Pesona CEO Menyebalkan

Pesona CEO Menyebalkan
Tempat Yang indah.


__ADS_3

Luna membuka matanya saat ia merasakan cahaya matahari yang menerpa wajahnya. jika itu adalah hari biasa, maka Luna tidak senang bangun dengan cahaya matahari yang menyinari wajahnya. Tapi hari ini sangat berbeda. Hari ini adalah hari di mana Dewa akan membuktikan kepada Luna bahwa dia layak untuk dimaafkan.


Entah apa hal luar biasa yang akan dilakukan oleh Dewa kepada Luna. Bahkan Luna pun tak bisa membayangkan. Luna perlahan melepaskan tangan dewa yang melingkari perutnya. Dia sangat berhati-hati dalam melakukan hal tersebut. Iya takut Dewa akan terganggu dengan gerakannya. Namun di saat Luna ingin mencoba untuk melepaskan tangan kekar itu, ternyata kedua Mata Indah Dewa telah menatapnya. Mata yang selalu membuat Luna merasa berdebar-debar setiap kali matanya bertatapan dengan mata indah itu.


"Selamat pagi cantikku." kata Dewa dengan suara serak khas bangun tidur.


"Selamat pagi juga." kata Luna sambil Mencoba menjauh dari dewa agar lelaki itu tidak mencium nafasnya yang mungkin bau karena baru bangun tidur.


" Aku akan bangun dan membuat sarapan terlebih dahulu. Kamu mau sarapan dengan apa?" kata Luna sambil melepaskan diri dari pegangan Dewa. Iya buru-buru menjauh dari suaminya untuk menghindari kalau-kalau Dewa mencium bau nafasnya.


"Apa saja yang kamu buat aku pasti menyukainya." jawab Dewa sambil bangun dari tempat tidur juga.


Hampir 1 jam berlalu, Dewa dan Luna telah menyelesaikan sarapannya. Dan saat ini mereka telah bersiap untuk memulai liburannya. Hal ini benar-benar mmebuat Luna merasa bahagia.


"Dewa... hal pertama apa yang akan kita lakukan untuk memulai hari ini?" kata Luna ketika ia masuk ke dalam mobil.


"Aku ingin mengajak kamu keliling pulau. Kamu juga bisa melakukan apapun yang kamu mau selama kita masih ada di sini." kata Dewa sambil melanjutkan perjalanan. Setelah 30 menit mengemudi, mobil yang dikendarai oleh Dewa tersebut berhenti.


"Dewa... Bolehkah aku bertanya sesuatu? " Ucap Luna.


"Tentu saja sayang. Kamu mau tanya apa? "


" Oh iya lebih baik kita berjalan saja. kalau kita jalan kita akan membuat perjalanan ini lebih menyenangkan." setelah Dewa mengajak Luna untuk berjalan, mereka berhenti tepat di sebuah pasar. Ada banyak orang-orang yang berjualan di sana. Tapi ada yang aneh menurut Luna, Dewa bilang kalau itu adalah pulau miliknya. Tapi masih ada banyak orang yang tinggal di tempat itu.


"Kamu tadi mau tanya apa? " Tanya Dewa.


" Dewa kamu bilang kalau Pulau ini milik kamu. Bukannya aku mau bilang kamu bohong atau Aku tidak percaya sama kamu. Aku hanya ingin tahu kenapa masih banyak orang yang tinggal di sini?" tanya Luna dengan hati-hati.


"Oh... Jadi kamu mau tahu. Hal itu karena setelah aku membeli pulau ini, aku tetap membiarkan orang-orang yang tinggal di sini tidak pergi. Aku merasa, meskipun aku yang memiliki pulau ini, bukan berarti aku harus membuat orang kehilangan tempat tinggalnya." kata Dewa sambil tersenyum . Luna tidak pernah menyangka Dewa yang terlihat seperti b******* ternyata memiliki hati yang sangat baik. Luna perlahan-lahan mulai menumbuhkan rasa sukanya itu. Ternyata selama ini Luna selalu salah menilai tentang dewa. Luna sangat senang dengan apa yang dikatakan oleh Dewa barusan. Ia pun berusaha untuk memaafkan. Dan mencoba memberikan kesempatan kepada Dewa untuk membuktikan bahwa dirinya layak untuk dimaafkan. Walaupun Semua usaha yang dilakukan oleh Dewa itu tidak secara langsung ditunjukkan kepada Luna. Luna memandang Dewa dari sisi yang lain. Sisi yang terlihat oleh Luna membuatnya akan semakin mencintai Dewa.


