Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 33


__ADS_3

\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=


Matahari sudah merangkak naik dimana pagi ini orang-orang sudah memulai aktivitasnya, begitu juga dengan dita yang kini baru selesai sarapan bersama kedua orang tuanya.


"Dita... hari ini apakah kamu ada acara nak? " Tanya Henry pada dita.


"enggak ada pa... memangnya kenapa pah? " Jawab dita dan bertanya balik.


"Papa mau ajak kamu ke kantor. " jawab Henry.


"ngapain pah? " Tanya dita lagi.


"Sekali kali kamu ikut ke kantor. Papa akan ajarkan kamu sedikit-sedikit pekerjaan kantor agar suatu saat kamu bisa menggantikan posisi papa di kantor. " Jawab Henry pada sangat anak, sedangkan dita masih mencerna perkataan sang papa.


"Kamu satu-satunya anak papa,, ahli waris papa. Jika bukan kamu siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan papa. " Lanjut Henry.


"Baiklah pah... Dita akan usahakan, dita akan ikut papa ke kantor. " ucap dita mengerti perasaan sang papa dan menyetujui permintaan papanya.


"selama dita libur,, dita akan ikut papa ke kantor" lanjut dita menunjukkan senyum manisnya.


" Bentar ya pa dita ganti baju dulu. " ucap dita dan pergi ke kamarnya di lantai dua .


setelah beberapa menit dita sudah selesai mengganti pakaiannya dan menemui sang ayah yang sudah menunggunya di ruang tamu.


"Pah dita sudah siap. " panggil dita.


"Ayo kita berangkat. " Henry pun beranjak dari duduknya.


Hari ini dengan semangatnya dita mengikuti papanya ke kantor. Biasanya dita datang ke kantor hanya sekedar mengunjungi papanya, tapi kali ini ia datang dengan alasan lain.




*Tokkk tokkk tokkk*.....



Suara ketukan pintu mengusik mimpi indah andin.



"Non bangun udah siang.." ucap ART membangunkan andin.



"Hmmm iya.. " Sahut andin dengan suara khas orang bangun tidur.



Andin pun terbangun dan meraih ponselnya yang ia letakkan di atas nakas.



" hwoommm Sudah jam 9 lewat ternyata. " andin menguap.



Setelah selesai membersihkan diri, Andin langsung turun menuju ruang makan untuk sarapan.



"Bosen juga di rumah terus,,, dita sama vani lagi ngapain yah... " monolog Andin sambil melihat-lihat layar ponselnya.



"Hallo van... " Ucap Andin setelah sambungan terhubung di obrolan grup mereka bertiga dan hanya vani yang bisa terhubung .



📱Haii ndin... tumben lo hari gini telpon.?



"Lo lagi dimana? "



📱Di rumah... napa emang?



"ohh..gak apa-apa sih.. nanya aja. "



📱Lo lagi dimana?



" gue lagi nemenin mamah ke rumah temannya. " Bohong Andin menahan tawanya.



"ehh udah dulu ya... gue mau pergi lagi bye.. " lanjut Andin langsung memutuskan sambungan telponnya.



"kerumah vani ah..." Andin pun kembali ke kamar untuk mengambil tas dan langsung pergi ke rumah vani.

__ADS_1



\* \*



" ehh... ni anak main mati matiin aja.. " omel vani setelah Andin mematikan sambungan secara sepihak.



setelah sambungan teleponnya terputus vani melanjutkan kembali membaca novel yang tadi sempat terjeda.



*20 menit kemudian*......



Bik rami ART di rumah vani menghampiri vani di kamarnya. Vani pun menyudahi kegiatannya.



"Ada apa bik? " Tanya Vani.



"itu non... di depan ada temen non dateng. " Jawab bik Rami.



"Temen?¿ Namanya siapa bik? " tanya vani penasaran.



Vani memikir-mikir kembali siapa saja teman yang tahu alamat rumahnya. Setahunya tidak ada yang tahu selain Andin dan dita.


