Pesona CEO Menyebalkan

Pesona CEO Menyebalkan
Kamu Milikku


__ADS_3

10 menit berlalu setelah Luna pergi meninggalkan masjid besar itu. Kini Iya telah sampai di suatu tempat.


"Keluar" ucap Dewa. Luna tak membantah atau pun bertanya. iya bagaikan kerbau yang di cucuk hidungnya, selalu menurut kepada Dewa. Di saat Luna keluar dari mobil, iya melihat sebuah gedung yang menjulang tinggi. Seperti sebuah apartement entah berapa lantai. Luna mengira tempat itu adalah tempat tinggal Dewa.


Dewa yang baru saja keluar dari mobilnya langsung berjalan. Tak peduli Luna mengikutinya atau tidak. Luna yag merasa tidak mungkin berdiri di sana terus segera mengayunkan kakinya untuk mengikuti Dewa. Dewa berjalan masuk kedalam gedung tinggi itu dan langsung menuju ke lift. Kali ini iya menghentikan langkahnya untuk menunggu Luna. Setelah Luna masuk ke dalam lift, Dewa segera memencet tombolnya. Lift berjalan sesuai dengan keinginan. Akhirnya berhenti. Dewa dan Luna keluar dari lift menuju ke sebuah ruangan yang sangat indah. Luna sangat mengagumi interior rumah itu. Iya tidak lagi teringat dengan Dewa saat ini. Fikirannya terlalu sibuk dengan keindahan rumah yang baru saja iya masuki itu.


"Kalau kamu sudah selesai mengagumi rumahku, aku ingin memperjelas sesuatu. Apa yang terjadi malam ini jangan pernah terulang lagi. Kalau sampai hal itu terjadi lagi, aku tidak akan segan-segan untuk merusak wajah lelaki yang berani menyentuhmu itu." Ucap Dewa dengan suara yang terdengar sangat emosi.

__ADS_1


"Waahh.... Benarkah kamu akan melakukannya? Kamu tahu kan kalau aku ini seorang wanita single, aku bisa melakukan apapun yang mau aku lakukan. Dan kamu tidak punya hak untuk melarangku berteman atau bertamu dengan siapapun. Terserah aku mau berkecan dengan siapapun. Itu bukan urusanmu. Dan kamu, tidak berhak menyakiti siapa pun lelaki yang aku suka. Kamu paham kan? " Luna berteriak saat mengatakan kalimat yang terakhir di dekat wajah Dewa. Luna benar-benar kesal dengan apa yang sudah di lakukan Dewa kali ini. Dewa tidak mengatakan alasan apapun kepada Luna. Dan bertindak seenaknya sendiri dengan memukuli orang yang dekat dengan Luna.


"Aku tidak peduli dengan semuanya. Kamu adalah milikku, mi lik ku!. Kalau aku bilang kamu adalah milikku, berarti tidak ada orang yang boleh menyentuhmu. Karena kamu milikku." Teriak Dewa kembali kepada Luna.


"Ini dia, aku sudah muak denganmu. Setiap kali aku dekat dengan orang lain, kamu selalu melarangku. Kamu selalu bilang kalau aku adalah milikmu, aku milikmu, aku milikmu... Aku bukan milikmu. Kamu tidak memiliki aku. Kamu hanya bisa membuat hidupku seperti di neraka. Apakah kamu tidak punya hati? kamu tidak mau menjelaskan kepadaku tentang rasa yang ada di lubuk hatimu itu kalau kamu tidak pernah menyukaiku. Kamu tidak punya belas kasihan kepadaku. Yang pertama, kamu tidak membiarkanku untuk punya satu teman lelaki pun selama aku di SMA, walaupun kita tidak pernah satu kelas. Kamu selalu memastikan aku tidak punya teman dekat bahkan setelah kamu pergi. Dan sekarang kamu ingin aku mengakhiri hubungan pertemananku dengan satu-satunya orang yang sudah menemaniku dari dulu, yaitu Nanda, hanya karena kamu menganggap bahwa dia adalah orang jahat. Tolong, tolong kali ini saja. Tolong katakan kepadaku kenapa kamu sangat membenciku. Karena seingatku, aku tidak pernah melakukan apapun atau hal-hal yang membuat kamu membenciku. Tolong, jika aku pernah melakukan sesuatu yang menurutmu salah kepadamu. Aku memohon dengan sangat. Tolong maafkan aku karena aku sudah benar-benar lelah dengan semua penderitaan yang kamu buat ini." ucap Luna sambil menangis dan langsung berlutut ke lantai. Iya tidak tahu dari mana keberaniannya itu berasal. Tapi Luna senang akhirnya ia bisa mengeluarkan semua uneg-uneg dan rasa lelah hati yang ia pendam selama ini.


