Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 36


__ADS_3

"Ruang memanah. " jawab Jacky.


" yuk lah aku ikut,,, dah lama juga aku gak kesana." Dita dan Jack berjalan ke ruang memanah.


Dita dan Jacky Terlalu mendalami kemampuan memanah mereka, sampai hari sudah semakin sore.


"Bang Jack udah jam berapa? " Tanya Dita sambil fokus membidik targetnya.


Jacky Melihat jam tangannya "Jam 04.35 sore. "


"Astagaa... Gue mau pulang. " Dita menaruh Pemanahnya di lemari dan mengambil tasnya di meja.


"Ayo gua yang nganter. " Jack juga menaruh peralatan memanahnya ke lemari penyimpanan.


"Yok lah. " Mereka berdua pun keluar dari ruangan.


"Mau balik? " Tanya salah satu orang yang masih berlatih di markas.


"Iya bang... Luan ya. " jawab Dita melambaikan tangannya.


Jacky pun mengantarkan Dita pulang menaiki motornya.


Ditengah perjalanan Dita melihat Penjual Bakso keliling.


"Bang Jack... itu ada tukang bakso.. Makan bakso dulu yuk. " Dita menepuk-nepuk pundak Jacky.


"Kau laper? " Tanya Jacky mengurangi laju motornya.


" Gak... cuman aku dah lama aja gak makan bakso di pinggiran kota gini. Rindu masa-masa SMA. Dulu bisa setiap pulang sekolah aku beli bakso."Dita mengenang masa SMA nya.


"Lu mau gak.? " Dita mencolek lengan Jacky.


"Ya mau lah. Masa lo Doang yang makan gue enggak. " Jacky memutar bola mata malas.


"Gue kira lo gak doyan makan beginian." ucap Dita.


"Mas Baksonya 2 ya" Pesan Dita pada mas penjual bakso.


"Iya mbak... sabar ya. " Jawab mas penjual bakso.


"Okey... " Sahut Dita.


Dita dan jacky mencari tempat duduk yang pas untuk mereka makan. Karena kursi mas tukang baksonya cuma tiga dan sudah di duduki orang lain, jadi Dita dan Jack duduk di bawah pohon yang berjarak dua meter dari mas tukang bakso.


Tak Lama menunggu bakso pesanan mereka pun datang.


"Seru juga ya... Makan di bawah pohon gini. " Ucap Jack sambil mengunyah baksonya.


"iya... sejuk walaupun pemandangannya mobil dan motor yang seliwerran sore-sore gini dan banyak polusi juga, setidaknya masih ada pohon-pohon ini yang mengurangi polusinya. " Dita mengunyah bakso sambil memandangi Kendaraan yang sedang bersliwerran.


"Dit..gua mau ke toilet bentar ya... lu jagain dulu Bakso gua." Jacky menutup mangkuk baksonya dan pergi mencari toilet umum.


"Jangan lama... kalau lama lu gue tinggal. " Triak Dita.


Dita melanjutkan kembali menyantap baksonya.


"Ditaa? ." Panggil seorang laki-laki Yang kini berdiri di depannya.


Dita Mendongak melihat siapa yang memanggilnya.


"Kak Aldi... Kak...." Ucap dita menggantung menunjuk orang yang disamping aldi.


"Vano." Timpal Aldi.


"Ah iya... " Dita teringat.


Vano yang mendengarnya hanya mendengus Sebal.

__ADS_1


Ternyata masih ada wanita yang tak mengingat namanya.


"Kamu sendirian? " Tanya Aldi.


"Iya kak. " Jawab Dita.


"Truss itu juga punya kamu? " tanya Aldi lagi menunjuk semangkuk Bakso yang ada disamping Dita.


"Eh iya kak.. " Bohong Dita lagi.


"Maklumlah Mungkin dia kelaperan trus makan dua porsi sekalian untuk ganjel perut sampe nanti malem. " Vano menyahuti.


" Atau kamu mau aku beliin lagi untuk dibawa pulang. " Tambah Vano.


"Van lo apaan sih. " Aldi menyikut tangan Vano.


"Sombongg Amatt" Lirih Dita dan masih bisa terdengar oleh Vano.


"Gak perlu kak... aku juga masih punya uang kok." Dita tersenyum terpaksa.


"maaf dit... udah buat kamu gak nyaman. " ucap Aldi.


" Enggak kok kak," Dita tersenyum.


"Emang kak Aldi dan kak Vano ini mau kemana.?" Dita bertanya.


"Ohh itu tadi kami Habis ngopi disitu. Trus pas keluar Kakak liat kamu yaudah kami samperin aja. " Aldi menunjuk Cafe yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


"Ohhh... " Dita menganggukkan kepalanya.


