
"Tapi aku masih cinta sama kamu ta..." Lirih kelvin memegang jemari dita.
"Tapi maaf kak...aku gak bisa..." ucap dita , melepas genggaman tangan Kelvin.
" kenapa ta...?" Tanya kelvin lagi.
" entah kenapa aku gak bisa kak... Mungkin kita udah lama gak ketemu..jadi perasaanku untuk kakak udah beda..." jelas dita.
"Tapi kak Kell masih bisa kok anggap aku sebagai adik kak Kell..." ucap dita tersenyum.
"Aku yakin kak Kell pasti bisa... Anggap aja rasa cinta yang ada di hati kakak itu sebagai rasa cinta seorang kakak pada adiknya..." Ucap dita lagi pada kelvin yang masih saja terdiam.
"mm...oke... aku setuju..." Kelvin mengangguk pasrah mengikuti kemauan dita.
"Ya... walaupun sekarang aku gak bisa menjaga kamu sebagai pacar... Setidaknya aku bisa menjaga kamu sebagai seorang kakak menjaga adiknya..." Lanjut kelvin.
"iya...iya... Terserah kak Kell aja..." Senyum dita mengembang setelah berhasil meyakinkan kelvin.
"Makasih Ta...." Kelvin memeluk dita.
"iya...Makasih jugak udah mau jadi kakak aku..." Balas dita.
"Aku akan berusaha jadi kakak yang terbaik buat kamu ta..." Ucap kelvin lagi.
" Haha...kak Kell Lebayy..." tawa dita memukul punggung kelvin. "Udah-udah... Malu di liatin sama orang..." Dita melepas pelukan mereka.
> Dimeja lain masih di cafe yang sama............
"Van... Gua gak salah liat kan...itu kelvin..kan?¿" Tanya rendi tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
"Tu..lagi..cewekk... bukannya itu cewek yang pernah Lu kerjain... Waahh parah ni si kelvin...si Clara aja nih ya... yang Gua denger dari orang-orang status nya clara yang sebagai pacarnya aja nih ya... Tadi gua liat dia mau meluk kelvin.. eh si kelvin nya malah menghindar...Tapi yang gua liat sekarang......" Rendi menggelengkan kepalanya , tak habis fikir dengan apa yang sedang dia liat.
Sedangkan Vano yang di ajak bicara,, dari tadi hanya diam saja.. malas menanggapi omongan Rendi yang Panjang Kali Lebar.
"Ada hubungan apa tu cewek sama kelvin...tumben-tumbenan kelvin mau meluk-meluk cewek yang baru dia kenal..." Batin kelvin yang sedari tadi melihat interaksi antara Kelvin dan dita .
"Ren... Gua balik luan..." Vano berdiri dari kursinya.
" Ehh..eh..lu maen ninggalin aja... Tungguu.... Gua juga mau balik..." Teriak rendi pada Vano Yang Sudah berjalan ke arah pintu keluar.
~~~
"Kak..Aku pulang duluan ya..." Pamit dita pada kelvin setelah mereka selesai berbincang dan bertukar nomor telepon.
" Kamu mau pulang? Aku anterin ya..." Tawar kelvin.
"Gak usah kak...aku tadi udah pesen taxi online , Paling bentar lagi taxi nya dateng..." Tolak dita.
__ADS_1
"Oo..yaudah... yuk keluar aku temenin nungguin taxi kamu..." Ajak kelvin.
Kelvin dan dita pun berjalan keluar dari cafe . Tak lama menunggu , taxi yang di pesan dita pun datang.
"Kak..Aku duluan ya...bye..." Dita melambaikan tangannya.
" iya... hati-hati ya.. Kabarin kalau udah sampek rumah..." Sahut kelvin yang dibalas anggukan dan senyuman oleh dita dan lanjut masuk kedalam taxi.
Kelvin terus Menatap sendu ke arah taxi yang di tumpangi oleh dita sampai menjauh tak terlihat.
Setelah menaiki taxi , dita menyandarkan
kepalanya disandaran. Ada rasa lega dihatinya setelah semua rasa penasaran yang menghantuinya selama bertahun-tahun . Kini Semuanya sudah terjawab dan tidak ada lagi kesalahpahaman diantara dia dan kelvin .
Setelah melewati Tiga puluh menit lebih perjalanan , dita pun sampai di Basecamp White Tiger.