Di saat yang bersamaan, Luna mendengar langkah kaki yang semakin mendekat ke arahnya. Tapi Luna tidak peduli akan hal itu. Dia tetap menunduk dan tidak mau mengangkat kepalanya. Luna merasa sudah lelah untuk mengangkat kepala dan melihat lelaki b******* di depannya itu. Namun tiba-tiba Luna merasakan sebuah tangan kekar yang mengangkatnya untuk berdiri. Luna dipaksa untuk menatap Mata Indah Dewa yang saat ini sudah berada di depannya. Membuat perasaanya tak karuan. Pria yang menjadi alasan mengapa Luna sering tidak bisa tidur di malam hari. Satu-satunya lelaki yang membuat Luna merasakan galau. Dia menatap Mata Indah Dewa tanpa bisa berkata apa-apa. Hal yang terjadi saat ini adalah sesuatu yang tidak pernah Luna lihat sepanjang hidupnya.

__ADS_1


Hanya beberapa menit setelah Luna di cium dengan mesra oleh Dewa. Iya mendorong Dewa menjauh dari tubuhnya. Mereka saling saling menatap. Hingga akhirnya Luna menyadari jika tatapan Dewa bukan tatapan Biasa. Tatapan kekaguman yang tersembunyi. Luna tidak pernah tahu kalau Dewa pun juga merasakan hal yang sama selama ini. Dengan hanya menatap mata Dewa, Luna bisa tahu akan hal itu. Tapi Dewa begitu pandai menyembunyikan.


"Aku tidak membencimu. Aku tidak pernah bisa membencimu karena kamu adalah milikku. Kamu milikku seorang. Ketika aku mengatakan kamu milikku, aku tidak bermaksud aku memilikimu seutuhnya. Kamu adalah dirimu sendiri. Kamu adalah wanita terkuat yang aku miliki dan pernah aku temui. Kamu selalu membela apa yang kamu rasa benar dan itu adalah hal yang aku suka darimu. Kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat. Kamu punya senyum tercantik yang pernah aku lihat. Kamu membuatku merasa hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya kepada seorang wanita. Aku tahu, kamu mungkin tidak percaya padaku ketika aku mengatakan aku tidak akan pernah bisa membencimu, tapi itu semua kenyataan, karena kamu adalah milikku." Kata Dewa panjang lebar dengan ketulusan yang terlihat di matanya sambil memegang wajah Luna dengan tangannya yang besar. Dewa menggunakan ibu jarinya untuk menghapus air mata di wajah Luna.


"Lalu kenapa kamu memperlakukan aku dengan buruk jika kamu benar-benar menyukaiku. Kenapa kamu selalu berbuat seolah kamu membenciku. Kenapa juga kamu baru memberitahuku sekarang? " Kata Luna dengan isak tangis yang terdengar.


"Kamu ingin tahu Alasanku. Kamu ingat saat pertama kali aku melihatmu. Aku mencoba mencari perhatianmu. Tapi kamu selalu menganggap aku ngga pernah ada. Kamu ngga pernah melihatku. Tapi di saat aku menindasmu, baru kamu mulai memperhatikanku. Itulah sebabnya aku bertindak seperti itu untuk terus mendapatkan perhatianmu. Dan kenapa aku baru memberitahumu sekarang adalah, karena aku tidak bisa melihatmu dengan orang lain. Aku tidak bisa melihatmu menangis. Melihatmu menangis telah berhasil menghancurkan semua dinding pertahanan yang telah kubangun di hati." Dewa berkata dengan jujur.

__ADS_1


"Ya Tuhan. Dewa, kamu bisa mencoba cara lain selain bersikap buruk kepadaku. Mungkin mengajakku berkencan atau hal yang lain" Luna masih menangis saat berkata itu. Tapi kali ini yang menetes adalah air mata kebahagiaan, bukan kebencian seperti biasanya. Karena akhirnya, Luna menyadari bahwa perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan. Dewa juga mencintainya. Meskipun Dewa tidak mengatakan 'Aku mencintaimu' Tapi Dewa mengatakan dengan kata-katanya sendiri. 'Kamu Milikku. Dulu Luna sangat membenci saat Dewa mengucapkan kata-kata itu. Tqpi sekarang setelah Luna tahu artinya, Luna sangat bahagia saat Dewa mengatakannya.


"Dia milikku juga" Gumam Luna. Dan di saat yang bersamaan, Dewa melepaskan wajah Luna dalam genggaman tangannya yang besar. Iya meninggalkan Luna tanpa berkata apapun. Tak ada 1 menit, Dewa kembali dengan membawa sebuah map dan langsung memberikannya kepada Luna.


__ADS_2