Pesona CEO Menyebalkan

Pesona CEO Menyebalkan
Boneka Sewaan


__ADS_3

Seorang wanita yang baru saja datang bersama Tuan Ryan berjalan mendekat ke arah Dewa dan Luna. Wanita tersebut langsung menarik Luna dalam pelukannya dengan sangat erat. Luna pun membalas pelukan tersebut walaupun ia belum tahu siapa wanita yang sedang memeluknya itu. Namun dari cara Tuan Rian memandang dan memperlakukan wanita tersebut, Luna yakin jika wanita tersebut adalah istrinya. Setelah puas memeluk Luna, wanita tersebut melepaskan dan mengatakan sesuatu kepada Luna.


"Halo sayang... perkenalkan namaku Lisa Andriano. Aku adalah mamanya Dewa. Aku senang sekali karena ini adalah pertama kalinya Dewa membawa pulang seorang gadis ke rumah"ucap Mama Dewa kepada Luna. Selanjutnya pandangannya beralih kepada dewa.


" Dewa, Mama tadi langsung percaya ketika papamu bilang kalau kamu membawa seorang gadis cantik pulang ke rumah. Mama sangat senang melihat dia ada di sini. Berarti kemungkinan besar harapan Mama akan terwujud. Kalian akan menikah" ucap Nyonya Lisa kepada Sang putra. Nyonya Lisa segera kembali menatap ke arah Luna.


" Selamat malam nyonya, Perkenalkan nama saya Aluna Shea. Senang bisa bertemu dengan Anda, saya merasa terhormat bisa berada di tempat anda"ucap Luna dengan begitu sopan kepada Nyonya Lisa. Namun apa yang di katakan nyonya Lisa yang berbunyi' Mama sangat senang melihat dia ada di sini. Berarti kemungkinan besar harapan Mama akan terwujud. Kalian akan menikah' membuat Luna bingung.


"Demi Tuhan, aku ngga tahu apa yang di maksud oleh Nyonya Lisa dengan perkataannya tersebut"gumam Luna dalam hati.


" Apakah dengan Dewa mengatakan bahwa dirinya adalah teman kencan putranya, berarti saat ini nyonya Lisa menganggap bahwa aku dan Dewa Sedang ada hubungan spesial " Luna begitu sulit mengartikan perkataan tersebut. Padahal Dewa baru saja mengatakan kepada dirinya bahwa tidak akan ada yang berubah. Hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja. Dewa memang terlihat sangat menarik karena ia sangat tampan. Dan orang-orang akan mengira jika berkencan dengannya adalah suatu hal yang sangat berbeda. Namun tidak untuk Luna.

__ADS_1


" Aku sangat senang kamu datang ke sini sayang, kalau begitu Mama akan mengajak kamu untuk berkeliling melihat-lihat rumah ini. Aku yakin pasti Dewa lupa atau bahkan tidak sempat melakukan hal tersebut kepadamu"ucap Nyonya Lisa kepada Luna.


" Mama tidak perlu bersusah payah mengajak Luna untuk berkeliling rumah ini. Karena aku sudah akan mengajaknya pulang" ucap Dewa kepada mamanya.


" Aduh Sayang sekali"


" Ya sudah Sayang kalau begitu, kalau malam ini kamu akan pulang, berarti kita harus punya waktu besok. Aku benar-benar ingin tahu lebih banyak lagi tentang kamu. Kalau kamu tidak sibuk, aku akan menghubungi kamu. Nanti kita akan jalan-jalan mengelilingi kota Jakarta bersama" ucap Nyonya Lisa kepada Luna. Namun Luna berpikir, karena tadi Dewa Sudah menghalangi Luna untuk bisa bertemu dengan Nanda, maka ia berniat akan membuat kesal Dewa dengan menerima tawaran Mamanya itu. Luna bisa melihat jika Dewa melarangnya untuk mengiyakan apa yang mamanya katakan dari sorot matanya. Dan dari sorot matanya pula, Luna bisa melihat Dewa yang tidak ingin membuat kecewa sang mama.


" Jam berapa besok nyonya, saya jam 02.00 sudah free. Sangat disayangkan sekali karena malam ini saya sudah harus pulang"ucap Luna sambil melirik ke arah Dewa yang terus menatapnya.


