
"Apa kamu mau, menjadikan rumah ini rumah kamu?" Kata Enzo, suara Dewa terdengar lebih gugup dari sebelumnya.
"Apakah kamu memintaku untuk tinggal bersamamu?" Kata Luna, iya bertanya-tanya dalam hati, apakah dia mendengar dengan benar apa yang dikatakan oleh Dewa barusan.
"Ya Tuhan. Apa dia memintaku untuk tinggal bersamanya? " Kata Luna dalam hati.
"Iya sayang. Aku ingin kita tinggal bersama. Kita ini adalah suami istri. Meskipun pernikahan kita belum go publick. Tapi aku sudah mempersiapkan ini." kata Dewa, lelaki itu tersenyum sambil menatap mata Luna. Iya menunjukkan sesuatu di tangannya.
"Ya, aku mau tinggal bersamamu," kata Luna. Iya merasa tak percaya jika Dewa telah mendaftarkan pernikahan mereka secara sah di mata agama dan negara. Luna mencium suaminya nya sambil tersenyum.
"Terima kasih, terima kasih cintaku," kata Dewa, Dewa terlihat sangat bahagia, iya pun mencium seluruh wajah Luna.
"Kamu terlihat sangat bahagia sayang."
"Iya, aku sangat bahagia sekali. Aku takut kamu akan mengatakan tidak." Kata Dewa dengan senyum indah yang masih terukir di bibirnya
"Kenapa kamu berpikir seperti itu?" tanya Luna.
"Karena aku... Aku taku kalau mungkin kamu akan merasa semuanya berjalan dengan terlalu cepat. jawab Dewa.
"Dewa, tidak ada yang berjalan terlalu cepat di antara kita." Kata Luna memberikan Dewa rasa percaya diri. Luna merasa satu persatu kebahagiaan telah menghampirinya.
__ADS_1
"Tapi bukan hanya itu yang ingin kukatakan padamu sayang. Ada juga alasan lain. Yaitu kenapa aku tidak memberitahumu bahwa aku hidup di dunia Mafia." Kata Dewa kembali.
"Oh tidak apa-apa Dewa, aku mengerti perasaanmu, dan aku akan mendengarkan semua yang kamu katakan." Luna menjawab keraguan Dewa. Iya sudah yakin apa yang di lakukan Dewa adalah yang terbaik.
"Baiklah sayangku, aku tidak hanya takut kalau kamu akan meninggalkan aku. Tapi aku juga takut karena aku tidak sanggup kehilangan wanita yang telah merebut hatiku. Yang membuatku merasakan ribuan hal ketika aku ada di dekatnya. Dialah satu-satunya wanita yang bisa membuatku melakukan apa saja tanpa berpikir dua kali. Satu-satunya wanita yang tidak ingin aku sakiti lagi dalam hidupku. Wanita tercantik yang pernah aku lihat di dunia ini. Wanita terkuat yang aku kenal. Wanita yang membuat aku merasa lengkap dalam hidup ini, yang membuat aku merasa senang dan bahagia melalui hari-hariku. Yang membuat aku lebih bahagia dari semua hal yang bisa membuatku bahagia." Kata Dewa dengan sorot mata bahagia di matanya.
"Dewa, apa yang ingin kamu katakan?"Luna bertanya karena tidak tahu kemana arah tujuan pembiacaarn Dewa saat ini. Tapi dalam hati, Luna berharap kalau apa yang akan di katakan oleh Dewa adalah sesuatu yang ada dalam fikirannya.
"Sayang... yang ingin aku katakan kepadamu adalah... Aku mencintaimu. Aku mencintaimu dengan sepenuh hati. Aku tidak pernah mencintai wanita manapun dalam hidupku Kecuali Kamu. Aku benar-benar sangat mencintaimu. kamu adalah wanita yang bisa membuat aku menjadi lelaki paling bahagia di dunia ini. Aku sangat mencintai kamu. aku bisa mengerti Kalau kamu tidak bisa mencintaiku, karena a..." Belum sempat Dewa menyelesaikan kalimatnya, Luna sudah menempelkan bibirnya ke bibir Dewa. Mengungkapkan semua rasa conta yang dimilikinya melalui ciuman itu. Luna tidak bisa mengungkapkan perasaan bahagianya saat ini. Namun yang pasti, Luna mencium Dewa seakan memberitahu kepada suaminya kalau dia juga sangat mencintai Dewa.
