
Saat ini Luna masih begitu sibuk dalam rapat yang diadakan oleh Dewa. Iya mencatat semua hal-hal penting yang dikatakan oleh Dewa maupun kliennya. Setelah 2 jam, akhirnya meeting tersebut dihentikan dan mereka memutuskan untuk melanjutkannya esok hari. Mereka semua keluar dari ruang rapat setelah menyelesaikannya.
Dan saat semua investor telah pergi, Luna dan Dewa berdiri di lift untuk kembali ke ruang kerjanya masing-masing. Saat ini, Luna yang tengah berdiri dan akan menekan tombol lift tiba-tiba dikejutkan oleh Dewa. Dewa memegang pundak Luna dan menghadapkan ke dirinya.
" Kenapa kamu bisa sebodoh ini Aluna? Yang pertama, kamu datang terlambat ke rapat dan kamu masuk ke ruangan itu tanpa mengetuk. Kamu tersandung dan jatuh di depan semua orang, memberiku dokumen yang salah. Yang terakhir, kamu memutar video dirimu yang bertingkah seperti orang bodoh yang sedang menghina aku. Kamu beruntung karena membuat video itu bertahun-tahun yang lalu, kalau tidak, aku tidak tahu apa yang akan kulakukan kepadaku. Kamu tidak hanya mempermalukanku tetapi juga perusahaanku. Berdoa saja agar mereka tidak berubah pikiran tentang kesepakatan denganku. Jika mereka sampai melakukannya, kamu akan menerima akibatnya."
"PERGI DARI HADAPANKU DAN KELUAR DARI PERUSAHAANKU! AKU TIDAK MAU MELIHAT WAJAHMU LAGI!" Teriak Dewa dengan begitu marah. Meneriaki Luna di depan semua orang di lantai lima. Setelah itu, Dewa masuk ke dalam lift, meninggalkan Assistannya berdiri di sana sendirian. Luna tampak seperti orang paling bodoh di dunia. Iya merasa sangat malu. Luna mengangkat kepalanya, dan iya melihat semua orang sedang menatapnya.
Luna merasakan air mata yang mulai menggenang di sudut matanya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, iya segera berlari ke toilet untuk menumpahkan air mata itu. Saat Luna sedang dalam Isak tangisnya, tiba-tiba ia teringat dengan apa yang diucapkan oleh Dewa.
'Pergi dari hadapanku dan keluar dari perusahaanku aku tidak ingin lagi melihat wajahmu' kata-kata itu terus terngiang-ngiang di kepala Luna.
" Gimana kalau Dewa sungguh-sungguh dengan apa yang dia ucapkan tadi. Ya Tuhan, aku harap dia tidak berniat untuk memecatku. Mungkin saja dia sedang kesal dan tidak ingin melihat wajahku untuk sementara. Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini untuk biaya operasi mama. Aku tidak bisa kehilangan pekerjaan ini. Aku akan meminta maaf kepadanya" gumam Luna saat masih berada di dalam kamar mandi.
" Aku tidak peduli bagaimana Dewa menganggap diriku. Aku harus meminta maaf kepadanya sekarang juga. Aku dan Mama sangat membutuhkan uang untuk keperluan kita. Kenapa harus sekarang sih buat masalahnya Duh Luna Luna... bodoh sekali sih kamu ini" Luna memukul pelan kepalanya sendiri. Setelahnya Iya membasuh mukanya dengan air agar air matanya tidak terlihat.
__ADS_1
Setelah merasa mukanya telah bersih dan air mata tersebut sudah tidak terlihat, Luna berjalan keluar dari toilet menuju ke dalam lift untuk bisa sampai ke ruangan Dewa. Saat sedang berada di dalam lift, sebuah pikiran aneh tiba-tiba muncul di kepala Luna.
" Kenapa aku tidak marah ya waktu Dewa mempermalukan Aku di depan teman-teman dan rekan bisnisnya. aku ini kenapa terlalu bodoh. Selalu bersikap seperti itu seolah membiarkan Dewa menggertak diriku terlalu jauh lagi. Aku benar-benar tidak berguna dan tidak bisa berbuat apa-apa." gumam Luna dalam hatinya sendiri. Dan Saat itu pula pintu lift terbuka karena sudah sampai pada tujuannya.
Luna keluar dari lift dan langsung membuka pintu ruangan Dewa. tanpa berpikir panjang lagi, Luna berlutut dan mohon ampun kepada dewa. Luna tahu jika ia memohon dan berlutut seperti ini akan semakin membuat Dewa semena-mena terhadapnya. Namun tidak ada hal lain yang bisa Luna lakukan. Iya sangat membutuhkan pekerjaan ini. Jadi ia harus mempertahankannya agar tidak dipecat.
