
"Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Banyak hal yang aku lalui setelah kalian tidak ada. Tapi karena kalian sudah meninggal, saat itu sudah tidak ada lagi yang bisa ku harapkan. Tapi, kenapa aku tidak bisa mengingat semuanya? " Tanya Luna.
"Mama akan menjawab sayang." Kali ini mama Luna angkat bicara.
"Tolong jelaskan sama Luna ma " Kata Luna.
"Setelah kamu melihat dengan mata kepalamu sendiri papa dan kakak yang meninggal di depanmu dan kita tidak bisa menemukan jasad mereka. Hidup terasa seperti di neraka untuk mama dan kamu. Kita sudah mencari jasad papa dan kakakmu kemana-mana. Tapi hasilnya selalu nihil. Kamu juga yang saat itu tidak pernah menyerah untuk menemukannya. Mama bilang sama kamu kalau kita harus pindah ke Semarang karena hidup kita dalam bahaya. Setelah tinggal di Semarang, sebuah kenyataan pahit harus kita terima. Seseorang yang menjadi suruhan mama berhasil menemukan sebuah jasad dengan tato yang sama seperti di tubuh papanmu. Kamu benar-benar frustasi dan tidak bisa lagi menerima nasehat apapun. Kamu sangat berduka dan merasakan kehilangan lebih dari setahun. Kamu benar-benar tidak ingin melihat semua orang yang pernah ada di hidupmu. Kakekmu dan Mama sangat takut kehilangan kamu. Jadi kami meminta kamu untuk mengurus perusahaan dengan kakek sebagai bisnis keluarga untuk mengalihkan perhatian meskipun kamu masih sekolah. Mama memilih untuk menyekolahkanmu secara privat. Mama sangat senang karena rencana Mama sudah berhasil. Kamu berhasil menepis duka dan kesedihan yang sudah menemanimu itu. Kamu kembali hidup normal seperti sedia kala. Tapi perkiraan kami benar-benar salah, pada usia 14 tahun, kamu benar-benar menjadi seperti seorang psikopat. Meskipun orang suruhan Mama sudah menemukan jasad papamu, kamu masih punya keyakinan kalau kakakmu belum meninggal. Jadi kamu akan menyiksa dan melukai siapapun yang berhubungan dengan hal itu. Dan saat usiamu menginjak 16 tahun, yang ada di dalam pikiranmu adalah balas dendam."
"Suatu hari, kakekmu menemukan sebuah tempat di Banyuwangi. Di mana tempat tersebut bisa menghipnotis seseorang dan menghapus Ingatan. Kakekmu bilang kalau kita harus pergi ke sana dan mencobanya. Usaha kita benar-benar berhasil untuk beberapa saat. Hanya untuk beberapa saat saja. Setiap kali kamu melihat sesuatu yang berhubungan dengan kematian Papa dan kakakmu, ingatan Itu kembali dan niat balas dendam juga muncul kembali. Untuk memastikan ingatan kamu tidak kembali lagi, kita pun pindah ke Surabaya. Di mana tempat baru itu tidak ada hubungannya dengan kematian papa dan David. Kita membuat pernyataan kepada kamu kalau Papa dan David meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat. Rencana kita itu juga berhasil. kamu mempercayai semua yang Mama dan kakekmu katakan."
"Tapi, setiap kali kamu bermimpi tentang mereka dan menanyakan kepada Mama, Mama selalu berbohong kepadamu. Mama bilang kalau kamu sangat berharap punya seorang kakak. Itulah sebabnya kamu selalu memimpikannya. Kamu selalu percaya. Mama minta maaf karena telah membohongimu selama bertahun-tahun. Tapi percayalah, Mama melakukan semua ini untuk kebaikan kamu. Mama tidak ingin kehilangan kamu sebagai Putri mama satu-satunya. mama tahu, kamu mungkin akan membenci Mama karena telah membuatmu melupakan orang yang telah penting dalam hidupmu. Tapi semua itu memang lakukan karena mana benar-benar menyayangimu. Karena mama tidak mau kalau hal buruk terjadi kepadamu." kata Mama Luna sambil menangis. Luna pun dengan cepat menghampiri mamanya dan memeluk. Sementara dirinya mencoba menghentikan tangisnya sendiri.
