
* *
Dita dan Jacky yang baru sampai di parkiran pun langsung masuk kedalam mall .
Dita masih enggan membuka masker hitamnya karena takut jika tak sengaja bertemu mama papanya yang ia ketahui sedang bertemu temannya di mall itu. Dita membayangkan jika ia bertemu mereka sudah pasti mereka banyak bertanya dan ujung-ujungnya ia juga akan di ajak bersama orang tuanya bertemu teman lamanya.
Sesampainya di lantai dua mall tepatnya di toko Perhiasan milik Alex, mereka pun langsung menuju ke ruangan belakang tempat rahasia yang hanya diketahui orang-orang White Tiger.
''Ini senjata apa bang? Bukannya ini jam?'' Dita penasaran melihat senjata baru yang bentuknya seperti jam Tangan.
'' ini memang jam tapi ini bukan jam biasa..'' Jacky membuka bagian bawah jam.
''Wow... ini jarum apa?'' Tangan dita ingin menyentuh jarum yang ada di dalam jam namun tangan dita langsung ditepis oleh Jacky.
''eitss... jangan disentuh'' Jacky mengambil pinset anatomi dan mengambil satu jarum.
''Jarum ini beracun gak boleh dipegang sembarangan'' lanjut jacky.
Jacky pun menjelaskan semua tentang senjata berupa jam tangan itu. Sampai beberapa saat ponsel Jacky pun berdering.
''Hallo bang...'' Ucap Jacky setelah melihat nama 'Bang Rey' tertera di layar ponselnya.
π''Gimana Jack?'' Reyfan
''Sudah bang... Semuanya Aman''
π''Ok...Cepat bawa kemari'' Reyfan
''Iya bang... OTW''
Sambungan telpon pun berakhir.
''Balik yuk dit,,, disuruh cepetan sama bang rey.'' Ucap Jacky pada dita yang masih sibuk memperhatikan senjata baru.
''Yuk lah...'' Sahut dita.
Dita dan jacky pun pergi meninggalkan toko.
__ADS_1
''Mana kunci nya,, biar aku aja yang ngambil motornya di parkiran. Bang Jack tunggu disini aja'' Dita mengadahkan tangannya.
''Nih Cepetan...'' Ucap Jacky memberikan kunci motor pada dita.
Dita pun pergi ke basement mengambil motornya. Meninggalkan Jacky di dalam mall dengan Sebuah Koper mini yang berisikan senjata baru yang ia pegang.
Sesampainya di basement dita menatap kesana kemari mencari motornya.
'' Bang Jack naruh BlackSweet gue dimana ya..mana gue lupa nanyak lagi.'' Lirih dita yang masih celingukan.
''Nah itu dia BlackSweet gue'' Dita langsung menaiki motor kesayangannya itu dan pergi meninggalkan Basement.
Tanpa dita sadari ada sepasang mata yang sedari tadi terus memperhatikannya.
''Lama bener lu...'' Ucap Jacky pada dita.
''Lo aja markirinnya ntah dimana... kan gue bingung nyari nya.'' Sahut dita turun dari motor bertukar posisi dengan jack.
''Lah ngape lu gak nanya Munarohhhhh...'' Ucap Jacky lagi sambil mengambil alih kemudi.
'' Ok... Pegangan neng...'' ucap Jacky.
Jacky pun melajukan motor meninggalkan gedung mall dan kembali ke markas.
* *
Vano yang masih berada di basement mall yang belum lama memasuki mobilnya yang baru di antar supir pun baru akan melajukan mobilnya. setelah beberapa saat ia melihat hal yang tak ia sangka-sangka.
Saat vano ingin mengejarnya ada mobil lain yang ingin memarkirkan di belakangnya Alhasil pergerakan vano jadi terhambat dan ketinggalan jejak orang yang hendak ia kejar.
"Aishh Si*l..." umpat vano.
__
Sesampainya vano di basecamp ia langsung menghampiri Aldi yang sudah menunggunya.
Setelah masuk vano melihat Aldi yang yang sedang sibuk dengan ponselnya. Karena terlalu sibuk dengan ponselnya, Aldi yang kini posisinya rebahan dengan membelakangi pintu masuk tak menyadari jika vano sudah masuk dan duduk dibelakangnya.
__ADS_1
Lima menit berlalu....
Aldi pun sudah selesai dengan kesibukan di ponselnya. Aldi pun memasukkan ponselnya ke dalam saku jacketnya dan Aldi pun membalikkan badannya. Dannn.........
''AAAAA...........'' jerit Aldi kaget melihat vano yang kini tengah duduk di depannya.
''Astagfirullah... Astagfirullah... Astagfirullah...'' Aldi mengelus dadanya.
''Kamprett lu ya... ngapain lu diem aja disitu. Bukannya manggil gue kek...'' omel Aldi.
''Lagian lo serius amat sama tu hp. Sampe gue masuk aja lo gak tau..'' Sahut vano dengan santainya.
''gua ngantuk nungguin elu.. jadi gua main game aja deh.'' Aldi bangun dari posisi rebahan nya.
''Al... Lo tau gak...'' Ucap Vano serius dan menggantung.
''Tauu...'' Sahut aldi tak kalah serius.
'' Lo udah tau?'' Vano kurang yakin.
'' gimana gua mau tau kalau lu aja belum bilang tentang apa yang lu omongin Paijoo...'' Aldi menggelengkan kepalanya.
''Ya lagian lu pake bilang tau-tau aja... gua kira elu udah tau beneran.'' sahut vano.
'' Lo kira gua Cenayang yang bisa baca pikiran orang.'' Aldi membuang nafas kasar.
''hmm... gua cuma mau bilang kalau orang yang udah bantuin kita ngelawan preman tadi itu ternyata dia cewek.'' Ucap vano.
''Haaa... gak mungkinlah...darimana lo tau?'' Aldi tak percaya dengan apa yang dikatakan vano.
''gua liat sendiri tadi waktu gua di basement mall. Awalnya gua juga gak yakin tapi setelah gua perhatiin dari atas sampe ujung kaki semuanya sama banget sama yang di pake abang-abang yang tadi.. Motornya juga sama.. cuma bedanya tadi dia gak peke helm makanya gue tau dia cewek.'' jelas vano panjang lebar.
'' Terus lo liat wajahnya gak??'' tanya Al penasaran.
Vano terdiam tampak sedang berfikir.....
Bersambung
__ADS_1