
" Nak kamu bawa siapa ini? " Tanya risma mendekat ke arah Vani.
"Pacar kamu nak? " Tambah Wisnu lagi.
"Buk.... " ucap Vani menggantung.
"Iya mah pah... " Rendi langsung memotong perkataan Vani.
Vani yang mendengar perkataan Rendi barusan sontak membulatkan matanya.
Apakah dia salah dengar atau gimana?
Vani melirik Rendi dengan tatapan minta penjelasan.
Rendi yang melihat tatapan Vani hanya mengedipkan sebelah matanya.
"Maaf Van,,, Maaf Kali ini aku melibatkan mu. " Batin Rendi.
"Sudah berapa lama nk? " Tanya Risma.
"Belum lama mah. " Jawab Rendi.
"oohh... pantas saja kamu masih malu-malu." Risma mengusap lengan Vani lembut.
"Oh iya nk... nama kau siapa? " Tanya Risma pada Vani.
"Nama saya Vani tante. " Jawab Vani menunjukkan senyum manisnya.
Tak lama mereka berbincang suara dari mikrofon mengalihkan fokus mereka.
Seorang pembawa acara mengatakan jika acara akan segera dimulai. Dan para tamu undangan pun duduk di kursi yang sudah di siapkan.
Kini zoya sudah duduk di depan para tamu undangan dengan di dampingi oleh kedua orang tuanya, yang berhadapan dengan calonnya.
Selama acara berlangsung Vani yang duduk di samping Rendi hanya bisa menyimak dan sesekali melirik ke arah Rendi.
Vani yang selama acara selalu mencuri pandang ke arah Rendi agak sedikit aneh melihat Rendi kali ini.
Rendi yang awal mereka baru datang selalu tersenyum tapi setelah acara berlangsung Rendi hanya terdiam tanpa suara bahkan ia tak sekalipun melirik Vani yang duduk di sampingnya.
Acara inti pun sudah selesai tinggal para tamu undangan yang menikmati hidangan yang sudah tersedia.
"Wihh kelihatannya enak-enak semua nih makanannya. " Vani berkeliling melihat lihat makanan yang terhidang diatas meja.
Vani mengambil Minuman yang ada disitu dan berjalan kembali menghampiri Rendi lagi yang sedang sibuk dengan layar ponselnya.
"Kak ren... Kakak mau minum? kalau iya biar aku ambilin. " Tawar Vani. Tapi orang yang iya tawarin masih fokus pada ponselnya.
"Enggak van... " Setelah beberapa saat baru Rendi menyimpan ponselnya di saku celana dan menjawab pertanyaan dari Vani.
Vani yang mendengar jawaban singkat dari Rendi hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Kak Rendi... " Panggil Zoya mendekat ke arah Rendi dan Vani dengan seorang laki-laki yang ia gandeng.
__ADS_1
"Zoyy... " Rendi tersenyum lembut pada Zoya.
"Sayang kenalin ini kakak sepupu aku namanya kak Rendi. " Ucap Zoya pada calon suaminya.
"Hai saya Dimas" Dimas mengulurkan tangannya.
"Saya Rendi. " Rendi membalas uluran tangan dimas.
"Hai aku Zoya adiknya kak Rendi. " Zoya mengulurkan tangannya pada Vani.
"Hai juga aku Vani. " Vani tersenyum ramah.
"Kak kapan nyusul.? " Tanya Zoya melirik ke Rendi dan Vani.
"Kau ini... " Rendi hanya tertawa sumbang.
"Gimana kak van... kak Rendi nya bingung tuh. " Zoya mencolek lengan Vani.
" Haha... kalau memang sudah jodoh pasti kelak akan sampai kesana. Tapi jikalau tidak,,ya harus Terima takdir. Mungkin belum berjodoh. " ucap Vani dari lubuk hatinya yang paling dalam.
"Ya benar,,, kalau jodoh sudah di atur sama yang dia atas. " Sahut Zoya membenarkan ucapan Vani.
Setelah beberapa saat mereka berbincang Rendi pamit pulang lebih awal.
Kini Rendi dan Vani sudah dalam perjalanan menuju rumah Vani. Selama perjalanan Rendi hanya membisu.