"Luna tidak membenci mama... Luna tidak akan pernah bisa membencimu setelah apa yang telah Mama lakukan kepada Luna. Setiap orang tua punya rasa kasih sayang yang teramat besar kepada anaknya. Aku sangat mencintaimu. Jadi tolong Berhentilah menangis. Karena kalau mama menangis juga akan membuat Luna menangis." kata Luna sambil mengusap air mata yang menetes di pipi mamanya.
__ADS_1
"Baiklah sayang, mama tidak akan menangis lagi " kata Safina sambil memeluk Luna.
"Tapi pa, kalo om udah menembak kalian, mengapa dia masih ingin membunuhku? " Tanya Luna beberapa saat kemudian.
"Oh, kamu tidak tahu? " kata papa Luna terlihat sedikit terkejut.
"Karena meskipun om kamu sudah berhasil menyingkirkan papa dan David, dia tetap tidak biaa menjadi ketua."
"Papa yakin kalau kamu pasti bertanya-tanya Kenapa Papa tidak mengambil kursi sebagai ketua dan menyuruh Paman untuk mundur. Karena dia mencoba membunuh papa. Akhirnya Papa pun kembali kepada Om Ryan. Om Rian yang saat itu merasa aneh bertanya kenapa tidak ada seorangpun dari mereka yang merasa peduli dan mencari jenazah ketuanya. Papa pun juga heran. Setelah Papa menyelidiki, ternyata pembunuhan ini tidak hanya dilakukan oleh pamanmu sendiri, melainkan banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Jadi satu-satunya cara agar Papa bisa merebut kembali posisi itu adalah dengan mendapatkan banyak dukungan. Selama 10 tahun terakhir, Papa sudah mendapatkan semua dukungan yang Papa butuhkan. Dan mendapatkannya itu pun tidaklah mudah. tapi sekarang Papa sudah siap melawan pamanmu dan semua kroni-kroninya." kata Papa Luna dengan bangga.
"Terima kasih banyak tuan dan nyonya Andriano. Saya sangat berterima kasih kepada anda karena telah menemukan dan merawat papa dan kakak saya. Karena anda saya bisa melihat mereka setelah bertahun-tahun lamanya. Saya sangat berterima kasih untuk hari ini." kata Luna dengan air mata berlinang.
"Kamu tidak perlu berterima kasih kepada kami. Kami hanya melakukan kewajiban sebagai sesama manusia." kata Nyonya Andriano sambil tersenyum kepada Luna.
__ADS_1
"Baiklah... Karena semua urusan sudah jelas dan beres malam ini, kita harus segera pulang." Kakak Tuan Andriano sambil berdiri dan istrinya pun langsung mengikuti.
"Kita akan mengantarkanmu sampai ke pintu." kata Papa Luna. Akhirnya semua keluarga Luna pun berjalan mengantarkan keluarga Dewa sampai ke depan pintu.
"Sayang... Aku ngga kamu kalau dia adalah papamu. Aku berani bersumpah kalau aku baru tahu saat ini juga. Tolong jangan membenci aku ya." kata Dewa di saat semua keluarganya keluar dari ruang tamu.
"Sayang... Kamu tahu kan kalau aku tidak akan pernah bisa membencimu." kata Luna sambil tersenyum.
"Alhamdulillah." balas Dewa sambil tersenyum lega.
"Sebenarnya Aku Masih Ingin lebih sama lagi di sini sayang. Tapi karena kita tadi berangkat dengan satu mobil saja aku harus pulang sekarang. Kalau kamu membutuhkan sesuatu kamu hubungi aku ya." kata Dewa sambil berjalan menuju ke pintu keluar.
"Aku akan menghubungimu nanti sayang." Jawab Luna sambil mencium pipi suaminya sebelum iya masuk ke mobil.
__ADS_1