
"Yahh... gak kena..." Lirih dita ketika tembakannya tak tepat kena sasaran.
"Gak Apa-apa... Kamu kan baru belajar... jadi wajar aja kalau belum kena..." Rey mencubit hidung dita.
"ihh... kak Rey... Sakit tau'..." Dita meringis , dan disambut gelak tawa oleh rey.
Dua jam berlalu , rey dan dita pun menyudahi latihan mereka.
"Pak aku pulang dulu ya..." Pamit dita pada alex.
"iya nak..." Ucap alex " Rey... Hati-hati jangan terlalu ngebut kalau bawa mobil..." Alex memperingati anaknya karena ia tahu kalau rey suka mengebut kalau bawa mobil.
"iya Dad..." Sahut Rey.
Dita dan rey pun pergi meninggalkan alex seorang diri didalam ruangannya.
*
Mobil yang dikendarai rey pun tiba tepat di depan gerbang rumah dita.
"bye kak..." Dita melambaikan tangannya setelah menutup pintu mobilnya.
" Bye dit... see you next time ya..." Balas reyhan dan kembali mengemudi meninggalkan dita.
* *
> Ricko Cafe <
"Uhh... kenyang juga gue..." Vani mengelap bibirnya dengan tisu setelah menghabiskan semua makanannya.
Setelah selesai makan dan membayar tagihannya , vani pun keluar dari cafe.
"Aww..." Ringis vani , ketika ada seorang wanita yang menyenggol kasar pundak nya sampai ia terhuyung.
" Mbak... mbak punya mata gak sih.... buta emang ya..." Omel vani menguatkan volume suaranya ketika melihat wanita yang menyenggol nya terus berjalan melewatinya tanpa meminta maaf terlebih dahulu padanya.
Dan seperti yang difikirkan vani , wanita itu pun berhenti ketika mendengar omelan vani.
Wanita itu pun berbalik menatap ke sekelilingnya , namun ia tak melihat siapa-siapa selain dirinya dan vani . Wanita itu pun berjalan mendekati vani.
" Kamu barusan ngomong sama saya..???" Tanya wanita itu dengan nada tak sukanya.
"nggakk... gue barusan ngomong sama tembok..." Jawab vani dengan ketus. "Ya...elu lah...jadi siapa lagi manusia disini selain kita berdua Maemunahhh...." Vani memutar bola mata malas . Karena memang hanya mereka berdua yang melintas di koridor menuju pintu keluar cafe.
"Jadi...yang elo bilang buta itu gue...ha..." Ucap wanita itu dan semakin berjalan mendekati vani.
"Iya... Kan elu yang nyenggol gue...emang loe gak liat badan gue segede ini..." balas vani menatap tajam wanita itu.
" Ya... salah lo sendiri...ngapain lo
berdiri disitu..." ucap wanita itu tak kalah tajam menatap vani.
" mbak... jalan kan masih lebar..jelas-jelas gue berdiri di pinggir..." balas vani lagi.
" Ya... suka-suka gue lah..." Ucap wanita itu dengan nada sombongnya.
" Lo ya... udah salah bukanya minta maaf...ini malah nyolott..." Vani semakin dibuat emosi .
"mell..." Panggil seorang laki-laki yang berjalan di belakang vani.
__ADS_1
"Lo......" Ucap wanita itu terpotong karena seseorang memanggilnya.
" kamu kenapa sayang... kok kamu marah-marah gitu sih??" Tanya laki-laki itu.
" itu sayang... tu cewek stress yg gak jelas tiba-tiba Marah-marahin aku.." wanita itu bergelayut manja sambil menunjuk vani.
Laki-laki itu pun menoleh ke arah yang di tunjuk wanita itu.
"Vani..." Ucap laki-laki itu .
"Ivan..." lirih vani.
" Sayang... kamu kenal sama dia...?" Tanya melly wanita yang bersama ivan.
"iya sayang...dia mantan aku..." jawab ivan.
"Ouhh... jadi ini mantan kamu yang kamu bilang susah move On dari kamu ...." ucap melly dengan nada suara yang terdengar mengejek vani.
"What... Susah move on...Gue gak salah denger..." Vani tak terima.
" Lah... kan emang iya... Lo susah move on dari gue... buktinya sampek sekarang aja Lo masih ngejomblo..." Ivan Menyunggingkan sebelah bibirnya.
" Gak usah sok tau deh lu van..." Ketus vani.
" Kenyataannya kalee..." ejek melly.
