
"Nona Aluna, sebelumnya kami minta maaf. Operasi tidak perlu dilakukan lagi" jawab dokter di depan Luna yang membuat Luna benar-benar terkejut. Dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh dokter tersebut.
"Apa maksudnya ini dok? " kata Luna dalam kebingungannya.
"Jadi begini Nona Aluna, saya memberikan anda laporan yang salah. Ibu anda pingsan karena dia tidak makan dari pagi dan mengalami stress yang sedikit berlebihan. Saya sudah beberapa kali menghubungi anda melalui nomor telepon yang anda berikan waktu itu. Tapi nomor anda tidak bisa dihubungi sama sekali. Saya berpikir kalau anda mengganti nomor ponsel Anda." Ucap dokter tersebut menjelaskan kepada gadis di depannya.
"Jadi maksud anda kalau Ibu saya tidak menderita penyakit kanker? Kalau begitu bisakah dia berhenti minm obatnya? " tanya Aluna dengan perasaan gembira.
"Ya tentu saja bisa. Ibu anda baik-baik saja keadaannya." jawab dokter tersebut.
"Oh ya Saya memang mengganti nomor ponsel saya dok. Dan saya juga lupa untuk memberitahu Rumah Sakit. Tapi benar kan dok berita yang Saya dengar ini? " Luna dengan rasa gembira yang menghampiri hatinya.
"Tentu saja benar nona. Maafkan kami karena telah melakukan kesalahan. Oh iya jangan lupa untuk mengganti nomor ponsel Anda dengan nomor yang baru ke bagian administrasi ya. Jadi kalau misalnya ada informasi penting, kami bisa langsung menghubungi anda" kata dokter tersebut ikut tersenyum saat melihat Luna bahagia.
"Alhamdulillah... Ini adalah berita terbaik yang pernah saya dengar dalam satu bulan ini. Dan terima kasih banyak ya Dok. Baiklah saya akan mengganti nomor ponsel itu dengan nomor yang baru. Kalau begitu saya permisi dulu" Luna berdiri lalu menjabat tangan dokter yang berada di depannya tersebut. Setelah berpamitan ia pun keluar dari ruangan itu. Berjalan menuju ke ruang administrasi untuk mengganti nomor ponselnya yang baru.
Luna merasa seperti orang yang paling beruntung di dunia ini.
"Aku tidak harus bekerja kepada dewa lagi" gumam Luna membayangkan dia terlepas dari kontrak yang mengikatnya dengan perusahaan Dewa.
"Tapi kalau aku mencoba untuk berhenti kerja, Dewa pasti tidak mengijinkannya. Terakhir kali saja aku membuatnya marah saat mau pergi, dia malah nggak karu-karuan. Sudah pasti Dewa nggak akan ngebiarin aku kemana-mana. Terus bagaimana dengan uang 1 miliar yang telah dikirimkan Dewa ke rekeningku. Apa aku harus membuat dia memecatku saja?" gumam Luna pada dirinya sendiri. Iya tersenyum dengan ide yang baru saja muncul d fikirannya itu.
__ADS_1
"Terus bagaimana caranya ya? Dewa sudah terlanjur benci sama aku. Kalau aku membuat dia lebih benci lagi itu bukan ide yang bagus. Terus apa yang bisa aku lakukan untuk membuat Dewa memecatku? " Luna merasa bingung cara apa yang akan ia lakukan untuk membuat Dewa memecatnya.
"Tapi aku nggak boleh menyerah... Aku harus memikirkan cara lain" gumam Luna sambil tersenyum pada dirinya sendiri.
