Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 27


__ADS_3

Dita pun pergi mengendarai motor pemberian rey. Dengan mengenakan Hoodie hitam dan helm hitam semua yang ia kenakan serba hitam kecuali sepatunya yang berwarna putih.


''Ada apa lagi tuh...'' Ucap dita yang dari jauh melihat beberapa orang sedang berkelahi.


''Malah main keroyokan lagi.. dua lawan enam orang. Kasihan juga tuh yang cuma dua orang'' Dita pun menjalankan kembali motornya mendekati mereka yang berkelahi.


Dita memberhentikan motornya tak jauh dari sekelompok orang itu dan dita begitu jelas melihat wajah-wajah orang yang di keroyok itu.


''Kak Al... Kak Vano...'' Lirih dita.


Melihat dua orang yang sangat ia kenal sedang di keroyok enam orang yang berpenampilan seperti preman tentu saja dita tak bisa tinggal diam.


Dita mengegas motornya berulang-ulang sampai mengeluarkan suara keras dan asap tebal. Sontak orang-orang yang sedang sibuk baku hantam pun berhenti saling mukul memukul, Tendang menendang Semuanya fokus menatap tajam kearah dita.


Dita pun menjalankan motornya melewati preman-preman itu dengan satu ban terangkat tepat di hadapan para preman itu. Setelah melewati mereka dita pun dengan cepat memutar motornya menghadap preman-preman itu sampai meninggalkan tanda hitam di aspal.


Dita pun turun dari motornya dengan tetap memakai helm dan kaca helm yang tetap tertutup.


Dengan satu jari telunjuk dita menantang preman-preman itu. Dua preman pun mendekat kearah dita.


'' Nantangin lu...'' ucap salah satu preman dan menendang kearah perut dita dan dita pun dengan gerakan cepat menghindar dari tendangan itu .


''Kurang ajar...'' Umpat preman itu.


Perkelahian pun dimulai lagi dan kali ini setiap satu orang melawan dua preman.


Aldi yang tadinya sudah hampir lengah dan tak berdaya kini mulai bangkit lagi dan semangat mengahadapi dua preman.


Aldi dan Vano seperti diberikan suntikan tenaga lagi setalah melihat orang misterius membantu mereka.


Dalam dua menit dita pun sudah mengalahkan dua preman itu. Dita meliat kearah Aldi dan vano yang masih melawan empat preman. Dengan sigap dita pun membantu Vano dan Aldi melawan preman itu.

__ADS_1


Dita memperhatikan vano dan Aldi yang sepertinya sudah kelelahan menghadapi preman yang kini tinggal menyisahkan dua orang yang bertubuh tinggi dan kekar. Akhirnya dengan gerakan tangan dita memberikan kode pada vano dan Aldi agar mereka mundur.


Vano dan Aldi pun mundur sesuai arahan dita dan dita pun maju menggantikan mereka.


Dita pun mulai melawan dua preman itu.


Dengan gerakannya yang gesit satu dari dua preman yang ia hadapi pun sudah terkapar dan tinggal satu preman lagi.


'' Bang Awasss...'' Teriak Aldi dan Vano bersamaan.


Dita pun menoleh kebelakang.


Shettt


Satu preman yang di belakang dita hampir menusuk Dita dan untungnya dita cepat mengelak begitu mendengar teriakan dari Aldi dan vano.


Tak membutuhkan waktu lama dua preman itu pun dapat dikalahkan dita dengan tendangan terakhir di dada dan wajah preman yang hampir menusuknya tadi sampai mengeluarkan darah segar dari bibirnya.


''Makasih ya bang udah ngebantuin kami.'' Ucap Aldi pada dita.


''Bang...Bang...dikira gue Abang-Abang..'' Batin dita ingin tertawa.


Vano dan Aldi yang tak mengetahui jika yang membantu mereka adalah dita mengira jika dita seorang laki-laki.


'' Iya bang makasih ya... Kalau gak ada abang gak tau gimana nasib wajah kami yang Tampan ini...'' Sahut vano yang dibalas anggukan oleh dita.


''Ih PD banget nih orang... Lebih Tampannan lagi Mass Taehyung ku.'' Batin dita lagi memanyunkan bibirnya di balik kaca helmnya.


Dita pun pamit pergi pada vano dan aldi dengan menganggukkan kepala dan ia pun kembali mengendarai motornya.


'' Makasih bang...'' Ucap Aldi ketika dita membunyikan klakson saat melewati mereka.

__ADS_1


''Bang... I Love U...'' Teriak Vano lagi dan masih didengar oleh dita.


'' Gil*...'' Dita mengeleng-gelengkan Kepala mendengar ucapan vano.


*


Vano dan Aldi pun kembali masuk kedalam mobil.


''Keren juga tu cowok... Lu liat gak tadi gerakan dia ngelawan preman tadi gesit banget. Empat preman dia kalahin. Lu bayangin kalau cowok tadi gak dateng yang ada pastinya kita kalah. Secarakan kita Cuma berdua mereka Berenam.'' Ucap Aldi Panjang Lebar.


''Iya... Kayaknya tu cowok udah sangat Pro... gua liat tadi juga gerakannya macem-macem. Kalau gak salah tadi ada Silat, Muay Thai, Terus Krav Maga juga ada.'' Vano membayangkan kembali saat laki-laki misterius membantu mereka melawan preman-preman.


''Nah bener tu... gua tadi juga liatnya gitu. Untung dia udah pro kalau enggak,,, gak tau itu pisau udah nembus mana...'' sahut Aldi yang juga membayangkan hal yang sama.


''Kapan-Kapan kalau gua ketemu sama abang yang tadi, gua mau minta ajarin Jurus yang kayak tadi ahh biar gua tambah kerenn'' Ucap vano lagi.


''Gaya banget Lu... emang elu kenal muka orang nya gimana.. Lu liat kan tadi dia pake helm terus. Mau gimana elu ngenalinnya cobak'' Sahut Aldi mengeleng-gelengkan kepalanya mendengar perkataan vano.


'' Tadi gua udah Hapallin nomor BK motor nya dia. Jadi Suatu saat kalau nemu tu motor udah pastinya yang bawa abang yang tadi.'' Vano kembali mengingat-ingat Huruf dan Angka BK motor dita.


''Tapi Buat apa ya preman-preman tadi ngejar kita. kita tawarin duit juga dia gak mau terus malah nyerang kita.. Mau mereka apa cobak.. heran gua.'' Aldi memikirkan Preman-preman yang menyerang mereka tadi.


'' gua juga Heran.. Ah Yang penting sekarang Kita selamat.'' Sahut Vano yang duduk di Samping Aldi yang sedang menyetir.


Bersambung


Hai readers... Terimakasih Udah mau baca 'Pertemuan Yang Tak Terduga' Dan terimakasih juga untuk kalian yang udah kasih komentar positif di novel ini .


Komentar kalian Jadi Penyemangat untuk Author.


Terimakasih I Love You All readers โค๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐ

__ADS_1


__ADS_2