
Sepulang dari kampus bersama vani, berhubung hari masih siang Dita menyempatkan untuk pergi ke markas White tiger.
Sudah Seminggu lebih Dita tak berkunjung ke markas white tiger dikarenakan kesibukan Dita di kampus hingga Dita tak ada waktu lagi untuk sekedar berkunjung.
Dita mengendarai mobilnya menyusuri jalanan yang sunyi yang hanya di penuhi Pepohonan di sepanjang jalan. Dulu Dita selalu takut untuk sekedar melewati jalanan yang sunyi, tapi sekarang tak ada lagi rasa takut di dalam dirinya. Dita yang sekarang bukanlah Dita yang dulu. Dita yang sekarang sudah dibekali kemampuan bela diri yang tak diragukan lagi. Dan Dita pun selalu sedia alat pertahanan dirinya yang selalu ia bawa kemana-mana di dalam tasnya. Salah satunya semprotan Air lada dan cabai.
Sesampainya Dita di markas, didepan pintu sudah di sambut oleh jecky yang sudah menunggunya.
"Dita... I miss U... " Ucap Jecky memeluk Dita.
"Miss you too My brother" Balas Dita.
"Lo udah makan belom? " Tanya Jecky Merangkul pundak Dita sambil berjalan masuk.
"Udah tadi sebelum kesini. oh iya Daddy sama bang rey mana? " tanya Dita.
"Oh mereka masih di mansion." jawab Jecky.
"Ya sudah ayo kita ke mansion aja, Kangen sama Daddy. " Ajak Dita.
Kini Jecky dan Dita pun berjalan keluar markas dan menuju ke mansion yang ada di samping markas.
Sesampainya di dalam mansion Dita mencari keberadaan daddy Alex dan reyfan.
"Bik daddy sama bang rey mana? " Tanya Dita pada pelayan yang sedang menyapu di halaman samping.
"Tuan Alex dan reyfan sedang berada di halaman belakang non. " jawab sang pelayan.
__ADS_1
"Oh makasih ya bik." Dita dan Jacky pun menyusul daddy Alex dan reyfan ke halaman belakang.
"Daddy... bang rey." Panggil Dita ketika sudah sampai di halaman belakang langsung menyalami Alex dan reyfan.
"Dita." Sahut Alex dan reyfan bersamaan.
"Bagaimana keadaan mu nak? " tanya Alex.
"Hmm seharusnya aku yang bertanya keadaan daddy. Karena disini aku yang tidak tahu keadaan daddy. Sedangkan aku, pasti tanpa aku kasih tahu pun kalian sudah mengetahuinya lebih dulu. " Dita mengerucutkan mulutnya. Mengingat Ada anak buah Alex yang akan selalu menjaganya dari jauh.
"Hahha kau benar sekali. " Ucap Alex Terbahak melihat sikap anak angkatnya itu.
"Jadi bagaimana keadaan daddy? " Dita balik bertanya.
"Seperti yang kamu lihat daddy baik-baik saja. Tidak ada yang harus di khawatirkan." Jawab Alex.
"Bagaimana kuliahmu? " Tanya reyfan.
"Allhamdulilah lancar bang. Walaupun Agak ribet harus kesana kemari untuk mencari bahan presentasi. " Jawab Dita.
" Jack gimana perkembangan di mall xx.? " Kali ini pertanyaan untuk jacky.
"Jumlah pengunjung dan pesanan pun semakin meningkat dari bulan lalu, om." Jawab Jacky.
Alex Tak sanggup harus memantau semua toko perhiasan yang ia punya yang ada di setiap kota dan mall-mall. Jadi, Alex mengutus Jacky untuk memantau dan meminta laporan pada manajer di setiap toko.
Jacky Bagaikan Asisten mereka, yang selalu ada dan serba bisa. Bahkan Sempat dulu Jacky susah berfikir untuk menjabarkan sebagai apa posisinya di white tiger, karena hampir semua tugas ia kerjakan. Hal itu Mungkin karena Jacky orangnya yang serba bisa. Hingga sekarang Jacky Sudah menjadi terbiasa. Sangking terbiasanya bahkan sudah menjadi hobi tersendiri bagi Jacky. Walaupun usianya masih muda, ia bisa mengimbangi para seniornya yang ada di markas bahkan melebihi.
__ADS_1
"Bang rey sama daddy tadi lagi ngomongin apa keliatannya serius banget." Dita penasaran dengan pembicaraan reyfan dan daddy nya.
"Ini lagi ngomongin Pernikahan abangmu sama dilla." jawab Alex.
" Acaranya mau dibuat dimana dad? " tanya Dita lagi.
"Rencananya mau di hotel Papamu di Abra Hotel. " Jawab Alex.
"Waw... berarti papa Dita juga di undang dong.? " Tanya Dita Antusias.
"Tentu saja karena papamu juga rekan bisnis kami. " Jawab Alek.
Selesai melepas rindu dengan Daddy Alex dan reyfan, Dita pun pamit pulang. Karena hari sudah semakin sore.
Dua Hari Berlalu......
Malam ini Dita makan malam hanya ditemani oleh bik ijah, dikarenakan papa henry sedang berada di luar negeri untuk mengurus bisnisnya dan mama fina ikut menemani suaminya.
"Bik nanti aku mau keluar sebentar ya. Mau Jalan-jalan bentar cari angin. Bosen seharian ini dirumah terus." ucap Dita yang menghabiskan waktunya seharian ini hanya di rumah saja.
"Iya sudah tapi pulangnya jangan kemaleman ya non. " sahut bik ijah.
Jika kedua orang tua Dita tak ada dirumah, dengan bik ijah lah Dita selalu berpamitan. Bik ijah sudah seperti ibu kedua bagi Dita. Dulu di saat-saat kedua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan mereka di kantor bik ijah lah yang selalu mengurus dan menyiapkan semua kebutuhan Dita.
"Oke bik... Siap deh. " Ucap dita dan mengangkat piringnya ke wastafel.
__ADS_1
>>>>>>∆<<<<<<