"Tuan... Saa.. Sa... Saya minta maaf atas apa yang telah terjadi. Saya berjanji ini adalah hal pertama dan terakhir saya melakukan kesalahan. saya sangat menyesal dengan video yang telah saya buat itu. saya sudah membuatnya bertahun-tahun yang lalu ketika masih ada di SMA. Sebenarnya saya tidak ingin Anda melihatnya. Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi. Saya minta Tolong jangan pecat saya" Luna Berkata sambil berlutut di hadapan Dewa. Dengan air mata yang terus menetes dan terjatuh. Luna merasa malu akan apa yang telah terjadi. Dan ia juga sangat khawatir kalau kehilangan pekerjaan tersebut. Iya menunduk karena tidak berani menatap wajah Dewa yang terlihat begitu geram. Luna tahu saat itu Dewa berdiri dari kursinya dan berjalan mendekat ke arahnya.
" Ini adalah pertama dan terakhir hal seperti ini terjadi. Kalau sampai terjadi lagi, kamu akan menerika akibatnya. Aku telah memaafkanmu, tapi aku akan menghukum kamu Jika aku kehilangan kontrak ini. Aku akan memotong gajimu sebesar 15 juta setiap bulannya." Ucap Dewa.
"Terima kasih... Terima kasih tuan... Terima kasih banyak" Ucap Luna dan langsung mencium tangan Dewa sambil mengucapkan terima kasih itu. Tidak sadar mengapa iya melakukannya.
"Kenapa ya? " Luna merasa bingung.
" Nona Aluna, aku akan sangat senang kalau kamu bisa kamu mengancingkan bajumu dengan benar. Karena itu membuat sesuatu di dalam diri saya bangun. Dan jika aku mau membuatnya tertidur lagi, aku takut akan membahayakanmu" Ucap Dewa sembari membuang pandangan ke Luna.
__ADS_1
"Oh maaf tuan, saya tidak bermaksud seperti itu dan maaf juga karena saya mencium tangan Anda" Setelah mengatakan itu, Luna langsung keluar dari ruangan Dewa sebelum sesuatu yang lebih membuatnya canggung terjadi.
"Sudah cukup aku membuatnya kesulitan." Ucap Luna setelah berada di luar ruangan Dewa.
"Aku membuat Dewa terlihat seperti setan yang bodoh" Ucap Luna sambil cekikikan sendiri. Iya sangat senang karena ternyata Dewa bisa merasakan berdebar juga saat berada di dekat Luna.
"Tunggu tunggu... Kenapa aku sesenang ini bisa membuatnya terpengaruh?" Gumam Luna heran pada dirinya sendiri.
"Apa aku menyukainya? Tidak... Seharusnya aku tidak memikirkan hal seperti ini. Sadarlah Luna. Kamu tidak boleh seperti ini. Aku cuma gadis miskin yang tidak sepadan dengannya. Bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta kepadanya. Sedangkan dia adalah orang yang benar-benar membuat aku menderita sejak dulu. Aku harus membuat diriku membenci Dewa. tidak boleh menyukainya." Luna terus berfikir.
"Aku harus punya mobil sendiri agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Pokoknya aku harus bisa beli mobil. Tapi setelah aku membayar operasi mama. Aku rasa masih ada sisa banyak"
"Dewa bilang dia tidak akan memecatku kan. Yahh, tapi gajiku harus di potong setiap bulan. 15 juta setiap bulan hiks hiks hikss.." Luna pun terus berjalan masuk ke ruanagnnya sendiri. Iya langsung saja menyibukkan diri dengan pekerjaan agar tidak selalu ingat kepada Dewa.
Di saat Luna sedang membuka Emailnya, Iya melihat sesuatu yang aneh. Setelah membuka dan membaca email tersebut, Luna merasa ada yang salah. Iya membaca sekali lagi.
__ADS_1
"Ya Allah... Dewa telah mengirim uang ke rekeningku sebanyak 1 milyar. Apakah itu gajiku selama setahun penuh? Apa ini tidak salah? Aku harus berbicara dengannya. Atau, aku gunakan saja uang itu dengan hati-hati. Sebagian untuk membayar operasi mama dan untuk membeli mobil juga? "
"Hih, aku jadi bingung. Apa lebih baik aku memanfaatkannya sebaik mungkin." Luna sangat senang sehingga tak bisa berkata apa-apa. Iya tidak sabar untuk segera pulang dan mengabarkan kepada mamanya.