Pertemuan Yang Tak Terduga

Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 54


__ADS_3

 Masih dengan Vani dan bu Risma😊🙏


 "Kenapa wajah ibu ini gak asing yah. " Vani membatin dengan tetap memandangi wajah Risma.


 "Eh iya tante. Kata dokter tante sudah boleh pulang." Vani teringat ucapan dokter meta.


"Iya nk."


" Mari tante saya bantu. " Vani menggandeng tangan kanan bu Risma.


 Sesampainya didepan, Vani mendudukkan Risma di kursi tunggu yang ada di depan apotek.


 "Bentar ya tante saya ambil obatnya dulu. " Vani meninggalkan Risma di kursi tunggu.


 "Eh nak ini uangnya" Risma mengeluarkan dompetnya dari tas yang ia bawa tetapi panggilan Risma tak didengarkan oleh Vani dan tetap berjalan terus.


 Tak terlalu menunggu lama kini Vani pun kembali menghampiri bu Risma.


 "Mari tante saya anter pulang. " Vani kembali menggandeng tangan Risma sambil berjalan ke mobil Vani yang terparkir di depan puskesmas.


" Tak perlu repot repot nak. Panggilkan saja tante taxi. Tante bisa pulang sendiri kok nak. " Ucap Risma tak enak.


 "Gak Apa-apa tante. oh ya memangnya rumah tante dimana? " tanya Vani.

__ADS_1


 "Di jalan melati indah nak. " Jawab Risma.


" Oh kebetulan sekali saya juga lewat sana tante. Yuk tante masuk. " Vani membukakan pintu untuk Risma.


  Pasrah. Akhirnya Risma pun di antar oleh Vani. Kondisi Risma yang masih lemas tak bertenaga membuat Vani tak tega jika harus membiarkan bu Risma menaiki taksi.


 "Tante kok bisa belum makan dari pagi? . Di usia tante yang tak muda lagi seharusnya tante gak boleh makan telat. Liat ini sudah sore banget lo tante." Tanya Vani yang terdengar seperti omelan di kuping Risma.


 Mendengar perkataan Vani membuat Risma mengembangkan senyumnya.


 "Sedari pagi tante sudah disibukkan untuk memasak di dapur karena sudah beberapa hari ART yang bekerja di rumah tante pulang kampung dan baru akan datang sore ini jadinya tante yang mengerjakan semua dan membuatkan bekal untuk dibawa ke kantor suami tante. Sampai-sampai tante gak selera lagi untuk sarapan mungkin hanya sepotong roti yang sempat tante makan tadi pagi. dan selesai mengantarkan bekal ke kantor suami tante, tante mampir ke pasar untuk membeli sayur mayur dan beberapa bahan masakan lainnya. Setelah selesai belanja tante pergi ke pinggir jalan untuk mencari taksi tapi tiba-tiba perut tante sakit dan kepala tante juga pusing, lalu setelah itu tante gak tau apa lagi yang terjadi. Tante terbangun tante sudah ada di puskesmas." jelas Risma panjang kali lebar.


 Walaupun baru bertemu dengan Vani, tetapi sudah membuat Risma nyaman untuk bercerita dengan Vani.


 "Tetapi sekali lagi tante jangan gitu loh. Sesibuk apapun Tante tetap harus sempetin makan. Walaupun sedikit asalkan sudah ada yang masuk untuk mengganjal." Ucap Vani.


 "Eh... Maaf tante pasti saya terlalu berlebihan ya. " Vani tersadar kalau sedari tadi Ia terlalu banyak bicara pada risma.


 "iya nak. Gak apa-apa kok nak. tante juga senang kalau ada orang lain yang masih mau mengingatkan tante. " Risma tersenyum hangat.


 "Nak Rumah tante yang itu. " Risma menunjuk rumah besar dan megah yang ada di pinggir jalan.


 "Yang ini ya tante.?" Vani melihat rumah yang besarnya sama seperti rumahnya.

__ADS_1


 "Iya nak. " sahut Risma.


 Sangking asiknya berbicara di sepanjang perjalanan, tak terasa kini mereka sudah sampai di depan rumah Risma.


 Vani dan Risma pun turun dari mobil. Vani pun mengeluarkan belanjaan Risma yang ia taruh di jok belakang.


 "Ayo tante saya anter sampe dalam. " Vani pun mengantarkan Risma sampai di ruang tamu rumahnya.


 "Sudah nak. Ayok kita duduk dulu. " Ucap Risma.


"Nak Vani gimana kalau kamu sekalian ikut makan malam bersama. Kelihatannya ART tante sudah datang dan dari aromanya dia pasti sudah memasak. " Tawar Risma ketika baru mengendus aroma masakan ang asalnya dari dapur.


 "Mungkin lain kali saja tante. Bentar lagi sudah maghrib takutnya nanti mama Vani nyariin. " Tolak Vani.


"Hmm ya sudah deh. Kalau begitu tante minta nomor HP kamu. " Risma mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Dan dengan cekatan Vani mengetikkan nomornya di ponsel Risma.


 "ini tante. kalau begitu saya permisi pulang dulu ya tante. " pamit Vani menyalami tangan Risma.


 "iya nak hati-hati ya dan terimakasih untuk segala hal dihari ini ya nak." Sahut Risma.


 Setelah berpamitan pada risma, Vani pun balik pulang. Sampai di pintu gerbang berbarengan dengan mobil hitam yang hendak memasuki pekarangan rumah risma.


 "Mobil itu kayaknya aku kenal deh. Tapi... ah mungkin mobil orang lain. Kan bukan cuma mobil kak Rendi yang begitu. " Vani memperhatikan mobil yang baru saja masuk dan kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya yang sudah tak terlalu jauh lagi.

__ADS_1


                      


<<<<<<**∆**\>\>\>\>\>\>


__ADS_2