"Cayangg...." Ucap manja seorang laki-laki tiba-tiba merangkul pundak vani dari belakang .
"Kak rendi..." lirih vani dan tersenyum lebar ketika melihat seorang rendi tiba-tiba datang dan memanggilnya sayang.
"Kalian tadi bilang apa ke pacar saya... enak aja sembarangan bilang pacar saya jomblo..." Ucap rendi semakin merangkul erat pundak vani. Sedangkan vani hanya tersenyum-senyum tak jelas seperti terhipnotis dengan ketampanan rendi.
" Bener tu...cewek elu...mending kalian pergi..." timpal rendi.
"Diem lu..." ketus ivan dan menarik balik tangan melly dan berlalu dari hadapan rendi dan vani .
"Makasih...Kak... kalau gak ada kakak , aku udah bingung harus gimana lagi ngadepin pasangan yang sama gi*anya itu...." ucap vani setelah kepergian ivan dan melly.
"haha...iya iya..." balas rendi sedikit tertawa mendengar perkataan vani.
" kak rendi jugak kerenn..." ucap vani lagi , tanpa memutuskan pandangannya dari rendi.
Rendi yang mendengarnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu mau pulang..??" tanya Rendi.
"iya kak..." jawab vani. " Kakak mau bareng sama aku...?" tanya vani lagi.
"eh..enggak... aku masih ada urusan disini..." jawab rendi.
" ouh.. kirain kakak juga mau pulang tadi... kalau gitu aku duluan ya...bye kak..." Pamit vani.
"iya..hati-hati di jalan..." ucap rendi dibalas anggukan oleh vani .
Vani pun keluar dari cafe dan berjalan menuju parkiran.
_
" Astagaa... jantung gue rasanya mau copot..." ucap vani setelah masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
(**C**ayanggg,,,,, Cayanggg,,,, Cayanggg) Kata-kata itu masih terngiang-ngiang di fikiran vani.
Setelah beberapa menit terdiam di parkiran , vani pun kembali melajukan mobilnya.
* * *
Hari pun telah berganti Hari.
"bik...bibik..." panggil dita.
"iya non... ada apa??" sahut bik ijah yang baru datang dari dapur.
"mami kemana ya bik??" tanya dita mencari maminya .
Memang belakangan ini mama fina (mamanya dita) lebih sering dirumah dan kebutik hanya sesekali hanya untuk mengontrol . Karena kesehatannya yang menurun , jadi ia menggunakan salah satu kamar kosong dirumahnya yang ia sulap menjadi ruang kerjanya untuk merancang gaun-gaun terbaiknya .
"Ohh...nanti kalau mami pulang bilangin kalau aku ke kafe tante siska ya bik..." Pesan dita.
" iya non... nanti bibik bilangin ke buk fina..." Ucap bik ijah .
" oke bik... makasih..." ucap dita dan berlalu pergi.
> Ricko Cafe
Setelah tiba di cafe , dita pun masuk dan mencari seseorang yang sudah menunggu nya.
"Hei... udah lama Lo...?" Tanya dita pada vani ketika ia baru saja duduk.
"belum sih..." jawab vani dan meminum minumannya yang baru saja datang.
_
Ditengah-tengah percakapan antara vani dan dita , seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.
" Dita..." Panggil wanita paruh baya itu.
"Tante siska..." dita langsung memeluk siska.
"Tante kangen sama kamu..." siska semakin mengeratkan pelukannya.
" aku juga tante..." balas dita kemudian melepaskan pelukannya. "Tante sih..
keseringan bolak-balik ke London... kan kita jadi jarang ketemu..." dita mengerucutkan bibirnya.
"ya...mau gimana lagi... sepupumu itu kalau 3 hari aja gak ketemu tante ,, uhh..udah deh..katanya serasa 3 tahun gak ketemu..." ucap siska dan mereka pun tertawa bersama , sampai melupakan seseorang yang sedari tadi bersama mereka yang hanya bisa melihat intraksi antara tante dan keponakannya.
"Jadi gue dilupain nih..." Ucap vani sambil mengaduk-aduk minumannya.
"hehehe...Sorry...Lupa gue.." dita menyengir.
" tante kenalin... ini sahabat aku vani.." Ucap dita pada siska.
"Vani tante..." vani mengulurkan tangannya.
"Siska... Tantenya dita..." siska membalas uluran tangan vani.
Ketiganya pun melanjutkan Percakapan mereka , saling berbagi cerita , bersenda gurau Serasa dunia hanya milik mereka bertiga.
Bersambung......
__ADS_1