Pesona CEO Menyebalkan

Pesona CEO Menyebalkan
Draft


__ADS_3

Jam 10 malam lebih, Luna baru keluar dari kantor. Luna kembali ke kantor karena harus menyelesaikan pekerjaannya. Iya tak ingin menumpuknya hingga esok hari. Hingga pukul 08.00 malam, Luna baru bisa menyelesaikan semua pekerjaannya. Sekian lama menunggu taksi, tak ada satupun yang melintas. Padahal hari belum terlalu malam. Akhirnya Luna memutuskan untuk berjalan kaki.


Dalam perjalanan pulang, Luna merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Namun ketika ia menoleh, tidak ada siapapun di belakangnya. Dan kejadian tersebut terjadi berulang-ulang kali. Luna bukanlah orang yang tidak bisa merasakan sesuatu dengan jelas. Dia bukan orang yang gampang merasa Parno. Apapun yang ia rasakan biasanya adalah kenyataan. Luna berpikir apa yang ia rasakan adalah sebuah kejutan. Namun siapa yang akan memberinya kejutan malam-malam seperti ini. Iya tetap merasakan ada seseorang yang mengikutinya. Setiap kali ia berbalik pun tak ada siapapun di belakangnya.


Tiba-tiba sebuah mobil hitam melintas dan berhenti di dekatnya. Karena malam itu sangat gelap, Luna tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang mengendarai mobil tersebut.


" Ya Tuhan, Bagaimana kalau aku diculik seperti yang ada di dalam film-film yang pernah aku lihat." Luna berpikir ke arah sana karena dalam film yang pernah ia lihat, setelah perempuan malam-malam seperti ini berjalan sendirian. Dan sebuah mobil menghampirinya, tidak lama kemudian ia akan diseret dan dimasukkan ke dalam bagasi. Setelah itu akan dibawa ke sebuah bangunan yang sudah tua. Dan seorang laki-laki yang terlihat sangat tampan akan membunuhnya dengan sadis. Luna bergidik ngeri membayangkan hal tersebut.


Tiba-tiba pintu pengemudi mobil tersebut terbuka dan seseorang keluar. karena merasa takut, ketika Luna ingin berlari namun ia tak bisa melakukannya. justru sebaliknya, Luna hanya bisa berdiam diri di tempat semula karena saking takutnya. Hati dan raganya benar-benar tidak sejalan. Keadaan benar-benar gelap, sehingga tidak bisa membuat Luna melihat laki-laki tersebut dengan jelas. Luna memperhatikan gerak-gerik seseorang yang baru keluar dari mobil tersebut. Dari cara laki-laki tersebut berjalan, ia bisa tahu siapa dia sebenarnya.


" Oh my God... Ternyata dia Dewa" gumam Luna menghembuskan nafas lega.


"Masuk! " kata Dewa sambil membukakan pintu mobilnya untuk Luna. Tanpa banyak bicara Luna pun segera masuk. Luna berpikir bahwa orang yang sejak tadi mengikutinya adalah dewa. Namun ia merasa juga mustahil. Karena Mengapa Dewa harus mengikutinya dengan berjalan kaki dan akhirnya menghampiri Luna menggunakan mobilnya.


Setelah Luna duduk di kursi penumpang yang berada di sampingnya, dia masuk dan duduk di kursi kemudi lalu menyalakan mobilnya tanpa berbicara sepatah katapun.


"Kenapa kamu menjemputku? Kenapa juga kamu lewat sini. Aku rasa rumahmu bukan daerah sini" kata Luna ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Karena tak ada jawaban dari dewa, Luna memutuskan untuk diam lagi. Iya sedikit takut dengan Laju kendaraan yang saat ini ditumpanginya. wajah Dewa juga terlihat sangat serius.


"Saat ini aku tidak bisa memberitahumu apa-apa. Yang aku inginkan kamu percaya kepadaku dan mendengarkan semua yang aku katakan." ucap Dewa sambil sedikit melirik ke arah Luna. tanpa sadar Luna memegang kepalanya sendiri mendengar kata-kata dari dewa. Luna tidak bisa berkata apa-apa terlepas dari semua yang pernah Dewa lakukan terhadapnya. Mau percaya atau tidak. Yang dipercaya Luna adalah dewa tidak akan benar-benar membunuhnya. Jadi kali ini Luna mau tidak mau percaya kepada dewa. Luna berpikir bahwa Dewa tahu bahwa dirinya diikuti oleh seseorang secara diam-diam. maka dari itu Dewa langsung menjemput.

__ADS_1


"Tapi kalau dipikir-pikir, dari mana dia tahu kalau seseorang sedang mengikutiku? Apa mungkin dewe terlibat dalam sebuah bisnis yang tidak aku ketahui? Aku harap dia tidak melakukan hal bodoh yang akan membahayakan nyawanya ataupun nyawaku." Luna masih terdiam dan berkata di dalam hatinya.


