
Bab Kali ini Khusus Buat Rendi dan Vani dulu Ya.ππ
β"Kak ren aku mau bicara Sesuatu sama kakak. " Ucap vani membuka percakapan.
β"Bicara apa van.? " Tanya rendi penasaran melihat cara bicara vani yang keliatannya ingin bicara serius.
β"Kak Sebenernya dari awal aku kenal kakak aku udah suka sama kakak. Jadi Bolehkah kakak mewujudkan hubungan yang pura-pura ini menjadi kenyataan?. Aku tau kok kakak gak suka sama aku. Tapi buat aku itu gak masalah. Siapa tau dengan seiring berjalannya waktu kita bisa saling menyukai." Vani mengungkapkan isi hatinya yang mungkin sudah sejak lama ia pendam. Dengan penuh keberanian dah tekat, Vani mengungkapkannya dengan menatap penuh harap pada Rendi namun setelah mengungkapkan nya Vani tertunduk sambil memilin jari-jarinya dengan detak jantung yang sudah tak karuan karena menunggu jawaban dari Rendi.
Jika wanita lain menunggu seorang pria yang menyatakan cintanya, lain dengan Vani. Bagi Vani apa bedanya jika wanita yang lebih dulu menyatakan cintanya, toh sama saja. Itulah yang difikirkan Vani.
β"Kamu sudah selesai? " Tanya Rendi pelan dan dibalas anggukan oleh Vani.
β"Sebelumnya kakak minta maaf karena tidak bisa mewujudkan hubungan yang pura-pura ini menjadi kenyataan. Mungkin kamu tidak masalah dengan semua itu. Tapi, bagi kakak itu masalah karena pada akhirnya itu akan nyakitin kamu. Dan Terimakasih, Kamu udah mau bantu kakak, maaf karena sudah melibatkan kamu dalam urusan pribadi ku, mungkin karena hal itu kamu jadi menginginkan yang lebih dalam hubungan kita. Sekali lagi kakak mengucapkan banyak terimakasih sama kamu dan kakak minta maaf, kakak belum bisa balas perasaan mu." Ucap Rendi dengan hati-hati dan lembut agar tak menyakiti hati Vani karena sudah menolak.
Entah sudah berapa kali kata maaf yang Rendi ucapkan. Tetapi Rendi masih sedikit merasa bersalah pada Vani. Kerena keEgoisannya yang menjadikan Vani sebagai pacar pura-pura nya membuat Vani jadi terbawa perasaan dan menginginkan hal yang lebih dari sekedar pura-pura dari hubungan mereka.
β"Van Kamu gak apa-apa kan? " Rendi menepuk punggung tangan Vani yang ada di atas meja, menyadarkan Vani yang sedari tadi menjadi diam dan tertunduk.
βVani pun kembali menatap Rendi dan Tersenyum untuk menutupi kekecewaannya.
β"Aku Gak Apa-apa kok kak. Maaf ya kak aku jadi malah bicara ngawur dan anggap aja perkataan aku yang tadi sebagai angin lalu. " Sahut Vani dengan lapang dada.
βRendi pun jadi ikut tersenyum. "Perkataan mu gak ada salahnya van. Hal itu wajar terjadi, karena permintaanku yang aneh waktu itu yang membuat kamu sekarang berbicara seperti itu. " Timpal Rendi.
β"Kakak janji, ini kali terakhir kakak minta kamu untuk pura-pura jadi pacar kakak. Dan dikemudian hari jika kamu ada masalah ataupun kamu memerlukan bantuan, jangan sungkan-sungkan hubungi kakak. Kakak akan bantu kamu sebisa mungkin." Ucap Rendi dengan penuh keyakinan.
β" Makasih ya kak." Vani tersenyum tulus.
__ADS_1
ββHal Itu sedari awal sudah bisa Vani prediksi. Awalnya Vani ragu untuk mengungkapkan perasaannya tapi apa salahnya jika ia mencobanya. Maka dari itu Vani menyiapkan mental dan batinnya kuat-kuat untuk menerima kenyataan yang akan ia Terima setelah mengungkapkan perasaannya.
βFlashback off.
βVani yang kini yang ditinggal berdua dengan Rendi, bingung harus memulai pembicaraan darimana.
ββ"Mama sama papa kak Rendi kemana? " Tanya Vani membuka percakapan.
β"Oh, tadi setelah acara selesai Papa sama mama pamit pulang duluan. " Jawab Rendi.
β"Oh... " Vani ber Oh ria.
setelah beberapa saat keduanya saling terdiam...
β"Van... " Suara dita memecah keheningan diantara keduanya.
β"Dit lo udah selesai?" Tanya Vani yang melihat Dita baru datang sendiri tanpa kelvin bersamanya.
β"Udah yuk. " Jawab Vani.
β"Kak ren... Aku pamit pulang dulu ya kak." Pamit Vani pada Rendi.
β"iya van... Makasih ya atas buketnya . " Sahut Rendi terseyum tulus.
β"Aww Senyumnya Jangan terlalu manis kak. Nanti aku pingsan. " Canda Vani membuat Rendi dan dita tertawa.
β"Kamu ini bisa saja. " Rendi mengacak-acak rambut Vani.
__ADS_1
β"Haha... kalau begitu kami pergi dulu kak ren. " Kali ini dita yang berbicara.
β"Ya... kalian hati-hati di jalan. " Sahut Rendi.
β"Bye kak ren. " Vani melambai.
βVani dan dita pun pergi meninggalkan Rendi sendiri yang masih berdiri di depan Aula.
β"Huh Untung dita cepat datang. " Rendi membuang napas panjang.
β"Kalau enggak bingung mau bicara apa." lirih Rendi dan pergi mencari kedua sahabatnya yang kini entah sudah dimana.
Di dalam mobil Vani....
"Van Are you okay? " Tanya dita yang sudah mengetahui jika pernyataan perasaan sahabatnya itu ditolak oleh pujaan hatinya.
"Hmm okayy... Mungkin dihati kak Rendi sudah ada wanita lain." Sahut Vani yang kini tengah duduk di samping dita dengan dita yang kini mengemudi mobil Vani.
"Semoga suatu saat kak Rendi menyadari jika ada wanita yang sangat mencintainya dengan tulus Yaitu Novani putri Kusuma." Dita memberikan semangat pada Vani.
"Hmm Aminn ya Allah. " Vani mengamini ucapan Dita.
Bersambung
Halo Para Pembaca PYTTππ Terimakasih ya sampe saat ini kalian masih mau baca novel aku dan masih setia menunggu episodenya, ya walaupun up nya jarang. πππ
Terimakasih Atas Komentar dan likenya. ππ
__ADS_1
Saya mengharapkan Dukungan komentar yang mendukung dan keringanan jarinya untuk like. Supaya Autor lebih cemangaattt lagi nulisnya. ππβ€β€
& 1 lagi Folow ig akuh yaaa @mirans_nvl π makacihhhβ€π