Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 15


__ADS_3

 


Ketiganya pun melanjutkan Percakapan mereka saling berbagi cerita , bersenda gurau Serasa dunia hanya milik mereka bertiga.


 


"Tan... Tumben-tumbenan hari minggu cafe tante gak ada hiburannya..?¿!" Tanya dita di sela-sela tawa mereka.


"Tante juga gak tau...tante aja baru sempet dateng hari ini... jadi si Rinka belum kasi Laporan..." Jelas siska.


"Ouhh... Aku mau cobak nyanyi ahh tan...biar gak terlalu garing banget suasana disini..." Dita berinisiatif.


" Terserah kamu aja deh dit... Anggap aja kamu lagi konser..." Ucap tante siska.


"Ah.. bener tu... Lumayan kan... para pengunjung dapet hiburan..." Timpal vani sambil melihat ke sekelilingnya yang sangat ramai dan memang di setiap hari minggu pengunjung selalu bertambah ramai dari hari-hari biasa.


Sebagian besar pengunjung yang datang kebanyakan anak-anak muda yang sedang berkencan ataupun bersama teman-teman mereka , karena Design interior cafe milik siska sangat modern dan sangat cocok untuk anak jaman sekarang.


"Oke dehh..." Ucap dita dan memakai kaca mata hitamnya dan berjalan mendekati panggung.



Setelah sampai di panggung dita pun membuka sebuah Aplikasi bewarna merah di ponselnya dan memasang sebuah instrumen musik , sebuah lagu terbaru boy grup dari korea selatan dan menyambungkannya ke loupspeker yang sudah tersedia disitu.


Setelah sudah tersambung , dita pun mulai menyanyikan nya.


> BTS ~ Butter <


Smooth like butter


Like a criminal undercover


Gon' pop like trouble


Breakin' into your heart like that


Cool shade stunner


Yeah I owe it all to my mother


Hot like summer


Yeah I'm makin' you sweat like that


Break it down


Oh when I look in the mirror


I'll melt your heart into two


I got that superstar glow so (Ooh)


Do the boogie like


Side step right left to my beat (Heartbeat)


High like the moon rock with me baby

__ADS_1


Know that I got that heat


Let me show you 'cause talk is cheap


Side step right left to my beat (Heartbeat)


Get it? let it roll...


_


Para pengunjung cafe yang mengetahui lagu itupun ikut bersenandung menyanyikannya.


Setelah beberapa saat dita pun selesai bernyanyi.


Terdengar suara tepukan tangan dari para pengunjung...dan.....


"Lagi.... Lagiii... Lagiii...." Ucap para pengunjung yang menginginkan dita bernyanyi lagi.


Dan dengan senang hati pun dita menyanyikan satu buah lagu lagi untuk menghibur para pengunjung.


*


"Woww....tadi kamu keren baget dit..." vani mengacungkan dua jari jempolnya pada dita.


"ah...biasa aja..." ucap dita pada vani .


" iya tuhh...bener kata vani... kamu itu keren banget tadi..." Timpal tante siska.


> Dimeja Lain...


"Iya... kayaknya tu penyanyi baru ni cafe deh...soalnya gue baru liat tu cewek...." Tambah Al , Sedangkan vano hanya diam dan vokus dengan ponselnya.


Satupun diantara mereka bertiga tak ada yang menyadari kalau penyanyi itu adalah dita . Pada saat dita bernyanyi dipanggung , ia menggunakan Kaca mata hitamnya...tanpa mau melepasnya karena itu pertama kalinya ia bernyanyi di muka umum jadi ia memakai kaca mata hitamnya untuk mengurangi rasa gugupnya.


*


"Tan... kami duluan ya..." ucap dita pada siska.


"Kalian mau pulang??" Tanya siska dan di balas anggukan oleh dita dan vani. "Oh...kalau gitu ikut ke ruangan tante bentar yuk...biar nanti kita barengan...tante juga mau mampir kerumah kamu ..." Tambah siska.


"eh... van... elo kalau mau balik duluan juga gak apa-apa... biar gue nanti bareng tante gue aja..." Ucap dita pada vani..


"Ohh... yaudah deh... gue luan ya... bye..." vani melambaikan tangannya.