Di saat pikiran Luna sedang memikirkan hal-hal buruk, laju kendaraan yang dinaikinya berbelok ke suatu arah. Mobil berhenti dan mengerem mendadak. Saat Luna melihat keluar jendela, Iya melihat saat ini mobil itu berhenti di depan rumahnya. Luna segera membuka pintu mobil itu dan keluar. Di saat ia akan melangkah untuk masuk ke dalam rumah, ia melihat Dewa yang sudah berdiri di tangga yang berada di depan pintu masuk rumahnya. Luna pun segera mendongak berjalan mendekat menaiki tangga dan membuka pintu. Belum sempat Luna mempersilahkan Dewa masuk, Dewa Sudah masuk terlebih dahulu dan melihat ke dalam rumah Luna seperti mencari-cari sesuatu.


"Siapa yang mengizinkan dia masuk rumah tanpa permisi dan bersikap seperti seorang detektif? " gumam Luna tanpa didengar oleh Dewa. Dan di saat Luna akan bertanya Dewa Sedang mencari apa, Dewa sudah bertanya terlebih dahulu.


"Di mana Mamamu? " tanya Dewa.


" Mama sedang pergi ke luar kota. " jawab Luna.


"Bagus" jawab Dewa. Tanpa berkata apapun, gua langsung berjalan menaiki tangga.


"Dari mana kamu mendapatkan semua kabel-kabel ini? Terus tadi kamu bilang bagus ketika aku menjawab Mamaku sedang tidak ada di rumah. Kamu bisa menjelaskan semuanya, Aku bingung dengan keadaan ini" ucap Luna bertanya dengan rasa penasaran yang menggebu.


"Saat ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan, Yang penting kamu harus percaya sama aku. Kalau waktunya sudah tepat, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu. Dan untuk saat ini, aku harus ada di sini untuk berjaga-jaga dan memastikan kamu tetap aman." jawaban dari dewa membuat Luna mengerutkan keningnya karena semakin membuatnya bingung.


"Kenapa kamu harus di sini untuk memastikan kalau aku tetap aman? " tanya Luna semakin penasaran.


"Baiklah, kalau begitu aku harus mengatakan kepadamu. Tapi aku tidak bisa mengatakan atau menjelaskannya kepadamu secara detail." jawab Dewa.

__ADS_1


"Aku punya pesaing bisnis yang menganggapku musuh. Mereka akan melakukan apa segala cara untuk menyakitimu agar bisa menaklukkanku. Selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi" kata Dewa. Iya langsung mengambil ponsel di dalam sakunya dan menelpon seseorang. Iya Dewa berbicara dalam bahasa Jepang. Yang tidak Luna ketahui artinya. Setelah itu Luna berjalan dari ruang tamu menuju ke dapur.


"Ya Allah, ini berarti aku sama mama sedang tidak aman. Kalau gitu aku harus menelpon mama dan menanyakan apakah dia baik-baik saja" Luna mengambil ponsel yang berada di tasnya dan langsung menghubungi mamanya. Tidak berlangsung lama panggilan itu pun langsung dijawab oleh sang mama.


"Mama, apa Mama baik-baik saja? " tanya Luna sambil mondar-mandir. Iya begitu khawatir.


"Luna Kenapa kamu menanyakan hal seperti ini? Apa terjadi sesuatu? Kamu juga Terdengar sangat ketakutan. Mama baik-baik saja sayang" jawab Mama Luna dari seberang telepon.


"Tidak ada yang terjadi mah. Luna hanya kangen dan pengen tahu keadaan Mama saja." jawab Luna yang sudah bisa bernafas dengan lega.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau memberitahu mama. Tidak akan memaksamu. Kalau gitu Cepatlah istirahat. Selamat malam sayang" Mama Luna pun mengakhiri panggilan tersebut. dilihatnya Dewa yang saat ini berjalan ke arahnya dari dapur.


"Apa kamu tidak keberatan Kalau aku menginap di sini malam ini. Aku hanya ingin memastikan kamu tetap terlindungi" kata Dewa sambil terus berjalan mendekat ke arah Luna hingga Hanya menyisakan jarak beberapa puluh centi saja. Dewa ingin bermalam di rumah Luna untuk memastikan dirinya tetap aman. Meskipun biasanya sikap Dewa sangat menyebalkan, sombong, jahat dan tidak pernah berperasaan terhadap Luna. Tapi mendengar kalau dia ingin menginap di rumahnya membuat Luna sulit untuk tidak jatuh cinta kepadanya.


" Ya tentu saja boleh. Aku akan menyiapkan kamar tamu terlebih dahulu untukmu" kata Luna sambil menaiki tangga untuk masuk ke kamar yang akan digunakan oleh Dewa. Luna masuk ke kamarnya sendiri.


Setelah Luna selesai menyiapkan kamar untuk Dewa, Luna berjalan menuruni tangga untuk memberitahu lelaki tersebut.


"Kamar tamu sudah siap. Ikutlah denganku aku akan mengantarkanmu ke sana." ucap Luna sambil berjalan kembali menaiki tangga. dan tidak ada suara yang terdengar dari mulut Dewa sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2