Beberapa saat kemudian, Luna dan Dewa melepaskan pagutan bibir mereka. Mereka langsung tersenyum bahagia seoalh baru saja mendapatkan hadiah terbesar dalam hidup.
"Aku juga mencintaimu sayang. Aku sangat mencintaimu. Bahkan melebihi cinta pada diriku sendiri." kata Luna sambil menyandarkan dahi nya ke dahi Dewa sambil menunduk tepat di depan wajah sang suami. Luna merasa tidak percaya kalau Dewa juga mencintai dirinya. Mereka pun menautkan dahi sambil tersenyum.
"Dengan kamu mengungkapkan kalau kamu mencintaiku. Aku merasa aku adalah orang yang paling bahagia di planet bumi ini sekarang. Aku mencintaimu... Aku sangat mencintaimu, aku mencintaimu lebih dari apapun syang."kata Dewa sambil memegang wajah kecil Luna dengan kedua telapak tangannya yang besar itu. Dewa langsung menhujani wajah Luna dengan ciuman. Ciuman untuk mengekspresikan rasa bahagia atas cinta yang telah terungkap ini. Dewa dengan sigap menggendong Luna sambil terus memberikan ciuman di seluruh wajah sang istri setiap kali dia mengatakan 'aku mencintaimu.
"Dewa... Turunkan aku," kata Luna sambil cekikikan di setiap lanhkah Dewa yang menggendongnya.
"Maaf, sayang." kata Dewa dan langsung menurunkan istrinya. Dewa menurunkan Luna. Luna langsung menjaga keseimbangan setelah di putar-putar dalam bopongan sang suami.
"Aku tidak percaya kamu membalas cintaku sayang." kata Dewa dan melingkarkan tangannya di pinggang kecil sang istri.
__ADS_1
"Iya sayang. Aku juga ngga nyangka kamu ternyata mencintaiku." kata Luna sambil melingkarkan lengannya di leher Dewa dan mencium suaminya dengan perlahan. Mereka merasa dunia seakan milik berdua.
Ke esokan paginya, Luna bangun dengan perasaan yang begitu bahagia. Iya merasa seperti wanita paling bahagia di dunia ini. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama ketika iya mendenger ponselnya berdering. Panghilan tersebut menyuruh Luna dan Dewa untuk segera berangkat ke Jakarta pagi ini juga. Karena Evan telah membuat beberapa masalah di sana. Lelaki itu telah menghancurkan markas papa Luna dengan meledakkan sebuah bom. Akhirnya pagi ini mereka harus berangkat ke Jakarta secepat mungkin.
Luna memasukkan baju dan semua barang yang akan dibawa ke Jakarta ke dalam koper. sedangkan Dewa menghubungi pilot dan menanyakan semua keperluan yang bisa mengantarkan keluarga itu ke Jakarta dengan cepat. setelah selesai mengemas barang-barang yang akan dibawa, Luna pun turun ke bawah menemui sang suami.
"Sayang, aku sudah menyiapkan semua yang kita butuhkan untuk pergi ke Jakarta." Kata Luna.
"Baiklah... Ayo kita berangkat. Aku akan meminta seseorang untuk membawakan barang-barang kita." kata Dewa menarik lengan istrinya untuk keluar dari rumah untuk menemui sopirnya. Akhirnya mereka berdua pun berangkat ke bandara
Saat dalam perjalanan di dalam mobil menuju ke bandara, Luna teringat akan sesuatu. Ia pun segera mengatakan kepada dewa.
"Sayang." Panggil Luna kepada suaminya.
"Iya sayang." jawab Dewa sambil menoleh ke arah Luna dan memperhatikan apa yang akan dikatakan oleh istrinya itu.
"Aku rasa kita harus menghubungi Nanda karena dia terlibat dalam masalah ini juga. Nanda juga harus tahu masalah yang sedang terjadi ini." kata Luna memberitahu Dewa.
"Iya sayang, biar aku hubungi terlebih dahulu Nanda." Dewa pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Nanda yang saat ini entah berada di mana.
Beberapa saat kemudian, Dewa telah selesai menghubungi Nanda, dan Nanda pun menjawab kalau dia akan segera berangkat ke bandara. Mereka akan bertemu di bandara sebelum pesawat pribadi milik Dewa lepas landas.
__ADS_1
"Oke sayang.. Makasih ya." Kata Luna sambil menyenderkan kepalanya di pundak Dewa.
"Jangan mengucapkan terima kasih sayang." Kata Dewa. Dan mereka pun melanjutkan perjalanan ke Bandara.