Tapi tidak mungkin yang datang Andin ataupun dita. Andin masih di luar negeri sedangkan dita masih di kantor papa nya.



"Gak tau non... bibi lupa nanyak,, tadi bibik langsung pergi manggil non. " Jawab bik rami yang memang tidak tau menahu siapa saja teman Vani karena ia pun belum lama bekerja di rumah orang tua Vani.



Vani langsung turun ke bawah dan berjalan ke ruang tamu untuk melihat siapa yang bertamu.



"Andin.. " Panggil Vani setelah sampai di ruang tamu.




*Awwww*



"Sakitt taukk" ringis Andin ketika Vani menepuk kuat lengan Andin.



"Rasain tuhh... balasan karena lo udah bohongin gue. Tadi lo bilang lagi nemenin mama lo kann. Tau tau lo udah nyampe sini aja. " Sahut Vani.



"kan gue mau kasih surprise. " Andin menunjukkan gigi putihnya.



"Btw lo kapan lo nyampe indo? " Tanya Vani yang kini sudah duduk depan Andin seperti detektif mengintrogasi tahanan.



"Dua hari yang lalu... " Jawab Andin sambil nyeruput jus jeruk yang sudah terhidang di depannya.



"Ehh dita kemana ya? tadi bolak-balik gue telfon kok di gak angkat-angkat? " Andin penasaran.



"Ohh... dita sekarang lagi sibuk ke kantor papanya. yahh itung itung latihan jadi buk boss gantiin papanya di kantor. " Jawab Vani.



Tak lama berselang ponsel Andin berdering.



"Panjang umur... Baru aja di omongin dah nelfon aja ni anak. " ucap Andin setelah melihat nama yang tertera di layar ponselnya.



"Hallo dit... "



📱Ada apa ndin? Tumben lo miscall gue sampe 5 kali.

__ADS_1



"Gak ada apa-apa sih... Lo lagi dimana? " Tanya Andin balik.



📱gue lagi mau makan



"Dimana? "



📱 Di cafe depan kantor papa gue.



"oohh... yaudah deh dit bye.. " Andin langsung mamatikan sambungan telepon nya.



"Dita sekarang lagi di cafe depan kantor papanya. Samperin yukk.? " Ajak Andin.



"Bentar deh gue ganti baju dulu. " Vani melenggang ke kamarnya.



\* \*



Kini Vani dan Andin sudah sampai di depan cafe yang ada di depan kantor papanya Dita. Mereka berdua pun masuk ke dalam.



"ndin... lo tunggu disini dulu biar gue yang nemuin Dita, nanti gue kasih lo kode baru lo dateng. Okeyy.. " Vani memberi ultimatum setelah melihat Dita yang duduk membelakangi pintu masuk.



" Oke jangan lama-lama. " Sahut Andin.



Vani pun berjalan menghampiri tempat duduk Dita.



"Dita... " Panggil Vani yang langsung duduk di kursi depan Dita.



"Van... kok lo tau gue ada disini? " Tanya Dita pada Vani yang tiba-tiba datang dan duduk.



"iya gue tadi kebetulan lewat di sekitar sini trus gue ke inget sama elo. Yaudah gue mampir ke kantor papa lo trus kata resepsionis nya lo ada disini. Jadi gue samperin aja deh. " Bohong Vani panjang lebar.



"Oohh gitu. " Dita mengangguk.



"oh iya dit ada yang mau ketemu sama lo. "



"Siapa? " Dita penasaran.



"Lo tutup mata dulu.. "



"ngapain sih harus tutup mata. Kalau mau dateng ya dateng aja. " Dita menolak permintaan aneh sahabatnya itu.



"Haruss tutup mata... biar jadi surprise" keukeh Vani.



"iya deh iya... " Dita memutar bola mata malass dan setelah itu Dita pun menutup matanya.



*Tapp Tapp Tappp*


Vani menepuk tangannya.



***Bersambung***


__ADS_1


***Haiii 🙌 TeriMakasih karna udah mau baca 'pertemuan yang tak terduga'🙏🥰***


__ADS_2