"Baiklah kalau begitu, Aku akan menjemputmu besok di kantor pada jam 03.00 anda titik Sayang sekali Dewa malam ini punya rencana lain" ucap Nyonya Lisa sambil memeluk dan mencium kedua pipi Luna. Luna pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Nyonya Lisa. Setelahnya ia merasa benar-benar puas karena Dewa tidak bisa melakukan apa-apa di depan orang tuanya. Akhirnya Luna dan Dewa pun keluar dari rumah tersebut dan menuju ke hotel tempat ia menginap.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju ke hotel, Dewa tidak mengucapkan sepatah kata pun. Begitu sampai di hotel Luna segera masuk ke kamarnya. Namun tiba-tiba Dewa menarik lengan Luna dan membalikkan badannya. Rasa sakit di badannya benar-benar terasa saat tubuh mungilnya itu menabrak tembok. Sedangkan Dewa mengunci tubuh Luna dengan kedua tangannya agar tidak bergerak. Luna yang diperlakukan seperti itu pun tidak berani bergerak sama sekali. Dia benar-benar telah siap jika seandainya Dewa akan membunuhnya Sampai Mati.


" apa yang kamu rencanakan malam ini? Kamu telah berani menerima tawaran dari mamaku. Kamu tahu kan bahwa kita ini tidak ada hubungan apapun. Aku mengatakan seperti itu kepada papaku karena aku tidak ingin kamu terlihat sebagai wanita malang yang tidak dianggap. Serta aku melihat kalau Papaku sangat menyukaimu, dan yang lebih buruk lagi aku takut Papaku mengira aku selalu membawa asisten pribadiku ke mana aku pergi. Karena kamu berani menerima tawaran Mamaku, maka kamu harus bertingkah seperti Kekasihku. Aku terlalu mencintai Ibuku dan tidak ingin membuatnya kecewa karena harapannya aku telah menemukan seseorang, yang tentunya dia tidak akan pernah tahu kalau kamu hanyalah seorang wanita sewaan" ucap Dewa sembari melotot ke arah Luna.


"Aku tidak pernah memintamu untuk membawaku ke rumah orang tuamu, kamu yang punya kemauan sendiri untuk membawaku ke sana. Apa kamu terlalu senang untuk berbohong kepada semua orang terutama kepada papamu


Lantas kamu mengatakan Aku adalah teman kencanmu hanya karena kamu melihat dia sangat menyukaiku. Atau kamu hanya kasihan karena melihat aku seperti wanita Malang yang tidak di anggap. Atau papamu akan mengira bahwa putranya suka membawa asistennya kemanapun dia pergi. Dan itu adalah sebuah kenyataan. Meskipun aku tidak mengenal papamu secara langsung, aku tahu beliau adalah tipe orang yang tidak memandang rendah kepada orang lain Anda. Dan aku tidak terkejut untuk mengatakan kalau aku hanyalah sebuah boneka sewaanmu. Aku akan menunggu hari di mana kamu memberi aku satu alasan yang tepat Kenapa kamu mempekerjakan aku sebagai asisten pribadimu. Aku senang karena sekarang kamu menyadarinya, maka aku akan dengan mudah untuk mengundurkan diriku." Ucap Luna membalas kata-kata Dewa.


" Aku mau pulang ke Surabaya besok pagi. Dan tolong katakan kepada Mamamu kalau aku harus pergi dan tidak bisa menerima tawaran tadi" Luna merasa berbangga hati karena dirinya mampu membalas apa yang Dewa katakan kepadanya. Luna pun berjalan ingin meninggalkan Dewa setelah ia berhasil menyingkirkan tangan dewa yang menghalanginya. Namun hal tak terduga terjadi, Dewa mencengkeram lengan Luna dengan begitu keras yang Luna yakini cengkraman tersebut akan meninggalkan bekas kemerahan di tangannya.


" Apa kamu pikir kamu akan bisa berhenti bekerja atas kemauanmu sendiri? Apa kamu lupa kalau kamu Sudah menandatangani surat kontrak kerja denganku. Kamu tidak bisa berhenti kecuali aku memecatmu. Dan aku tidak pernah berpikir untuk mengucapkan dalam waktu dekat. Lebih baik sekarang kamu masuk ke dalam kamarmu dan Tidurlah karena besok akan banyak pekerjaan yang menantimu. Jangan khawatir masalah mamaku, aku akan menyampaikan kepadanya dengan alasan yang masuk akal. Sekarang Menghilanglah dari pandanganku sebelum aku berubah pikiran" Luna pun segera masuk ke dalam kamar. Dia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang sambil menangis akhirnya ia pun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2