Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 42


__ADS_3

Ya walaupun mira tak seperti Vani yang feminim tetapi mira tak seperti Vani yang selalu bangun siang.


Miranda bagaikan Duplikat dari mamanya kalau sedang marah-marah.


Jika mama papanya tak pulang kerumah karena harus keluar kota untuk mengurus pekerjaannya, mira lah yang selalu mengingatkan kakaknya.


Ceritanya Kebalik sih... Biasanya Seorang kakak yang ngingetin adiknya. Dan kali ini Sang adiklah yang mengingatkan kakaknya.


"Bisa lembuttan dikit gak kalau ngebangunin? " Vani melempar bantal ke arah Miranda dan langsung di tangkap oleh mira.


" Dari tadi aku udah pake cara yang lembut selembut sutra. Tapi gak mempan juga kan." Mira memutar bola matanya.


"Ahh... perutku laper... " Vani mengusap perutnya yang kelaparan sambil berjalan keluar kamar.


"Mangkanya bangun itu jangan kesiangan." sahut Miranda.


Vani dan mira pun sampai di dapur. Mira pun mengeluarkan lauk pauk yang sudah ia sisihkan untuk kakaknya dan menaruhnya di meja makan.


"belum juga cuci muka dah langsung makan. Jorokk. " Sindir mira.


"Biarrin yang penting kenyang. " sahut Vani dan langsung menyantap hidangan yang sudah ada di depannya.




Vano yang masih berada di parkiran Abra Company masih enggan untuk melajukan mobilnya karena saat ini ada seseorang yang menarik perhatiannya.



Dari jarak beberapa meter dari tempat mobilnya terparkir Vano melihat seseorang yang agak sedikit familiar di ingatannya. Vano kembali mengingat ingat dimana ia pernah berjumpa seorang laki-laki yang kini tengah berdiri di depan sebuah mobil sambil berbicara dengan seseorang di ponselnya.



Setelah beberapa saat Vano berusaha untuk mengingat-ingat akhirnya kini ia baru teringat bahwa seseorang yang kini ia lihat dihadapannya itu ialah orang yang dulu pernah menolongnya sebulan lalu.



Saat orang yang ia lihat sudah selesai berbicara dan hendak masuk kedalam mobil, Vano langsung keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri laki-laki itu.



"Tunggu." Vano menghentikan pergerakan laki-laki itu yang hendak masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1



Laki-laki itu pun menutup kembali pintu mobilnya dan berdiri menatap Vano dengan raut wajah bingung.



" Kamu manggil saya?." Tanya nya bingung.



"Iya... Saya Vano. " Vano mengulurkan tangannya.



"Reyfan."



Laki-laki yang sedaritadi di amati oleh Vano ialah reyfan. Reyfan yang kini sudah menjadi abang angkat Dita.



"mas masih ingat dengan saya yang bulan lalu pernah mas tolong saat saya hampir di tabrak mobil? " Vano mengingatkan.




"ahh... iya ingat ingat. " reyfan manggut-manggut.



Sebulan yang lalu saat Vano hendak ke toko bunga, Vano memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan ingin menyebrang untuk membeli bunga. Sebelumnya Vano sudah melihat kanan dan kiri dan kondisi jalannya kosong belum ada kendaraan yang melintas.



Tetapi tiba-tiba dari arah yang lainnya ada motor yang melaju sangat kencang ke arah Vano. Terlambat 3 detik Vano ditarik seseorang mungkin Vano sudah terpental tertabrak motor itu.



Reyfan yang saat itu yang juga ingin membeli bunga baru keluar dari mobilnya dan melihat motor melaju kencang ke arah Vano, Spontan reyfan berlari menarik tangan Vano.


__ADS_1


Setelah kejadian itu Vano dan reyfan tidak pernah lagi bertemu.


Tetapi hari ini tanpa diduga mereka kembali bertemu.



"mas Kerja disini? " Tanya Vano pada reyfan.



"Enggak. Cuma tadi ada urusan aja sebentar. terus ini mau langsung balik lagi. " Jawab reyfan.



Reyfan datang ke Abra Company sebenarnya ingin mengantarkan Flashdisk milik dita yang tertinggal di markas white tiger.


Awalnya rey ingin memberikan langsung pada dita tapi rey sedang terburu-buru jadi ia hanya menitipkan pada Resepsionis dan menelpon dita memberitahukan bahwa ia sedang terburu-buru dan harus cepat kembali lagi ke kantornya.



"Ooh.. Sekali lagi terimakasih atas pertolongannya waktu itu. Mungkin kalau waktu itu mas tidak menarik saya mungkin saya tidak bisa pulang ke rumah dan merayakan ulang tahun mama saya." Ucap tulus vano.



"mas vano ini... yang sudah sudah biarlah berlalu tak usah di ingatkan lagi. Yang terpenting sekarang kita harus selalu bersyukur karena kita masih diberi kesehatan. " sahut rey menepuk-nepuk pundak vano.



"Mm... yah... Alhamdulillah sekali. " Vano manggut-manggut.



"Ya sudah kalau begitu saya pamit duluan. Soalnya saya masih ada urusan di kantor saya dan harus cepat sampai disana." Pamit reyfan .



"Oh iya mas reyfan...maaf karena sudah menyita waktu mas. Lain kali kalau kita bertemu lagi saya janji akan teraktir mas makan di restoran mahal." Ucap Vano pada reyfan.



"Hah kamu ini... Ya terserah kamu saja. saya pamit dulu. " rey menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Vano dan masuk ke dalam mobilnya.


__ADS_1


Setelah mobil reyfan melaju meninggalkan parkiran, Vano kembali masuk kedalam mobilnya lagi dan pergi kembali ke SJ Company.


__ADS_2