
''Tapi Buat apa ya preman-preman tadi ngejar kita. kita tawarin duit juga dia gak mau terus malah nyerang kita.. Mau mereka apa cobak.. heran gua.'' Aldi memikirkan Preman-preman yang menyerang mereka tadi.
'' gua juga Heran.. Ah Yang penting sekarang Kita selamat.'' Sahut Vano yang duduk di Samping Aldi yang sedang menyetir.
* * * * *
Tinn.... Tinnn....
Dita membunyikan klakson motornya begitu sampai di depan gerbang markas agar sang penjaga membukakan gerbang.
Setelah memarkirkan motornya dengan rapih dita pun langsung masuk kedalam markas.
''Hayy Bang Jack...'' sapa dita pada Jacky yang kebetulan lewat.
''Hay Dit...'' Mereka pun berjabat tangan Ala mereka berdua jika bertemu.
'' Mau kemana bang??'' Tanya dita pada Jacky yang sepertinya terburu-buru mau pergi keluar.
'' Abang mau ke toko yang di mall...'' Jawab Jacky.
''ngapain?'' Tanya dita lagi.
''ngambil senjata baru..'' Jawab Jacky.
''Ikutt...'' Dita menunjukkan senyum manisnya.
''Gak usah... nanti kamu kena marah sama bang rey. Belum juga masuk udah mau pergi lagi.'' Larang Jacky.
'' Gak bakalan... tenang aja..'' Dita menaik turunkan alisnya.
''Ya Sudah tapi kalau sampe elu di omellin sama bang rey gua gak tanggung jawab.'' Jack berjalan mendahului dita.
'' Bawell Amat Lu...'' Sahut dita lagi berjalan menyusul Jacky.
Jacky dan dita seumuran hanya berbeda empat bulan setelah jacky.
__ADS_1
Jika Menyangkut Hal-hal baru dita tak mau ketinggalan apalagi jika membicarakan tentang senjata.
''Pake motor lu aja ya... gua males harus ngeluarin motor lagi.'' Ucap Jacky yang malas mengambil motornya yang ia parkirkan di garasi dalam markas.
''Ok... Tapi elu yang bawak.. Tangan gue masih pegel.'' Dita melempar kunci motornya pada Jacky.
''Ya iya lah... Ya kalik gua di boncengin cewek'' Sahut Jacky.
Dita dan Jacky pun pergi ke toko perhiasan yang cabangnya ada di salah satu mall terbesar di jakarta.
Alexander Wilson memiliki toko perhiasan yang kini cabangnya sudah ada di berbagai kota-kota bahkan sampai di luar negeri.
Perusahaan Alex yang bergerak di bidang properti kini sudah ia serahkan seutuhnya pada Reyfan Anak Satu-satunya.
Di usianya yang kini tak muda lagi Alex memilih untuk di rumah saja ataupun di markas sambil mengelola bisnisnya yang menyediakan jasa perlindungan / jasa Bodyguard.
* * * *
Sesampainya Mobil yang dikendarai Aldi di depan sebuah Mall Vano pun turun untuk menemui Papa dan Mama nya yang sudah menunggunya di sebuah Restoran di dalam mall.
''Gua tunggu di Basecamp ya...'' Ucap Aldi dari dalam mobil.
*
''Mah,,,Pah,,,'' Panggil vano pada kedua orang tuanya begitu sampai di restoran di lantai dua mall tempat mama papanya menunggunya.
''Om,,,Tante...'' sapa vano lagi setelah melihat orang lain yang duduk selain kedua orang tuanya.
''Kamu kok lama banget nak...'' Ucap mama Adel.
''iya ma.. maaf tadi di jalan macet banget...'' Bohong vano yang tak mau sang ibu khawatir jika tau kejadian yang sebenarnya.
''Ohh...Pantesan.... Ya sudah sekarang kamu mau makan apa'' Mama Adel menyerahkan daftar menu pada vano dan vano pun menyebutkan pesanannya pada seorang waiters yang sudah menunggu.
Sambil menunggu makanan datang merekapun berbincang-bincang mengenai bisnis mereka.
__ADS_1
''Van... Kenalin ini om Henry Abraham Pimpinan ABRA Company dan ini Tante Fina istrinya'' Ucap Wiharto pada vano.
''Hallo Om,,Tante Saya Vano.'' Vano menyalami henry dan fina.
''Hallo Nak Vano.'' Sahut Henry dan fina.
''Van,,, Om henry ini teman bisnis Papa sekaligus Sahabat papa dari SMA.'' Tambah Wiharto lagi yang dibalas anggukan dari vano.
''Mbak Fina bukannya punya anak perempuan kan..Kok gak di ajak mbak?'' Tanya Mama Adel.
'' Kalau Anak saya Setiap hari minggu ada kesibukan sendiri jadi dia gak mau di ajak.'' jawab mama fina.
''Oh..Padahal tadi kalau ikut kan bisa kenalan sama vano ya mbak...'' Sahut mama Adel.
''Iya del... Anak saya susah kalau di ajakin yang kayak beginian. Cobak kalau di ajak ke Tempat Karaoke trus nonton Konser Langsung Gercep tu Anak.'' Ucap mama fina mengingat Putri satu-satunya itu.
''Anak Jaman sekarang emang begitu mbak gak heran lagi.'' Sahut mama Adel.
Sedangkan Vano Hanya mendengarkan perbincangan para orang tua sambil memainkan ponselnya.
*
Setelah selesai makan merekapun melanjutkan perbincangan mereka sejanak sampai saat vano pamit pergi terlebih dulu meninggalkan para orang tua yang masih asik berbincang.
''Oh Iya hen...Rencananya kalau vano sudah wisuda saya akan serahkan semua urusan perusahaan ke vano.'' Ucap Wiharto.
''Wah,,, baguslah,,, saya juga ada niatan Pensiun dari perusahaan kalau suatu saat anak perempuan saya juga sudah siap untuk memimpin perusahaan menggantikan Papa nya.'' Sahut Henry.
''Yaa..Kita sudah tidak muda lagi jadi biarkan anak-anak kita yang jadi penerus kita'' Timpal Wiharto sambil menepuk-nepuk pelan pundak vano yang duduk di sampingnya.
''Ma...Pa... Aku balik duluan ya.. Aku tadi ada janji sama Aldi.'' ucap Vano pada Mama papa nya.
''iya Hati-hati ya nak'' Ucap Mama Adel yang dibalas anggukan oleh vano.
''Om,,Tante,, saya balik duluan ya..'' Pamit vano pada Henry dan Fina.
__ADS_1
Vano pun Pergi meninggalkan para orang tua dan kembali menemui Rendi yang sudah menunggunya di tempat biasa mereka berkumpul.
Bersambung