bisa melihat mobil hitam yang terparkir di belakang mobilnya memang mirip dengan mobil miliknya. Pantas saja Wanita yang kini masih duduk disampingnya itu bisa salah masuk mobil.


" Saya permisi dulu. " Pamit Andin yang dibalas dehemman oleh aldi.


Saat Andin sudah keluar dari dalam mobil aldi, ia tetap saja masih menundukkan kepalanya menahan rasa malunya karena sudah salah masuk mobil.


Sedangkan aldi yang melihat tingkah Andin dari dalam mobilnya pun menggelengkan kepalanya.


"Dasar Wanita...ck..." Aldi berdecih mengingat tingkah laku Andin yang menggemaskan menurutnya.


Sesampainya Andin di dalam mobilnya, Andin pun bernafas dengan lega.


"Astaga... astagaa... kok bisa sih gue salah masuk. Udah salah Pake ngotot lagi. " Andin menepuk jidatnya.


"Apakah nona baik-baik saja? " Tanya sang supir yang heran melihat tingkah anak majikannya itu.


"ehh saya baik-baik aja kok pak" jawab andin.


\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=

__ADS_1


__ADS_2