" Dit kami pamit dulu ya... " pamit Aldi.


"iya kak hati-hati... " Dita tersenyum.


Vano dan Aldi pun pergi meninggalkan Dita.


Setelah kepergian Aldi dah vano, Dita melanjutkan kembali memakan baksonya.


"Nape lu... ngomel-ngomel sendiri. Kesambet lo. " Ucap Jacky yang baru datang.


"Itu tadi ada orang nyebelin Lewat depan gue. " Jawab dita.


"Oohh... " Jack hanya mengangguk sambil melanjutkan kembali menyantap Bakso yang sempat tertunda.


Setelah menyelesaikan makanan mereka. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.


setelah mengantarkan dita dengan selamat sampai di depan rumahnya, Jacky pun kembali lagi ke markas.


\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=


Hari berganti hari. Tak terasa besok adalah hari dimana acara pertunangan Zoya akan diadakan. Hal itu membuat rendi uring-uringan di kamarnya.


Tingg...


Suara dentingan Ponsel membuyarkan lamunan Rendi.


πŸ“±Kak ingat besok jangan lupa pacar kakak di bawa.!!!


Pesan dari Zoya semakin membuat Kepala Rendi semakin pusing.


"Astagaaa... Siapa zoy siapa.. " Rendi memukul tembok.


Tiba-tiba Rendi teringat seseorang.


Seseorang yang Belakangan ini selalu mencoba mendekatinya.


"Apa Aku tanya dia aja kali ya." Rendi mulai mengotak ngatik ponselnya mencari nomor seseorang.

__ADS_1


"Hallo." Ucap Rendi setelah tersambung.


πŸ“±.......


"Kamu lagi sibuk gak? " Tanya Rendi.


πŸ“±......


"Kalau bisa Nanti kita ketemu di Cafe ARRAN. "


πŸ“±.....


"Ok... terimakasih. "


Setelah Sambungan terputus Rendi langsung pergi ke kamar mandi membersihkan diri.


Setelah selesai Rendi langsung pergi ke Cafe ARRAN.


Jarak rumah Rendi dan cafe Hanya menempuh waktu 5 menit saja jika menaiki mobil. Kini Rendi sudah tiba lebih dulu di cafe ARRAN.


Sambil menunggu Rendi memesan minuman lebih dulu.


Tak lama Rendi yang duduk di lantai atas Melihat orang yang ia tunggu baru saja datang.



"Cepat juga dia sampe sini.. " Lirih Rendy.


"Haii kak... " Sapa Vani yang baru datang.


Ya orang yang di hubungi Rendi ialah Vani. Karena rendi berfikir Vani lah satu-satunya jalan keluar yang ia punya.


"Hai van... makasih udah mau dateng. " Ucap Rendi tak enak.


"Iya kak gak apa-apa kok..." Vani menunjukkan senyum manisnya.


" ini minuman kamu. " Rendi memberikan segelas kopi dingin yang sudah ia pesan tadi.


"Makasih kak. " ucap Vani yang dibalas anggukan oleh Rendi.


"Jadi gini van... boleh gak saya minta tolong sama kamu.? " rendi langsung To the point.


"Tolong apa kak? " tanya Vani.


"Besok Ada acara Di rumah tante aku. kalau kamu gak keberatan Kamu mau gak nemenin saya ke acara itu? " Ragu rendi.


"Acara apa ya kak? " Vani penasaran.


"Adik sepupu aku mau tunangan. " Jawab Rendi dengan berat hati.


"Gimana kamu mau? " Rendi bertanya lagi pada Vani.


"Mm mau kak aku mau.. " Tanpa pikir panjang Vani langsung menyetujui permintaan Rendi.


"Makasih Van... Besok jam sembilan tepat aku jemput kamu" Ucap Rendi.


"Oh iya rumah kamu dimana? " Tanya Rendi lagi.


"Rumah aku gak jauh kok dari sini. rumah aku di Komplek Graha indah nomor 5. Kak Rendi tau kan? " Jawab Vani balik bertanya.


"Tau... saya juga pernah kesana. " Rendi tersenyum.


Rendi tak tau jika tambah ia tersenyum seperti itu semakin membuat Hati Vani hampir copot dari tempatnya karena terlalu cepatnya berdetak jika terus bersama rendi.


"Sepertinya aku harus memeriksakan jantung ku ke dokter. " Batin Vani memegang dadanya.


"Van... Van... Kamu gk kenapa napa kan" Rendi Menepuk pelan pundak Vani menyadarkan Vani dari lamunannya yang melamun sambil memegangi dadanya.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih untuk kalian para readers yang sudah sudi menyempatkan untuk membaca PYTT. πŸ™β€


__ADS_2