Pesona CEO Menyebalkan

Pesona CEO Menyebalkan
Mimp jadi Nyata


__ADS_3

Luna merasa berada di alam mimpi saat ini. Tapi iya merasakan seseorang mencium wajahnya. Seolah-olah ciuman itu terasa nyata. Luna membuka mata dan menatap sepasang mata yang indah. Bau parfum yang semerbak memenuhi Indra penciumannya. Tanpa di beritahu siapa orang itu, Luna sudah tahu siapa yangbsaat ini menciumnya. 


"Hali cantikku." kata Dewa yang masih mencium wajah Luna.


"Hei... Raja di hatiku." balas Luna merasa geli dengan semua ciuman Dewa.


"Aku harap kamu beristirahat dengan nyenyak sayangku." Kata Dewa.


"Benar-benar nyenyak." Jawab Luna.


"Bagus. Aku tahu kamu sangat lelah. Karena kamu sudah beristirahat, kita hrus pergi ke suatu tempat. Aku tunggu kamu 1 jam lagi sudah siap ya." kata Dewa.


"Kemana? " Tanya Luna sambil mencoba duduk dari tidurnya.


"Nanti kita akan tahu bersama-sama." Kata Dewa sambil melepas bajunya.


"Aku mau mandi dulu ya." Kata Dewa meninggalkan Luna ke kamar mandi.


"Okelah kalau kamu tidak mau memberitahu aku. "Kata Luna.

__ADS_1


"Apa sih yang direncanakan Dewa sebenarnya? Terakhir kali dia juga kaya gini. Tapi dia malah ngasih kejutan ke aku." Gumam Luna dengan rasa penasaran. Luna tidak mengeluh saat Dewa tak mau mengatakan kemana dia akan pergi. Tapi dia hanya ingin tahu apa yang di rencanakan oleh suaminya.


"Dewa... Bajuku gimana? Kita harus mampir ke rumah Papa dulu untuk menhambil bajut terlebih dahulu." Kata Luna kepada Dewa dari kuar kamar mandi. Iya mencoba mencaritahu kemana Dewa akan mengajaknya pergi. Dengan begitu Luna akan tahu kemana mereka akan pergi.


"Kamu pakai baju yang ada saja dulu." jawab Dewa dari dalam kamar mandi.


"Baiklah." kata Luna. Rencananya telah gagal. Dewa sepertinya tahu apa yang di pikirkan oleh Luna. 


Luna akhirnya memakai baju yang tadi pagi iya gunakan apa ini sambil menunggu Dewa selesai menggunakan bajunya. Luna melihat Dewa yang menggunakan celana jeans dengan robekan kecil di bagian lututnya dan dipadukan dengan warna putih dan sepatu coklat yang terlihat sangat serasi. Mereka pun berangkat ke rumah Luna.


Dua sejoli itu tiba di rumah Luna beberapa menit yang lalu. Luna segera naik ke atas untuk ganti baju.  Sementara Dewa menunggu dirinya di ruang tamu. Karena Dewa berpakaian santai, Luna pun  memutuskan untuk mengenakan baju yang sama. Setelah selesai, luna berjalan keluar kamar.


Luna bersama-sama meninggalkan rumah. Mereka keluar rumah lalu naik ke dalam mobil Dewa. Luna tidak bertanya lagi ke mana Dewa akan membawanya pergi. Setelah 30 menit mengendarai mobil itu, Luna dan Dewa telah sampai di suatu tempat. Luna memandang keluar jendela. dan disaat itu pula, sesuatu yang benar-benar lunak impikan selama ini terpampang di depannya. Luna melangkah keluar dari mobil, dengan seksama iya memperhatikan bangunan yang telah lama menjadi mimpinya itu.


"Ya Allah... Dewa... Ini... Ini serius? Aku ngga sedang bermimpi kan? Ini nyata kan? " Luna merasa tidak percaya denagn apa yang iya lihat saat ini. Bahkan kata-kata yang indah pun tidak bisa mengungkapkan bahagia di hatinya saat ini. Iya bergegas melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam bangunan itu.


Saat sudah berada di dalam, Dwwa memegang erat tangan istrinya itu


"Bagaimana menurutmu sayang? " Tanya Dewa sambil tersenyum dan melangkah.

__ADS_1


"Sangat indah. Semua sangat menakjubkan. Bahkan ini semua lebih bagus dari apa yang aku bayangkan. Aku ngga pernah nyangka kamu akan membangunkan mimpiku menjadi kenyataan. Aku samapi ngga tahu harus berkata apa lagi." Kata Luna dengan ekspresi bahagia. Mereka memasuki Gedung baru restoean tersebut bersama.


"Apa kamu menyukainya? " Tanya Dewa lagi.


"Sangat. Aku sangat menyukainya." Jawab Luna. Iya terus berjalan untuk memperhatikan tempat yang baru saja iya masuki tersebut.


"Sayang, keluarlah sebentar." Ucap Dewa memanggil. Meminta Luna untuk keluar sebentar. Luna pun melangkah keluar. Saat itu juga, iya melihat sebuah mobil BMW yang sudah lama iya impi-impikan itu.


"Ya Tuhan... Apa ini? Kenapa ada mobil ini di sini? Dewa... Ini, ini adalah mobil yang sudah lama aku impikan. Kenapa mobil ini ada di sini? " Gumam Luna.


"Itu untuk kamu sayang." Jawa Dewa pelan.


"Dewa, aku ngga nyangka kamu juga akan membelikan mobil ini. Ini mobil yang sudah lama aku inginkan. Aku benar-benar ngga tahu apa yang harus aku katakan. Kamu mewujudkan semua impianku satu-persatu." Ucap Luna. Iya berjalan mendekat ke Dewa.


"Dewa, aku malah ngga tahu kalau kamu punya mobil ini. Oh my God, Dewa, terima kasih, terima kasih Dewa, terima kasih." Kata Luna sambil memeluk erat suaminya. Iya menciumi seluruh wajah Dewa sebagai ungkapan rasa terima kasihnya. Luna tidak tahu lagi harus berkata apa. Rasa bahagia itu tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


"Aku ngga tahu harus berkata apa lagi. Semua ini nyata kan? Ini mobil untuk aku? " Tanya Luna sambil terus menciumi wajah sang suami.


"Aku ikut senang karena kamu menyukainya." Jawab Dewa.

__ADS_1


"Terima kasih ya." Sekali lagi Luna mencium Dewa.


"Sama-sama sayang." Jawab Dewa. Iya tersenyum bahagia melihat kebahagiaan wanita yang di cintainya. Mewujudkan mimpi dari kekasih hati, membuat Dewa merasa di cintai.


__ADS_2