
"Emmmm..." Luna melenguh dan terbangun dari tidurnya. Ia merasakan perutnya terasa berat karena ada yang menindih. Setelah ia tahu Siapa yang memeluknya tersebut ia merasa sangat nyaman. Sesaat kemudian Luna pun ingat kalau ia saat ini sedang berada di rumah Dewa, bukan di rumah Papanya.
"Aduh... mereka akan khawatir Saat bangun dan melihat aku tidak ada di rumah." Luna segera mencari ponselnya untuk menghubungi mamanya agar tidak khawatir. Tapi di saat itu Luna melihat ponselnya telah mati. Tuna lupa untuk mencharger semalam.
"Aku harus pulang sebelum mereka semua bangun. Aku harus membangunkan Dewa terlebih dahulu agar dia mau mengantarkanku." Luna benar-benar merasa khawatir karena keluarganya akan mencari dirinya. Soalnya semalam dia tidak berpamitan.
"Dewa, kita harus pulang ke rumahku sebelum mereka semua menyadari aku tidak ada di rumah. " kata Luna. Namun tidak ada jawaban sama sekali dari dewa. Saat ia menoleh, ia merasa seperti sedang berbicara dengan tembok. Dewa saat itu masih tertidur dengan pulas dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Luna tadi.
"Dia masih tidur lagi. " kata Luna.
"Dewaa... bangun. " Luna berteriak di telinga dewa untuk membangunkan suaminya tersebut.
"Apa? " luna yang berasal kaget pun langsung mengambil sebuah senjata yang ia letakkan di atas meja di samping tempat tidur anda titik iya mengira ada keadaan yang penting karena luna berteriak.
"Oh ternyata kamu sayang." Kata Dewa setelah kata Dewa setelah ia menyadari kalau yang membangunkannya adalah Luna dan tidak terjadi apa-apa. Ia pun meletakkan pistolnya kembali ke atas meja.
"Jam berapa sekarang?" ucap Dewa sambil mengucek matanya seperti anak kecil, membuat lelaki itu terlihat sangat menggemaskan.
"Sekarang sudah hampir jam 6 pagi. Kita harus segera pergi." kata Luna, iya mengambil jaket dan memakai sandalnya.
"Ini masih sangat pagi. Kenapa kamu harus pulang sekarang? " Kata Dewa sambil berbaring kembali.
__ADS_1
"Semalam tidak ada yang tahu aku meninggalkan rumah. Aku harus kembali sebelum ada yang bangun." Kata Luna sambil mencoba menarik Dewa dari tempat tidur.
"Baiklah sayang." Dewa yang akhirnya bangun juga.
"Aku mau mandi dulu ya, setelah itu kita bisa berangkat." Kata Dewa sambil berjalan ke kamar mandi.
"Ngga... Kamu ngga boleh mandi." Sergah Luna.
"Kenapa? " Tanya Dewa bingung.
"Kamu ngga boleh mandi. Kalau kamu mandi, nanti semua orang di rumah papa sudah bangun. Mereka akan khawatir karena aku ngga ada." Kata Luna.
"Apa kamu bercanda sayang. Masa aku ke rumah orang tuamu tanpa mandi? " Ucap Dewa. Iya menatap Luna dengan menaikkan 1 alisnya. Merasa aneh dengan tingkah Luna pagi ini.
"Oke oke... Tapi izinkan aku untuk cuci muka dan gosok gigi dulu. Kamu juga." ucap Dewa.
"Oke." Jawab Luna sambil berjalan ke kamar mandi.
Setelah selesai mencuci muka dan menggosok gigi, Dewa dan Luna naik lift ke garasi di rumah Dewa. Ini adalah pertama kalinya Luna datang ke tempat parkir. Karena biasanya, sopirnya Dewa menunggu di depan gedung apartement. Mereka berjalan keluar dari lift, dan Luna memperhatikan ada beberapa mobil mewah yang terparkir dengan rapi di sana. Dalam hati Luna pun bertanya-tanya. Karena gedung apartemen Dewa tersebut juga digunakan oleh karyawan hotel.
"Apa mungkin karyawan hotel Dewa memarkir mobilnya di sini? Gaji mereka kan tidak terlalu tinggi untuk bisa membeli mobil mewah seperti ini."gumam Luna di dalam hatinya.
__ADS_1
"Dewa... Kenapa ada mobil Mewah terpakir di sini? " Tanya Luna.
"Ini semua milikku." Ucap Dewa.
"Ini tempat parkir pribadi. Hanya aku yang boleh parkir di sini." Jawab Dewa dengan tenang. Luna merasa semua pertanyaannya sudah terjawab.
Setelah berada di dekat mobil, Mereka berdua pun segera masuk.
"Karena kamu tadi sangat lama dalam bersiap-siap. Aku mau kamu mengemudi dengan cepat ya." Ucap Luna. Setelah mendapat permintaan dari istrinya itu, Dewa pun menginjak gas dengan kecepatan tinggi. Jadi, tidak ada 3 menit, mereka sudah sampai di rumah papa Luna.
Luna membuka pintu dengan sangat hati-hati. Ia tidak mau menimbulkan suara. Tapi rencananya gagal. Mama dan papa Luna saat ini sudah berjalan menuruni anak tangga. Luna juga mendengar Dewa yang menyapa orang tuanya.
"Selamat pagi sayang." Sapa mama Luna.
"Selamat pagi om, selamat pagi tante." Sapa Dewa kepada orang tua Luna.
"Bagaimana keadaanmu Dewa? " Tanya papa Luna.
"Saya baik-baik saja om. Bagaimana malam om sendiri? " Tanya Dewa. Sebelum Dewa dan Papa Luna melanjutkan obrolannya, Luna sudah berbicara terlebih dahulu.
"Pagi mah..." kata Luna mengalihka perhatian orang tuanya.
__ADS_1
"Pagi juga sayang." Balas mama Luna. Luna pun segera berjalan menghampiri kedua orang tuanya. Luna langsung mencium pipi kedua orang tuanya. Luna berdo'a supaya papa dan mamanya tidak curiga kalau Luna baru saja pulang.