"Subhanallah... Kamu perhatian sekali, aku juga tidak bisa membayangkan semua orang yanga da di sini akan menjadi tunawisma. Sangat tidak adil untuk mereka " kata Luna balas senyum Dewa. Mereka meneruskan untuk berkeliling pasar. dan saat berada di dalam pasar, Dewa menarik Luna masuk ke sebuah toko untuk membeli kebutuhannya.


" Kamu harus membeli baju renang." ucap Dewa saat berada di toko tersebut.


" Baju renang? Buat apa baju renang? Aku nggak butuh baju renang." ucap Luna mencoba menolak. Namun Dewa terus bersikeras untuk menyuruh Luna memakai baju renang. Akhirnya mau tidak mau Luna pun menuruti keinginan suaminya.


Luna berjalan ke sebuah baju renang yang ia lihat pertama kali. Karena menurutnya itu lumayan bagus, Luna segera mengambilnya. Ia pun berjalan ke ruang ganti untuk mengganti bajunya dengan baju renang yang baru dipilihnya. Setelah selesai mengganti bajunya, Luna pun keluar dari ruang ganti untuk meminta pendapat kepada dewa.


"Dewa bagaimana? " tanya Luna kepada dewa. Iya sedikit tidak percaya diri karena baju renang yang dipakainya itu sedikit lebih ketat. Jantungnya benar-benar berdebar lebih kencang dari biasanya. Karena di saat Luna bertanya, Dewa hanya menatapnya tanpa berkedip. Dewa tidak mengatakan apa-apa untuk mengomentari penampilan istrinya itu. Karena melihat Dewa yang terdiam mematung, Luna berpikir kalau baju yang ia pakai itu tidak bagus menurut Dewa.


" Ya sudah kalau begitu, aku ganti baju yang lain saja." ucap Luna sambil pergi meninggalkan dewa untuk kembali ke ruang ganti lagi.

__ADS_1


" Kamu terlihat sangat cantik." ucap Dewa dengan perlahan berjalan mendahului Luna dan berhenti tepat di depannya. Sehingga ia menghalangi jalan Luna yang ingin kembali ke ruang ganti itu.


"Apa kamu serius? " tanya Luna sambil menatap mata dewa.


" Terus kenapa kamu lama sekali ngomongnya. Kalau kamu yakin pakaian ini cocok untuk aku, Harusnya kamu cepat saja mengatakan. Dan aku akan merasa lebih lega." ucap Luna seakan kesal kepada suami sirinya itu.


" Kamu tahu kenapa aku menatapmu dengan begitu lama. Karena aku benar-benar terpesona dengan wajah cantikmu itu. Aku tidak pernah menyangka kalau kamu sekarang adalah milikku." kata Dewa sambil menarik Luna ke dalam pelukannya. Iya pun langsung mencium kening Luna.


"Baiklah kalau menurut kamu baju ini sudah pas dengan aku. Terima kasih" kata Luna balas tersenyum kepada dewa.


" Kenapa kamu mengucapkan terima kasih. Yang aku katakan tadi adalah kenyataan. Sekarang coba kamu kembali ke dalam ruang ganti. dan coba dua baju renang yang tadi aku pilihkan. setelah itu kembalilah ke sini lagi." kata Dewa sambil mengedipkan mata kepada Luna dan menyeringai. Luna pun tersenyum dan berjalan kembali ke dalam ruang ganti untuk mengganti baju yang ingin dibeli.


