Pesona CEO Menyebalkan

Pesona CEO Menyebalkan
Menunggu


__ADS_3

"Sarapan sudah selesai disajikan tuan, nyonya." kata Vani yang berjalan ke serambi rumah menghampiri Luna dan keluarganya.


"Iya, terima kasih." Jawab Mama Luna. mereka semua pun berjalan ke ruang makan untuk sarapan. Luna merasa sangat senang karena mereka mengira kalau Dewa baru saja datang. Luna tidak tahu harus berbuat apa kalau semua keluarganya tahu dia baru pulang. Dia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana kalau orangtuanya tahu iya meninggalkan rumah.


"Oh iya Dewa, apa yang membuatmu ke sini pagi-pagi sekali? " Tanya Papa Luna.


"Ada urusan antara saya dan Luna yang harus di selesaikan pagi ini om." jawab Dewa.


"Oh, begitu. Kalau begitu kita sarapan saja terlebih dahulu. Selesaikan urusanmu dengan Luna nanti setelah sarapan. Oh iya, nanti Luna akan ada latihan menwmbak lo." ucap papa Luna.


"Baik om. Ini urusannya hanya sebentar. Saya akan mengantarkan  Luna untuk pulang secepatnya." Dewa mengangguk. Mereka pun sarapan bersama di rumah Papa Luna.


Setelah sarapannya selesai, Luna segera naik ke atas untuk ganti baju tanpa mandi juga. Karena tadi sebelum naik, Dewa berbisik kepada Luna.


"Kalau kamu berani mandi, aku akan membuatmu menyesal sayang. Kamu tahu kan aku sudah tidur sangat larut semalam, dan pagi-pagi sekali kamu sudah membangunkan aku." bisik Dewa di telinga Luna. Akhirnya Luna pun mengerti. Iya segera mengangguk.


Luna telah kembali ke bawah lagi dengan memakai kaos putih serta celanan Jeans. Iya berjalan menuju ruang tamu. Saat berada di sana, iya melihat Dewa dan David yang sedsng memebicarakan sesuatu entah apa Luna juga ngga tahu karena suaranya sangat pelan.


"Hei, aku udah siap." Kata Luna yang berjalan ke ruang tamu.


"Baiklah, David, sampai jumpa lagi." kata Dewa langsung menjabat tangan David sebelum pergi bersama Luna.

__ADS_1


Setelah beberapa menit meninggalkan rumah papa Luna, mereka pun tiba di rumah apartement Dewa.


"Sayang, aku mau tidur lagi ya. Nanti tolong bangunkan aku jam 8, terus kalau ada telepon tolong angkat saja." kata Dewa sebelum memejamkan mata.


"Iya." Luna mengangguk. Karena tak ingn menganggu tidur suaminya, Luna keluar dari kamar.


Luna duduk di ruang tamu apartement Dewa. Membantu Dewa menyiapkan beberapa dokumen yang harus di bawa ke kantor hari ini. Saat sedang sibuk, Luna mendengar bel pintu berbunyi. Luna pun segera membuka pintu.


"Dina, ayo masuk!" kata Luna. Yang datang adalah Dina karena tadi Luna menelponnya untuk mengantarkan beberapa dokument dari kantor.


"Duduklah Din. Tunggu sebentar ya." Kata Luna. Iya pun berjalan meninggalkan Dina sendirian di ruang tamu untuk mengambilkan minum. Dan tak lama, Luna kembali ke ruang tamu dengan membawa satu gelas jus jeruk.


"Oh iya Dina. Ada sesuatu yang harus aku bicarakan sama kamu." kata Luna.


"Tentang apa? " Jawab Dina sambil meletakkan gelas berisi jus jeruk yang baru saja di minumnya itu.


"Tentang hubunganmu dengan Nanda." kata Luna sambil tersenyum.


"Kamu kenal sama Nanda? " tanya Dina dengan sedikit terkejut. Luna pun mengangguk.


"Aku ngga tahu gimana hubunganmu dengan Nanda. Tapi aku hanya ingin ngasih tahu kamu karena aku peduli sama sahabatku. Aku ingin melihat dia bahagia. Dia memang tidak mengatakan secara langsung kepadaku. Tapi aku tahu bagaimana dia. Aku melihat ada keseriusan di antara kedua matanya saat menceritakanmu. Aku sangat mengenal bagaimana Nanda. Dan antara hubungan kalian, sebenarnya bukan urusanku. Tapi selama ini aku ngga pernah lihat dia menceritakan seseorang dengan penuh kekseriusan."

__ADS_1


"Karena hal ini, aku ingin memberitahu kamu. Aku tahu bagaimana kisah masa lalu Nanda yang tidak baik. Tapi dia adalah laki-laki yang baik. Aku minta sama kamu, tolong bahagiakan dia juga ya. Meskipun kalian belum lama mengenal, tapi menurut aku dia benar-benar jatuh cinta sama kamu, kamu sangat spesial di hatinya." Kata Luna panjang lebar. Luna berharap hubungan sahabat dan rekan kerjanya menjadi lebih baik.


"Baiklah, Insya Allah aku akan melakukan yang terbaik untuk hubungan ini.b saya akan. Karena aku sudah mengantarkan berkas ini, aku harus kembali ke kantor lagi." kata Dina sambil berdiri.


"Oke. Terima kasih ya." Jawab Luna. Iya pun mengantarkan Dina sampai depan pintu.


"Mari Lun. Aku pergi dulu." kata Dina begitu sudah di depan pintu.


"Iya, makasih ya." Luna pun mengangguk dan tersenyum. Setelah Dina pergi, iya kembali ke ruang tamu lagi untuk menyelesaikan mempeesiapkan berkas. Setelah selesai, iyapun naik ke atas untuk bersiap-siap untuk mandi sebelum membangunkan Dewa. 


Setelah menyelesaikan mandinya dengan cepat, Luna berjalan keluar dari kamar mandi ke ruang ganti untuk berpakaian. Luna bergegas membangunkan Dewa untuk segera mandi dan nanti bisa langsung berangkat.


"Sayang, aku akan menyuruh seseorang untuk membelikan kamu baju ya." Kata Dewa.


"Ngga perlu Dewa, sudah banyak baju di lemari itu. Segala macam baju ada lo." jawab Luna.


"Tapi kenapa kamu pakai baju ini? " Tanya Dewa.


"Aku ngga lama di kantor sayang. Ngga usah berpakaian formal." kata Luna.


"Baiklah.. Kalau gitu aku mandi dulu." Dewa pun segera turun dari kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2