Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 40


__ADS_3

"Mungkin kalian jodoh... Sudah tak sengaja berjumpa di negara orang Dan sekarang berjupa di negara sendiri. " Dita terbahak mendengar cerita dari Andin.


"ada-ada aja lo... Lo aja sono,,, gue gak mau. " Sahut Andin.


"Dah yuk... kita masak sayur dulu gue udah laper. " Andin


Andin Dan Dita pun berkutat di dapur memasak sayur-sayuran dan ikan yang sudah mereka beli di supermarket tadi.


\=*\=*\=*\=*\=*\=*\=


Pagi Yang cerah rendi terbangun dari tidurnya. Membuka mata perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk dari jendela kamar.


"Ashh... Kepala gue. " Rendi memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing.


"Aku dimana. " Rendi melihat sekeliling nya yang ruangan nya terlihat asing dan pastinya itu bukan kamarnya.


"Udah bangun lo. " Ucap Vano yang baru masuk ke kamar yang ditempati Rendi.


"Gua dimana? " tanya Rendi pada Vano.


"Lo di apartemen gua. " Jawab Vano.


"Lagian lo ngapain sih pake mabuk-mabukan... sore-sore lagi. Emang kenapa lagi si Zoya? " Tambah Vano lagi yang memang sudah tau kalau Rendi menyukai Zoya.


"Zoya? Kok lo tau kalau ini tentang Zoya lagi? " Heran Rendi pasalnya ia belum ada cerita apa-apa ke vano tentang Zoya.


"Ya taulah. semalem kata Reza Waktu lo mabuk, lo sempet manggil-manggil nama Zoya terus. Emang kanapa lagi?" Ucap vano.


"Dia Udah tunangan.. dan nikahnya bulan depan. " Jawab Rendi dan kembali merebahkan badannya di kasur.


"Jadi lo belum bisa move on. " Vano menyunggingkan bibirnya.


"Susah van... tapi untuk sekarang gua akan coba ngilangin perasaan gua ke dia. " ucap Rendi menatap langit-langit kamar.


"Semoga lo berhasil deh... Masih banyak kok cewek baik di luar sana. Tu satu lagi... siapa sih namanya yang sering deketin lo. Temennya si cewek aneh. " Vano mencoba mengingat nama seseorang.


"maksud lo Vani. " sahut Rendi.


"Ah iya Vani... Dia juga lumayan ya walaupun agak sedikit aneh juga seperti temannya. Lo bisa coba buka hati ke dia. Siapa tau lo bisa cocok dan lo bisa move on dari Zoya. " Vano memberi ultimatum.


"Gua takut kalau nyakitin Cewek lagi van. seperti yang sudah-sudah. " Rendi mengingat hal-hal yang lalu, yang mendekati dan memacari wanita lain hanya untuk menutupi kalau ia menyukai sepupunya.


"Ah terserah elu deh.. Ayo sarapan. " Vano keluar kamar meninggalkan Rendi.


Rendi hanya mengacak-acak rambutnya.


Dan akhirnya mengikuti Vano ke dapur.




"Ndin gue balik dulu ya... gue Mau ke kantor lagi. Nanti sore gue balik lagi bareng Vani. " Pamit Dita pada Andin.



"Yakin gak mau gue anter?" Tanya Andin.


__ADS_1


"Gak usah... gue naik taxi aja." Tolak dita.



"Hati-hati yah.. " ucap Andin di balas anggukan oleh Dita.



"Bye ndin gue balik. " Dita melambai setelah taxi online Dita sudah sampai di depan gerbang Andin.



Sesampainya di rumah Dita mengetuk pintu.



"Mah... Mamah... " Panggil Dita.



" Nak... "



"Papa udah berangkat ma? " Tanya Dita yang tak melihat papanya.



"Udah... Kamu nanti di anter sama pak joko aja. " Ucap mama Dita.




Setelah selesai berberes Dita pun pergi ke kantor di antar supir mereka pak joko.



"Pak berhenti di mini market bentar ya ada yang mau aku beli." Di tengah perjalanan Dita lupa membawa ikat rambutnya. Dita tak bisa fokus bekerja jika dengan kondisi rambut yang terurai.



" iya non. " Sahut pak joko.



Mereka pun berhenti di mini market.


Dita masuk ke dalam dan mencari Ikat rambut.


Setelah menemukan ikat rambut yang ia cari. Saat ingin ke kasir Dita melihat minuman lemon kesukaannya di lemari pendingin, Dita pun berbalik dan mengambil minuman itu.



Saat ingin menutup kembali pintu kulkas ikat rambut Dita terjatuh.



Saat ingin mengambilnya ternyata sudah ada seseorang yang mengambilkan nya lebih dulu.

__ADS_1



"ini" Seseorang itu memberikan pada dita.



"Kak Kelvin. " Dita.



"Ta... " Kelvin



Dita dan kelvin bertemu kembali setelah beberapa waktu tak berjumpa.



"ta,,,boleh gak aku ngobrol-ngobrol bentar sama kamu? . " Tanya kelvin ragu.



"Mmm... boleh kak tapi jangan lama-lama ya kak. soalnya aku mau ke kantor papa. " Sahut Dita.



"iya ta gak lama kok. " ucap kelvin.



"Bentar ya kak aku bayar ini dulu. " Dita berjalan ke kasir. Setelah selesai membayar Dita pun keluar diikuti kelvin di belakangnya.



Kini Dita dan kelvin sudah duduk di kursi santai depan mini market.



"Ta,,, gimana kabar kamu? " Kelvin membuka obrolan.



" Seperti yang kakak lihat sekarang aku baik-naik aja." Dita tersenyum.



"Kak kel sendiri gimana? " Dita balik bertanya.



"Kakak jugak sehat. " Sahut Dita.



*Ckrekkk*,,,



Tak begitu jauh dari mereka berbicara ada seseorang yang diam-diam memotret mereka. Lalu mengirimnya lagi Pada seseorang yang ada di kontak ponselnya..

__ADS_1


__ADS_2