
Di lain tempat Kini Vano, Aldi dan Rendi masih berada di Perpustakaan kampus. Mereka disibukkan dengan tugas skripsian mereka.
"Huh... Selesai juga. " Aldi merenggangkan otot-ototnya yang kaku.
"Kalian berdua udah selesai apa belum? " Tanya aldi pada dua sahabatnya itu.
"Belum Dikit lagi. " Sahut Rendi dan Vano barengan.
"Ok deh sambil nungguin kalian gua tiduran bentar, ngantuk banget mata gua. " Aldi yang merasa matanya sudah sangat lelah karena sedari tadi pandangannya tak lepas dari laptopnya memilih Untuk tiduran di atas kursi panjang yang tadi ia duduki.
Suasana Perpustakaan yang sunyi senyap membuat tidur Aldi tenang tanpa ada gangguan suara yang berisik ataupun orang-orang yang lalu lalang.
Sedangkan Vano dan Rendi masih berkutat dengan Laptop mereka.
Setelah 10 menit berlalu Mereka berdua pun selesai dan menutup laptopnya.
"Al... Bangun Bangunnn. " Rendi menepuk-nepuk pundak aldi agar ia terbangun.
"Udah selesai? " Tanya aldi bangkit dari posisi rebahan nya.
"Sudah.Yuk Balik. "
Mereka bertiga pun keluar dari dalam perpus.
"Gua laper... Ke cafe depan yuk. " Ajak Rendi pada kedua sahabatnya itu.
"Iya gue mau Makan yang pedes pedes biar mata gue agak ngejreng dikit." Sahut Aldi yang merasa matanya masih sedikit mengantuk.
Mereka bertiga pun meninggalkan mobil mereka di parkiran kampus dan berjalan kaki menuju Cafe & Resto yang ada di depan kampus mereka.
Hanya tinggal menyebrang jalan saja mereka sudah sampai di depan Bangunan berlantai dua, yang lantai bawah dijadikan cafe yang hanya menyajikan berbagai jenis minuman dan makanan ringan sedangkan Lantai atas Restoran Yang menyediakan Berbagai kuliner dari berbagai daerah maupun kuliner-kuliner yang terinspirasi dari luar negeri. Semua ada di tempat itu.
Saat Hendak menaiki tangga untuk ke lantai dua. Tak sengaja Mata Vano melihat orang yang ia kenal sedang duduk di meja paling sudut dengan Seorang laki-laki yang tak ia kenal siapa duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Ckk... Kemarin sama Kelvin hari ini sama cowok lain lagi." Vano tersenyum miring melihat orang yang ia kenal itu selalu dekat dengan lelaki yang berbeda.
"Van buruan. "Ucap Aldi pada vano yang berhenti di tengah-tengah anak tangga dan menghalanginya yang berjalan dibelakang Vano.
" iya iya... " Vano melanjutkan langkahnya.
~~
"Ric Gue balik dulu ya. " Ucap Dita pada Rico.
"Iya hati-hati. Bilang sama tante nanti malem masak yang enak-enak. " Sahut Rico yang berniat untuk makan malam bersama di rumah Dita.
"Iya iya. Banyak banget permintaan lo. " Ucap Dita sambil berjalan ke pintu keluar.
"Bye Ric." Vani melambaikan tangannya pada Rico.
" Bye van. " Sahut Rico.
Dita dan Vani pun kembali ke kampus untuk mengambil mobil Vani di parkiran kampus.
"Gue males bawa mobil ke kampus. Lebih seru naik angkot. " Sahut Dita dengan entengnya.
"hahh Terserah lo aja lah dit. " Vani mengalah.
Setelah mengantarkan Dita ke rumahnya, Vani pun langsung pulang ke rumahnya. Rumah Dita yang memang tak seArah dengan rumahnya membuat Vani harus memutar balik dan menjalani perjalanan menjadi agak sedikit jauh.
"Kak Rendi udah punya pacar belum ya. Tapi waktu itu kak Al sama kak Vano pernah bilang kalau kak Rendi playboy. Tapi gak mungkin ah,, mungkin kak vano bercanda doang. Toh selama yang aku liat kak Rendi gak pernah jalan sama cewek."
"Kak Rendi kemana ya kok tadi gak ada keliatan di kampus. "
Monolog Vani dengan pandangan masih fokus kedepan melihat ramainya jalanan kota sambil memikirkan hal-hal yang tak seharusnya di fikirkan. Tetapi itulah Vani. (Bukan Vani namanya jika tak memikirkan Rendi🤦♀️).
*Ku menunggu,, *
__ADS_1
ku menunggu kau putus dengan kekasihmu.
Tak akan ku ganggu kau dengan kekasihmu
Ku kan selalu disini untuk menunggumu
Cinta itu
Ku berharap kau kelak kan cintai aku
Saat kau telah tak bersama kekasihmu
Ku lakukan semua agar kau cintaiku
Haruskah ku bilang cinta
**hati senang namun bimbang **
ada cemburu juga rindu
ku tetap menunggu
Sepanjang perjalanan Vani bersenandung ria. Menyanyi kan lagu yang menggambarkan isi perasaan nya.
"Tapi kalau kak Rendi punya pacar kenapa waktu itu kak Rendi ngajak aku dan bilang kalau aku pacarnya ke sepupunya." Vani kembali mengingat sewaktu mereka menghadiri acara pertunangan sepupu Rendi.
"Ah tapi bodo amat lah. " Vani masih sibuk dengan pemikirannya. Sampai samapai
Ciiiittttttt
Vani mendadak mengerem mobilnya hingga mengeluarkan suara decitan kuat.
"Ahhh Astagfirullah Astagfirullah itu tadi siapa" Vani masih shok dan masih terduduk di kursi kemudinya.
__ADS_1
<<<<<<**∆**\>\>\>\>\>\>