Vani yang melihat itu hanya bisa ikut terdiam. Kelamaan berdiaman Vani pun ketiduran.
Setelah setengah jam perjalanan mereka pun sampai di depan rumah Vani.
"Van... Vani... Bangun kita sudah sampe." Rendi menepuk-nepuk pelan pundak Vani agar terbangun.
"Eh... Udah sampe ya kak... " Vani mengerjapkan matanya melihat kanan kiri.
"Iya..." Jawab Rendi.
"Aku masuk dulu ya kak. " Vani membuka pintu mobil.
"Tunggu." Rendi menahan tangan Vani.
"Ada apa kak? " Vani kembali terduduk.
" Terimakasih ya... karena kamu udah bantuin aku. Dan Maaf soal ucapan aku tadi. Mungkin aku terlalu lancang karena gak minta persetujuan kamu dulu kalau aku mau bilang kamu pacar aku. Sekali lagi kakak minta maaf ya van. " Ucap Rendi panjang lebar.
"iya kak... gak Apa-apa kok. Aku juga maklum." Vani tersenyum.
"Bahkan kalau beneran juga gak Apa-apa. Hehehh.... " Tambah Vani tertawa garing.
" kamu ini... " Rendi jugak ikut tertawa garing.
"Ya udah kak aku masuk dulu ya.. Kakak hati-hati di jalan. " Vani menutup pintu mobil. Dan masuk kedalam rumah setelah mobil Rendi meninggalkan halaman rumahnya.
Setelah mengantar Vani pulang Rendi tak langsung pulang kerumahnya melainkan ke Bar milik temannya Reza.
__ADS_1
Sesampainya disana Rendi langsung memesan minuman beralkohol.
Rendi Sudah menghabiskan satu botol minuman kini ia ingin memesan lagi walaupun kini ia sudah mabuk berat.
" Jay satu botol lagi. " ucap Rendi pada Bartender.
"Jay Jangan. " Larang Reza yang baru saja datang.
"Ada masalah apa lo... sampe lo mabuk-mabukan gini. " Tanya Reza yang melihat temannya itu mabuk-mabukan.
"Bukan urusan lo. " lirih Rendi terbata karena sudah mabuk berat.
"Sekarang jadi urusan gua karena lo udah dateng ke tempat gua. " Sahut Reza.
"Awass lo. " Rendi Mendorong Reza agar menyingkir dari hadapannya.
Rendi berjalan sempoyongan.
Bukkkk
Rendi terjatuh di lantai dan tak sadarkan diri karena terlalu mabuk.
"Ren... Rendi.. bangun. " Reza menepuk wajah Rendi.
Panik... Reza pun akhirnya mengangkatnya dan menaruh Rendi ke sofa panjang dengan bantuan Jay Bartender nya.
Reza berkutat dengan layar ponselnya mencari kontak vano.
"Hallo Van... Lo bisa dateng ke bar gua gak? Rendi mabuk berat dan sekarang dia pingsan. "
📱Ok gua kesana.
Setelah mendengar perkataan dari reza, Vano langsung pergi ke bar milik reza.
sesampainya vano di bar, vano lansung menghampiri dimana Rendi berada.
"Gimana keadaannya za? " tanya vano pada reza.
"tuh liat aja sendiri. " Reza menunjuk dengan dagunya.
"Astaga ren... masih jam 6 sore udah mabuk-mabukan aja lu. " Ucap vano setelah melihat jam di tangannya.
"Emang ada masalah apa sih dia.? " reza penasaran.
"Gua juga gak tau. " jawab vano yang juga belum tau apa masalah Rendi yang bisa membuat Rendi mabuk-mabukan seperti ini.
"Tapi dia tadi sempet manggil-manggil nama orang kalau gak salah Zoy.. Zoya" Reza Teringat.
"Zoya? " Vano mengernyit.
"Iya van. " sahut reza.
" Yaudah lo bantu gua ngangkat dia ke mobil gua. " Vano dan Reza memapah Rendi ke mobil Vano.
__ADS_1
Vano pun membawa Rendi ke Apartemen pribadi miliknya. ia tidak mungkin mengantarkan Rendi pulang ke rumahnya dalam keadaan yang seperti itu. Takut jika mama Rendi khawatir.
Bersambung