
Di dalam Ruang kerja papa nya yang ada di rumah, kini Vano tengah mendengarkan informasi yang di dapat oleh orang suruhannya.
"Setelah saya cek rekaman CCTV-nya Semuanya bersih tak ada yang tersisa. Kelihatannya semua rekamannya sudah di hapus. Bahkan orang yang mengeroyok anda juga hilang tak ada jejak sama sekali. Yang terakhir terlihat di Rekaman CCTV yang ada di jalan itu Ada dua mobil yang datang menyusul Dan setelah itu CCTV-nya mati. Kelihatannya itu kawanan wanita bermotor itu tuan. " Jelas orang suruhan Vano panjang lebar.
Vano masih terdiam menyimak dan mencerna semua yang dikatakan orang suruhannya.
"Siapa orang hebat yang sudah menolongku. Aku yakin dia bukan orang sembarangan. " Vano menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, menengadahkan kepalanya menatap langit-langit rumah.
"Iya papa juga mikir begitu. Dan papa yakin juga ada Orang-orang kuat lainya yang ada di belakangnya. Sehingga iya dengan mudahnya menghapus semua jejaknya dengan bersih dan rapih. " Tambah Wiharto.
"Dan kenapa dia seperti sengaja menyembunyikan identitasnya??" Vano heran dengan yang ia lihat dua kali ini.
orang misterius yang sudah dua kali menolongnya dan langsung pergi tanpa berita dan pamrih.
"Nah itu dia permasalahannya. Mungkin dia tidak mau orang-orang mengetahui identitasnya. Dan mungkin saja dia orang berpengaruh sehingga ia tidak mau seseorang melihatnya jika di tempat umum. " Segala kemungkinan yang melintas di fikiran wiharto.
Vano masih terdiam. Mungkin ada benarnya juga yang dikatakan papanya.
"Oh iya tuan. Ini Sapu tangan yang anda cari. Saya mendapatkannya di tong sampah UGD, dan untungnya saat saya datang, sapu tangannya masih ada. " Johan memberikan sapu tangan yang digunakan untuk menutup luka Vano saat tertusuk.
Vano mengamati sapu tangan berwarna krem muda yang kini sudah bercampur dengan warna merah darah.
"Ok terimakasih atas informasinya hari ini. Dan kamu sudah bisa pulang. " ucap Vano.
__ADS_1
"Baik tuan saya permisi. " pamit johan dan pergi meninggalkan Vano dan wiharto di ruang kerjanya.
"Pah aku juga balik ke kamar dulu." Pamit Vano juga pada wiharto.
Vano pun keluar dari kamar papanya dan berjalan ke dapur.
"Bik... Tolong ini dicuciin ya." Ucap Vano memberikan sapu tangan yang terbungkus plastik transparan itu pada Bik mina.
"Baik den. Nanti bibik cuciin. " Bik mina pun bergegas masuk ke tempat pencucian untuk merendamnya lebih dulu.
*
*
Sore hari Dikediaman Abraham, Henry dan fina bersiap siap untuk pergi kerumah sahabat mereka.
"Ayo dong nak. Emang Kamu ada urusan apa lagi sih.? " Bujuk mama fina pada Dita yang menolak untuk ikut.
"Aku udah janjian sama vani untuk ngerjain tugas bareng mah... Ini dosennya cerewet banget dan besok pun harus cepet di kumpulin. " Jujur Dita yang memang akan pergi ke rumah vani.
"Ya sudah. Mama sama papa pergi dulu. Kamu nanti perginya juga hati-hati. " Ujar mama fina menepuk bahu Dita.
" Okey Mah. " Sahut Dita.
__ADS_1
Setelah beberapa menit mama papanya pergi Dita juga menyusul pergi ke rumah vani dengan mengendarai mobilnya yang jarang ia pakai.
Sebelum sampai dirumah vani, Dita mampir ke minimarket untuk membeli beberapa cemilan untuk menemani di sela-sela mereka mengerjakan tugas.
Setelah selesai memilih beberapa jajanan Dita pun menyerahkannya pada penjaga kasir.
"Sudah mbak hanya ini? Tidak ada tambahan lainnya? " Tanya sang penjaga kasir.
"Tidak ada mbak. " Jawab Dita.
Tiba-tiba dari arah pintu tiga orang pria bertubuh kekar dengan topeng yang menutupi wajahnya masuk ke dalam dan menodongkan pistol ke arah penjaga kasir dan Beberapa pengunjung.
"Angkat Tangan Kalian dan tiarap. Kalau tidak kalian akan mati. " Ucap salah satu preman.
Semua orang yang ada di dalam minimarket itupun mengikuti apa yang dikatakan preman itu. Termasuk juga Dita.
Beberapa pengunjung dan penjaga kasir panik dan ketakutan. Karena preman itu membawa senjata api dan senjata tajam.
Tapi lain halnya dengan Dita, yang masih tenang dan tidak panik seperti yang lainnya.
"Cepat ambil semua barang berharga mereka dan ambil semua uang yang ada di laci kasir. " perintah salah satu preman pada kedua temannya.
Bersambung....
__ADS_1