Siang yang indah telah Luna lewati bersama dewa. Menjelang malam, Dewa dan Luna kembali ke rumah yang berada di pinggir pantai. Dewa membawa Luna ke tempat-tempat yang indah yang berada di sekitar pulau. Iya juga membawa Luna dari satu toko Ke toko yang lain dan memastikan Luna membeli sesuatu dari orang-orang yang berjualan di sana. Walaupun pada kenyataannya, Luna tidak terlalu membutuhkan barang yang ditunjuk oleh Dewa. Setelah itu Dewa mengajak Luna ke sebuah air terjun yang sangat tinggi. sebuah bukit yang menjulang tinggi dan sangat bagus digunakan untuk wisata. serta masih banyak lagi tempat-tempat indah yang mereka kunjungi di Pulau ini.


Keesokan paginya, Luna bangun dengan perasaan yang sangat gembira. Dia merasa seperti anak kecil yang baru saja diberikan coklat oleh orang tuanya. Luna bangun dan segera bersiap-siap untuk berenang di pantai yang indah. Setelah itu ia berencana akan menuju ke Wisata bawah laut. sebuah tempat wisata yang pernah Luna idam-idamkan di masa kecilnya. Di mana di dalamnya biar dapat melihat semua jenis ikan yang sangat bagus.


Tapi ada satu hal yang membuat Luna harus menunggu entah sampai kapan. Yaitu Dewa yang masih tertidur. semalam Dewa begadang karena harus menyelesaikan beberapa pekerjaan.


Flasback On.


Saat sudah pulang dari jalan-jalan, Luna segera membersihkan diri dan bersiap untuk istirahat. Iya masuk ke salah satu kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Namun beberapa saat kemudian, dia melihat Dewa yang sudah selesai mandi. Namun tidak kunjung untuk beristirahat. Dewa malah mengambil laptopnya.


"Ada beberapa pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Aku akan menyelesaikannya terlebih dahulu." jawab Dewa.


" Apa perlu aku membantumu?" tanya Luna yang saat ini sudah berjalan ke arah Dewa.


"Tidak perlu. kamu harus istirahat. Aku akan menyelesaikannya sendiri." jawab Dewa sambil fokus ke layar laptopnya. akhirnya Luna pun tidak jadi membantu Dewa. Ia naik ke tempat tidur lagi dan merebahkan tubuhnya di sana. Mungkin karena lelah, Luna pun Tak lama kemudian langsung memejamkan matanya.


Flashback off.


"Dewa... Dewa bangun." Luna mencoba untuk memanggil nama dewa untuk membangunkannya. Namun Dewa tidak bergerak sedikit pun. Karena Dewa yang tidak kunjung bangun, Luna pun menggerakkan tubuh suaminya itu. Iya Mencoba mengusik tidur Dewa. Karena Luna melihat Dewa sangat nyaman dan begitu nyenyak tidurnya. Luna pun berinisiatif untuk membangunkan Dewa dengan cara yang lain. Iya melompat-lompat di atas kasur seperti anak kecil sambil berteriak Memanggil nama dewa.


Luna berlompat-lompat sambil berteriak kurang lebih 10 detik lamanya. tiba-tiba ia merasa kakinya ditarik dari bawah. Dan tarikan itu membuat Luna jatuh tepat di atas Dewa. Dewa pun mencoba untuk menyuruh Luna diam dengan membungkam mulut Luna menggunakan tangannya.


"Iya iyaa... Aku bangun." ucap Dewa yang akhirnya ia melepaskan tangan besarnya itu dari mulut Luna.


"Bagusss... Berhasilkan. Sekarang cepat-cepatlah bersiap biar kita bisa segera berangkat." kata Luna sambil Turun Dari Ranjang meninggalkan Dewa di sana.


"Apa kamu sudah siap? " Tanya Dewa. Luna pun mengangguk.


Luna sarapan terlebih dahulu sambil menunggu Dewa bersiap. Dan di saat iya sedang sarapan, Dewa datang dengan menggunakan celana pendek seatas lututnya dengan kaos yang menempel di tubuhnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan... Aku sangat beruntung memiliki lelaki sepertin dia." Gumam Luna.


"Sarapan dulu." Ucap Luna saat Dewa sudah berada di sampingnya.