" bye..." Balas dita juga melambaikan tangannya.


Setelah Kepergian vani dari cafe , Siska dan dita pun berjalan menuju ruangan siska yang terletak di lantai dua cafe.


"Rinka..." Panggil siska pada Asisten nya yang serius dengan Laptopnya sampai tak menyadari kedatangan siska dan dita.


"eh...buk siska..." Rinka bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri siska yang sedang duduk di sofa , dengan membawa sebuah Map berwarna merah ditangannya.


" Rin...itu penyanyi panggung kita yang biasa kemana..??" Tanya siska sambil tetap fokus membaca dan membalik Lembaran Map yang berisi laporan pemasukan cafe yang diberikan rinka.


" Itu buk... kemarin dia mengundurkan diri..." Jawab rinka.


"Ohh...Truss kamu udah dapet penggantinya.??"

__ADS_1


"Belum buk..." rinka menggelengkan kepalanya


"mm....yaudah deh... besok coba saya tanyain kenalan saya... sapa tau dia dan teman-temannya bisa nyanyi disini...." ucap siska.


"iya buk..." Rinka mengangguk.


"Kalau begitu saya pulang dulu , Saya nitip cafe lagi ke kamu..." Siska menepuk-nepuk pelan pundak siska. dan dibalas anggukan oleh rinka.


Siska pun berdiri dari sofa dan keluar dari ruangannya diikuti dita disampingnya meninggalkan rinka sendiri di ruangan itu.


_


" Dit...Suara kamu kan bagus... gimana kalau kamu aja yang nyanyi di cafe tante..." Tawar siska ketika mereka baru saja memasuki mobil siska.


"mm...gimana ya..." dita berfikir.


"iya dong dit... cuma di hari minggu aja kok.. untuk sementara aja. Sampai nanti kalau tante udah dapet penggantinya " Bujuk siska.


"Oke deh tan..." dita menerima permintaan tantenya.


"Makacih...keponakan tante..." siska memeluk dita. "kamu tenang aja... kamu tante gaji kok..."Tambah siska.


 


* * *


 


"Pagi pah...Mah." sapa dita yang baru turun dari tangga , menyusul Henry dan Fina di meja makan.


" Pagi sayangg..." Sahut Henry dan fina berbarengan.


Dita merasa kebahagiaan nya bertambah dan hari-hari nya terasa lebih berwarna , karena ia bisa berkumpul lagi bersama kedua orang tuanya.


Papa...Mama nya yang kemarin-kemarin sempat hampir tidak memiliki waktu untuk berkumpul bersama karena kesibukan mereka di kantor dan di butik . Dan Kini Mereka Sudah tidak sesibuk dari hari-hari yang sudah lalu , sekarang mereka lebih sering menyempatkan diri dirumah dan menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama keluarganya.


"Kamu berangkat bareng papa aja ya..." tawar Henry.


" Gak usah pa... aku nanti di jemput sama vani ...Palingan bentar lagi dia nyampek..."Tolak vani..sambil memakan roti yang sudah di olesi selai stroberi.


Tak lama setelah dita berbicara terdengar suara klakson mobil dari depan gerbang.


"Tuh kan pa...Panjang umur...baru jaga di bilangin..orang nya udah muncul aja..." ucap dita lagi yang di balas senyuman dan anggukan oleh henry.


" Kalau gitu... aku ke kampus dulu ya Pa..Mah" Dita menyalami tangan papa dan mama nya.


"Iya nak... hati-hati ya.." ucap henry yang dibalas anggukan oleh dita dan pergi setelah mengambil sepotong roti untuk ia makan lagi di dalam mobil vani.


_


Sesampainya mereka di kampus bertepatan dengan akan dimulainya kelas mereka . belum lama mereka duduk dosen mereka datang dan mereka pun duduk diam dan mendengarkan dosennya yang memberikan tugas untuk mereka kerjakan.


Bersambung....


Terimakasih untuk kalian yang sudah mau dan sudi untuk membaca novel saya ini....🙏🏻🙏🏻 😊 Walaupun tidak di like tapi aku udah bersyukur kalian udah mau baca...🥰🤗


Follow my ig 👉 @mirans_nvl 😁😅😊

__ADS_1


__ADS_2