
Luna sudah memanggil semua orang setelah beberapa menit mencarinya. mereka semua duduk di ruang meeting pribadi di gedung hotel yang jauh dari acara pesta. semua orang merasa bingung kenapa Nanda tiba-tiba ingin bertemu dengan mereka semua. Jadi semua yang ada di sana menunggu Nanda berbicara.
"Saya yakin kalian semua bertanya-tanya kenapa saya memanggil kalian semua ke sini," kata Nanda dan di jawab anggukan dan kata ya dari semua orang.
"Saya di sini untuk memberitahu Anda semua siapa saya sebenarnya. Nama asli saya adalah Feri Mahendra Adshea. Saya anak dari Mariana Shea." Kata Nanda menatap mama Luna yang telah berlinang air mata hanya dengan mendengar nama itu.
"Ya Tuhan, aku ngga percaya itu kamu. Aku sudah mencarimu ke mana-mana." Kata Mama Luna sambil berjalan ke arah Nanda atau lebih tepatnya Feri Mahendra.
__ADS_1
"Tante, Maafkan aku tidak menampakkan diri sejak dulu kepada tante." ucap Nanda sambil memeluk mama luna.
"Tidak apa-apa anakku," kata Mama Luna sambil memeluk Nanda kembali dengan penuh cinta.
"Ada yang bisa jelaskan ke aku nggak kenapa hal ini bisa terjadi? " kata Luna. Dia bingung bagaimana hubungannya dengan Nanda.
"Tante, tante saja yang menceritakannya, dan aku akan menyelesaikannya yang belum tante ketahui." kata Nanda.
__ADS_1
"Baiklah, semuanya berawal ketika adik perempuanku yang seharusnya menikah. Dia malah lari dari rumah selama sebulan lebih sebelum hari pernikahannya. Dia tidak ingin menikah dengan orang yang tidak dia kenal. Pernikahannya terjadi karena perjodohan sama seperti pernikahanku. Setelah itu, Dia bertemu dengan seorang pria yang katanya mencintainya. Akhirnya lelaki itu membawanya pergi ke Bandung. Selama adikku kabur dari rumah, aku sama sekali tidak mendengar kabar darinya. Ayah ku padahal sudah mengatakan kalau Marianna harus kembali, tidak peduli dia mau menikah atau tidak. Tapi hal itu justru membuat Mariana ngga pulang. Ketika aku melahirkan David, Mariana menghubungi aku. Dia bilang kalau dia sudah melahirkan seorang putra hasil pernikahannya dengan lelaki yang di cintainya itu. Dia juga bilang kalau dirinya saat itu ada di Jakarta. Aku sudah meminta dan membujuk Mariana untuk bertemu. Tapi Mariana menolak. Dia bilang kalau tidak bisa. Awalnya, aku berpikir karena Mariana masih takut kepada ayah. Kalau misalnya Ayah mengetahui keberadaannya ia akan menjodohkannya kembali. Tapi yang aku pikirkan itu benar-benar salah. Laki-laki yang dikatakan Mariana sangat mencintainya, ternyata tidak sama sekali. Alasan satu-satunya kenapa Mariana mau diajak pergi ke Bandung adalah karena dia sedang hamil anak laki-laki itu. Yang kita kenal saat ini sebagai Nanda. Tapi nama aslinya adalah Ferry Mahendra."
"Saat itu, Mariana menceritakan semua perjalanan hidupnya. Aku yang mendengar cerita itu pun mulai mencari cara untuk menjauhkan Marianna dari suaminya. Tapi aku terlambat. Marianna meninggal sebelum aku sempat menyelamatkannya." Kata Mama Luna dengan air mata yang berderai. Luna pun segera mendekat ke arah mamanya untuk menenangkan.
"Hal yang paling buruk adalah, aku ngga tahu bagaimana meninggalnya Mariana. Tapi aku sangat tahu kalau pelakunya adalah suaminya sendiri. Aku pun berjanji, kalau aku sudah menemukan dia, maka aku akan membalaskan semuanya dengan tanganku sendiri." Kata mama Luna dengan penuh kebencian.
"Yang tante maksud mungkin adalah papaku. Aku bisa mengerti perasaanmu tante. Mama Meninggal karena dia menyelamatkan Tuan Andreas beserta keluarganya. Mama adalah wanita terbaik di dunia yang aku miliki, walaupun iya mempunyai suami yang jahat, tapi iya selalu tersenyum. Dan papa, dia membenciku karena aku sangat menyayangi mama. Aku tidak mau menjalani kehidupan seperti yang dia inginkan. Papa bahkan tega memukuli mama. Bahkan pernah suatu hari, kami di pukuli papa sampai tidak bisa berjalan beberapa hari. Sebenarnya, mama sudah berusaha untuk menjauh dan meninggalkan papa. Tapi papa selalu saja bisa menggagalkan rencana mama. Saat itu, aku dan mama mendengar kalau papa sedang merencanakan pembunuhan terhadap tuan Andreas dan keluarganya. Mama tidak bisa melihat ayah dan kakaknya meninggal. Jadi mama menghubungi tante saat itu. Tapi rencana kita lagi-lagi tidak berjalan lancar. Papa menyiksa dan membunuh mama di depanku. Sejak saat itu, hal yang di lakukan papa adalah sebuah mimpi buruk bagiku. Dan aku telah bersumpah tidak akan pernah memafkannya." Kata Nanda dengan sangat emosi. Dina pun akhirnya berdiri dan berusaha menenangkan kekasihnya itu.
__ADS_1
"Setelah mama meninggal, ayah menjadi seperti monster karena rencana yang susunya tidak berhasil. Jadi dia selalu menyalahkan aku dan selalu menyiksaku. Tepat saat usiaku genap 18 tahun, aku kabur dari rumah dan pergi ke Surabaya. Tempat di mana aku bisa menjalani hidup lebih baik." Nanda melanjutkan ceritanya.