Saat Luna sedang mencari mencari taksi, Luna mengeluarkan ponselnya untuk melihat jam. ternyata masih jam 01.30 siang. Luna masih memiliki banyak waktu luang. jadi Dia memutuskan untuk pergi ke kantor di mana mamanya bekerja. dan saat taksi yang membawanya sudah berada di depan gedung kantor tempat mamanya bekerja. Luna segera masuk. Iya bertanya kepada petugas resepsionis sebelum naik ke tempat mamanya bekerja. Tapi sebelumnya di dalam perjalanan tadi, Luna sudah membeli beberapa makanan. yang akan ia makan bersama mamanya sambil menyampaikan berita bagus yang baru saja didengarnya. Luna perlahan berjalan ke arah di mana ruangan mamanya berada. setelah itu ia mengetuk pintu. setelah mendapat sahutan dari dalam, Luna pun membuka pintu tersebut.
"Mama" Panggil Luna dengan senyum di wajahnya sambil melangkah mendekati sang mama.
" Luna... Kok kamu bisa di sini sayang? " hanya Mama Luna dengan nada terkejut. Iya tersenyum dan langsung berdiri menghampiri putrinya.
" Aku punya kabar bagus untuk mama" ucap Luna sambil Meletakkan makanan yang dibawanya tadi di atas meja kerja sang mama.
" Mama buka saja kertas itu" Luna Berkata sambil tersenyum. dan mamaluna pun mengambil kertas tersebut lalu dengan cepat membukanya.
" Apakah semua ini berita benar sayang? ini serius? Jadi mama nggak sakit kanker? " tanya Mama Luna setelah beberapa saat membaca kertas yang saat ini dipegangnya tersebut. wajahnya terlihat sumringah bahagia dan tentunya ia terkejut.
" bener mah... ini berita langsung dari dokternya. laporan ini baru saja Luna ambil siang ini. dan Luna langsung ke sini. Mama baik-baik saja" Luna menjawab apa yang dikatakan mamanya dengan mata yang berembun hampir menangis.
" Ya Allah terima kasih... terima kasih" ucap Mama Luna sambil menangis dan langsung memeluk anaknya.
suasana haru itu terhenti Ketika seseorang mengetuk pintu. sekretaris dari mama Luna masuk dan menyampaikan sesuatu.
__ADS_1
"Permisi nyonya Shea. maaf saya mengganggu. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa penerbangan Anda akan terbang dalam 2 jam lagi. Anda harus berangkat ke bandara sekarang. karena Kalau tidak Anda akan ketinggalan pesawat." kata sekretaris Mama Luna.
" Baiklah terima kasih Tari. tolong pastikan semua yang akan saya bawa sudah disiapkan" ucap Mama Luna.
"Baik nyonya" Jawab Tari lagi. Setelahnya Tari kerluar dari ruangan tersebut.
"Mama mau bepergian? " Tanya Luna sedikit terkejut karena ia baru mengetahuinya.
" iya, tadi mama mau memberitahu kamu. tapi kamu sudah ada di sini sebelum mama sempat ngasih tahu" jawab Mama Luna sambil berjalan ke mejanya untuk mengambil berkas dan memasukkan ke dalam tasnya.
"Oh... Mama mau kemana? Dan sampai kapan? " Tanya Luna.
" Mama mau ke Kalimantan karena ada urusan mendadak di sana. paling 2 hari atau 3 harian lah" jawab Mama Luna sambil mengambil tasnya.
" Baiklah kalau begitu... kalau mama sudah sampai di sana nanti jangan lupa untuk ngabarin Luna. Mama bawa aja makan siangnya ini" kata Luna sambil menyerahkan makan siang yang di bawahnya tadi.
"Terima kasih sayang. Sampai jumpa lagi" Ucap mama Luna sambil memeluk putrinya.
"Sama-sama mah. Hati-hati ya" Balas Luna. mereka bersama-sama keluar dari kantor tersebut.
Luna memandang mamanya yang telah pergi menaiki mobil di luar kantor. dan di tempat ia berdiri saat ini. ya masih belum memikirkan mau kemana lagi. akhirnya Luna pun memutuskan untuk kembali ke kantor karena masih ada banyak waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaannya. Luna pun mencari taksi untuk mengantarkannya kembali ke kantor Dewa.
__ADS_1