"Aku belum lapar." Jawab Dewa.


"Kamu yakin ngga mau sarapan? " Tanya Luna. Karena mendengar apa yang di katakan oleh Luna, akhirnya mau tidak mau dewa memakan makanan yang sudah di siapkan oleh istrinya itu.


Saat ini, Luna dan Dewa sudah berada di luar rumah. Mereka berjalan sekitar 5 menit untuk sampai di pantai. Luna segera berjalan ke ara toilet dan berganti drngan baju renang. Luna merasa tidak nyaman karena baju itu meskipun panjang tapi terlihat sangat ketat. Luna belum terbiasa. Dan di saat yang bersamaan. Luna membalikkan badannya dan melihat Dewa yang sedang menatapnya dengan tatapan yang intens. Luna buru-buru mengambil kain pantainya dan menutupkannya ke tubuh.


" Kamu terlihat sanagat cantik." Kata Dewa sambil memeluk Luna erat.


"Apa kamu yakin baju ini tidak berlebihan. Karena kalau ya, aku akan ganti baju yang lain." Kata Luna sambil membalikkan badannya.


"Tentu sayang. Ngga apa-apa. Ngga usah ganti." Kata Dewa sambil menempelkan bibirnya ke bibir Luna. Luna merasa suatu yang aneh menggelitik hatinya. Darahnya berdesir saat merasakan bibir lembut Dewa.


"Dewa... Malu di lihat orang." Ucap Dewa.


"Di tempat inin ngga ada orang lain selain kita sayang. Tapi ya karena kamu malu, maafkan aku. Sekali lagi Dewa mengecup bibir pinggir Luna.


"Ayo kita lihat ikan." kata Dewa sambil menarik Luna ke dalam air.


Setelah seharian penuh bersenang-senang, Luna berbaring di pantai di atas pangkuan Dewa. Sedangkan tangan Dewa tak berhenti mengusap wajah Luna. Mereka menikmati suasana pantai di sore hari sambil menyaksikan matahari tenggelam.


"Lihat, bagus banget." Ucap Luna sambil menunjuk ke arah matahari yang hampir tenggelam.


"Aku tahu, itulah sebabnya aku memastikan kamu tidak melewatkan saat ini. Meskipun kamu sambil tiduran karena lelah berenang." Ucap Dewa sambil memperhatikan wajah ayu Luna.


"Terima kasih." Kata Luna.


" Kenapa kamu berterima kasih kepadaku? seharusnya akulah yang berterima kasih kepadamu." ucap Dewa.


" Dua hari ini adalah dua hari terbaik dalam hidupku. Itulah sebabnya kenapa Aku mengucapkan terima kasih kepadamu." jawab Luna.


" Kenapa kamu berterima kasih kepadaku. Aku tidak melakukan apa-apa." Kata Luna sambil menatap mata indah dewa.


" Kamu tahu... Banyak wanita yang tidak bisa memaafkan aku atas apa yang telah aku lakukan seperti yang aku lakukan kepadamu. Tapi kamu bersedia memaafkan aku terlepas dari semua yang telah kamu. Hal itu membuat aku merasa seperti pria paling beruntung yang memiliki wanita yang begitu cantik, kuat, dan luar biasa. Kamu adalah salah satu wanita yang benar-benar menakjubkan di dalam hidupku." kata Dewa sambil menatap Intens ke mata Luna. mendengar kata-kata itu pun, Luna tidak bisa membendung air matanya lagi.


"Ya Tuhan... Kenapa aku ini. Melo sekali." gumam Luna di dalam hati.


"Luna... Kenapa kamu menangis? " Tanya Dewa khawatir. Tanpa menjawab, Luna memeluk Dewa. Hingga akhirnya mereka banyak mengobrol dan mencoba untuk mengenal satu sama lain. Mereka tetap berada di luar hingga bintang bertaburan di langit. Dan ketika hari sudah sangat malam, Dewa mengajak Luna masuk ke dalam rumah karena udara juga sudah sangat dingin. Setelah membersihkan diri, Luna dan Dewa berjalan ke arah tempat tidir untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2