
Rani pun mengelilingi setiap lorong rak gantungan baju sampai di Toilet juga ia cari. Namun Nihil, ia tak menemukan boy disetiap sudut toko. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk meminta izin kepada penjaga toko untuk melihat rekaman CCTV toko itu.
''itu boy anak saya...'' Ucap rani menunjuk seorang anak laki-laki yang terekam kamera.
“Anak ibu berlari keluar toko. Sepertinya dia turun ke lantai satu buk .” Kata salah satu pegawai toko yang mengawas Cctv.
“Astagaa boy... Makasih ya mbak” ucap rani panik dan berlari keluar toko.
Rani begitu panik, ia langsung turun ke lantai satu mall untuk mencari boy.
“Boy kamu dimana nak...” lirih Rani setelah mencari di toko-toko dan beberapa tempat permainan anak di lantai satu.
Rani kembali mencari boy. Hampir di semua tempat dilantai satu rani telusuri satu persatu. Namun , tetap saja ia masih belum menemukan Boy.
Rani sudah lelah mencari kesana kemari tapi ia tak menyerah untuk mencari anaknya. Kesana kemari belum juga ketemu akhirnya ia menelpon Bodyguard dan supirnya yang menunggu mereka di parkiran agar membantunya mencari boy.
Tak berapa lama bodyguard dan supirnya itu pun datang. Mereka pun mulai mencari boy kembali.
Mereka bertiga sudah berkeliling sampai dilantai tiga mall sambil bertanya-tanya kepada orang-orang yang melintas dengan menunjukkan foto boy tapi tetap saja tidak ada yang melihat boy.
“Boy.. kamu dimana sih nak...” lirih rani dengan bola mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
“Selamat siang semuanya. Saya ingin memberi tahukan bahwa ada seorang anak Laki-laki yang mencari ibu nya. Bagi kalian yang merasa kehilangan anak segera datang pusat information di lantai empat.” Suara seseorang dari pusat information yang terdengar dari setiap loupspeker di setiap sudut mall.
Rani yang mendengarnya pun langsung menaiki lift menuju pusat information di lantai empat berharap jika itu boy.
Sesampainya rani di depan pintu ruangan pusat informasi, rani lansung membuka pintu.
Dengan nafas yang masih naik turun tak beraturan , rani melihat seorang anak laki-laki yang duduk di sofa membelakangi nya dengan masih memeluk seorang wanita.
“Boy...” Panggil rani.
__ADS_1
“Mama...” Boy menoleh dan langsung berlari memeluk rani.
“Kamu dari mana aja sayang...” Rani mengusap lembut pipi boy yang masih tersisa sedikit air mata.
“Boy tadi yiat uncle Al.. Teluss boy ikutin teluss boy udah ketinggayan jauh.. Boy udah gak ngeyiat om Al lagi. Teluss boy mau bayik lagi cama mama tapi boy lupa tempatnya dimana. Boy takutt mama” Jelas boy dengan kata-kata khas anak kecil.
“Jadi gitu sayang.. Maafin mama ya..” Rani mengusap lembut puncak kepala boy.
“Mama itu tante yang bawa Boy kecini...” Boy menunjuk wanita yang bersamanya tadi.
“ Haii mbak... Saya Sherly andin. Mbak bisa panggil saya apa aja” Andin mengulurkan tangannya.
“ Haii saya rani mama nya boy...” Balas rani.
“Makasih banyak ya mbak sherly. Kalau gak ada orang baik seperti mbak saya bingung mau cari anak saya kemana lagi “ Ucap tulus Rani.
“iya mbak sama-sama... tadi waktu saya mau ketoko buku saya liat boy menangis di pinggiran toko. Terus saya tanya katanya dia lagi nyari mama nya tapi gak tau dimana. Yaudah saya bawa kesini aja deh mbak.” Jelas andin.
“Iya mbak... Mbak rani juga dari Indonesia kan? Tadi Boy juga ada cerita kalau dia dari Indonesia.” Ucap andin.
“ iya bener...” Jawab rani.
“Wahh... Seneng banget rasanya bisa ketemu sesama warga Indonesia disini” senang andin.
“Emang baru saya warga indo yang mbak temuin di negara ini?” tanya rani.
“Iya mbak... Soalnya saya masih baru disini. Baru seminggu “ Jawab andin.
“ Oh Jadi gitu...” ucap rani. “Kalau begitu sebagai tanda terimakasih saya,, mbak mau nggak ikut makan siang sama saya?” Tawar rani.
“Sekarang mbakk?” Tanya andin yang di balas anggukan oleh rani.
__ADS_1
“Hmm... sebelumnya Terimakasih atas tawarannya mbak. Tapi Maaf mbak kayaknya kalau sekarang saya gak bisa Soalnya saya masih ada tugas kampus yang harus cepat saya kerjakan...” Tolak andin setelah melihat jam tangannya.
“Ya sudah... Mungkin lain kali saja. Ini nomor saya, kabarin saya kalau kamu ada waktu luang atau kamu butuh bantuan di kota ini kamu bisa hubungi saya insyaAllah saya bisa bantu.” Rani memberikan kartu nama berisikan nomor ponselnya.
“ Iya mbak. Kalau gitu saya pamit duluan ya mbak... Bye Boy... See you next time yah...” Pamit andin pada rani dan boy.
“Bye tante...” Boy melambaikan tangannya.
Flashback Off
.. Jadi gitu ya mbak. Pantes aja boy deket bener sama tu cewek. Ternyata tu cewek peri penolongnya.” Ucap Al setelah mendengar cerita rani.
“Dari saat itu pun mbak sama sherly akrab banget. Sherly juga sayang sama boy.”
“
* * *
Hari-hari berlalu
Di Hari Minggu yang cerah dita dan vani di sibukkan dengan kegiatan masing-masing. Dita yang setiap hari minggunya mengisi Acara di cafe tantenya dan vani yang jam sudah menunjukkan 09:00 masih betah diatas tempat tidurnya dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya.
“ Woii bangun...” Ucap seseorang yang mengusik tidur nyenyak vani.
“ Hemmm ...” Dehem vani.
Bersambung
Haii Readers 🙌 Terimakasih udah mau baca 'Pertemuan Yang Tak Terduga' 🥰
🙏🏻 Maaf jika Author jarang Up 🙏🏻
__ADS_1
ig : @mirans_nvl