Sejak kejadian yang menimpa dita beberapa hari yang lalu , setiap pulang dari kampus...dita menyempatkan diri pergi ke basecamp White Tiger untuk terus berlatih seni bela diri.
Penjaga pintu gerbang White Tiger pun langsung membukakan gerbang ketika melihat kedatangan dita.
"Siang mbak dita...." Sapa rudi dan joko.
" Siang Juga pak rudi...pak joko..." Balas dita dengan senyuman pada kedua orang penjaga pintu gerbang itu.
Dita pun masuk kedalam Basecamp dan langsung menuju ke ruangan paman Alex.
"Masuk..." Ucap Alex dari dalam ruangan.
Setelah mendengar sahutan dari dalam dita pun membuka pintu.
" Pak..." Sapa dita pada Alex .
"Duduk lah dulu nak..." Ucap Alex dan dita pun langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" Paman.. Apa kak Rey sudah pulang??" Tanya dita.
"Sudah...Paling bentar lagi dia juga dateng kesini..." Jawab alex.
Cklekk....
Pintu terbuka dan muncul lah Rey dari balik pintu.
"Wihh...Baru jugak di omongin...Orang nya udah dateng aja..." Dita .
" Hayooo... Ngomongin apa..." Rey Duduk di samping dita.
__ADS_1
" itu... Tadi si bapak bilang kalau kak rey bentar lagi juga dateng kesini... eh... baru beberapa detik kakak udah dateng..." Jelas dita.
"Ouhh... Kirain apa..." Rey mengangguk-angguk.
" Yaudah...sekarang kita latihan lagi yuk bang rey..." Ajak dita.
"Semangat banget kamu ditt..." Rey mengacak-ngacak rambut dita.
"iya dong...Harus itu..." Ucap dita semangat.
Setelah berpamitan pada Alex , Rey dan dita pun keluar dari ruangan Alex dan langsung menuju tempat khusus latihan.
Setelah mengikuti langkah rey ,,mereka pun sampai di sebuah ruangan .
" bang... ini ruangan apa??" tanya dita penasaran setelah melihat ruangan yang mereka masuki beda dari ruangan yang biasa mereka tempati untuk berlatih.
"Ini Ruang latihan khusus menembak... Selain latihan yang belakangan ini abang ajarkan ke kamu... kamu juga harus bisa menggunakan senjata api dengan benar..." Jawab rey , sambil membuka sebuah lemari yang berisikan berbagai jenis senjata api.
"Woww... kerenn banget bang..." Dita takjub melihat apa yang sekarang ada di hadapannya.
Rey mengambil Sebuah senjata api jenis 'Glock Meyer 22' . Dita menyimak setiap pergerakan yang rey lakukan untuk memasukkan peluru kedalam senjata apinya.
"Dit... sekarang giliran kamu..." ucap Rey.
"iya bang..." Dita mengambil sebuah senjata api dengan jenis yang sama dengan senjata api yang rey gunakan dan mulai memasukkan peluru kedalam senjata apinya dengan cekatan seperti yang dilakukan rey.
"Ternyata kamu orangnya cepet nangkep juga ya..." Ucap rey yang melihat dita memasukkan peluru ke senjatanya dengan cekatan.
" Sekarang ayo kita mulai..." Rey berjalan mendekati pembatas yang berjarak sepuluh meter dari target , dan diikuti oleh dita disampingnya .
Rey mulai menarik platuk dan.....Peluru pun tepat kena sasaran . Sebuah Apel yang menggantung yang di ikat dengan tali dalam jarak sepuluh meter itu pun hancur.
"Uuwaahh....Daebak..." Dita menggelengkan kepalanya.
" Oke dita... Sekarang giliran kamu membidik targetmu..." Rey berjalan dan berdiri di belakang dita untuk memberi arahan kepada dita.
Dita mulai mengarahkan pistol jenis Glock Mayer 22 yang ia pegang ke arah target dan terus fokus membidik.
"Tarik pelatuknya.... Dan Tembak..." Instruksi rey dari belakang .
"Yahh... gak kena..." Lirih dita ketika tembakannya tak tepat kena sasaran.
"Gak Apa-apa... Kamu kan baru belajar... jadi wajar aja kalau belum kena..." Rey mencubit hidung dita.
"ihh... bang Rey... Sakit tau'..." Dita meringis , dan disambut gelak tawa oleh rey.
__ADS_1
Bersambung...
. Terimakasih🙏🏻🙏🏻 untuk Kalian yang udah mau baca novel aku... 🥰