Pesona CEO Menyebalkan

Pesona CEO Menyebalkan
Ingat Kembali


__ADS_3

"Aku sangat merindukan kalian, Tapi aku benar-benar tidak tahu kalau kalian masih hidup. Saat itu aku melihat kalian telah meninggal dalam pelukanku. Aku benar-benar terpuruk saat itu." kata Luna dengan memegang erat tangan kakaknya.


"Kita akan menjelaskan semuanya yang terjadi nanti. Setelah kita makan malam dan menjamu tamu yang akan datang sebentar lagi." kata Papa Luna. Dan disaat itu juga, Fani datang dan memberitahu kalau kamu mereka telah datang. Tamu yang dimaksud Papa Luna tersebut berjalan mengikuti Fani di belakangnya. Dan sesuatu membuat Luna benar-benar tercengang. Mereka adalah keluarga Dewa. Antara Dewa dan Luna benar-benar tidak mengerti dengan skenario Tuhan yang telah mempertemukan mereka di rumah ini. Terlihat dengan jelas raut wajah yang terkejut antara Luna dan Dewa. Dan itu semua hanya terjadi pada mereka berdua. Orang tua mereka bersikap biasa saja. Terutama untuk Luna. Iya sangat terkejut saat melihat Kakak dan papanya yang masih hidup. Yang Luna pikir mereka berdua telah meninggal saat itu. Dan satu hal lagi tentang keluarga Dewa. Ternyata para orang tua itu saling mengenal. Bahkan Luna tidak pernah mengingat sedikitpun pernah bertemu dengan Dewa di waktu kecil.


"Selamat malam om." sapa Dewa kepada Papa Luna setelah ia berjalan mendekati lelaki paruh baya tersebut.


"Malam Dewa." Balas papa Luna.


Setelah mereka semua saling menyapa, Dewa pun perlahan berjalan mendekati Luna. Ekspresi wajah Mereka benar-benar terlihat bingung.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Dewa berbisik di telinga Luna.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang tanya sama kamu. Bukannya tadi kamu bilang kalau kamu mau makan malam keluarga. Terus kenapa kamu ada di sini." kata Luna balas berbisik.


"Aku datang di sini karena untuk makan malam bersama besan sekaligus teman papaku." jawab Dewa.


"Kalian berdua tahu apa nggak kalau semua orang yang ada di sini bisa mendengar bisikan kalian itu." kata Safira sambil memeluk Kakak Luna.


"Ya Allah... Jangan bilang Kalau suamimu adalah kakakku. Malam ini benar-benar malam yang spesial. Aku merasa hidupku telah berubah menjadi telenovela yang selalu ditayangkan dalam televisi." kata Luna bergumam dalam keterkejutannya. Iya tidak menyangka semua yang terjadi. Ternyata keluarga dan kekasihnya sudah saling mengenal satu sama lain.


"Karena Kalian berdua sudah selesai berbicara, sekarang waktunya untuk makan malam. Dan semua pertanyaan yang telah kalian ajukan, akan dijawab setelah makan malam nanti." kata Papa Luna. Mereka pun menurut. Mereka segera melakukan acara makan malam tersebut.


Setelah beberapa saat, semuanya telah selesai. Dua keluarga itu duduk di ruang tamu setelah melakukan makan malam.

__ADS_1


Luna duduk di sebuah sofa panjang sedangkan Dewa langsung menyusul duduk di sebelah kirinya. Safira dan David pun duduk di sebelah kanannya. mereka semua menunggu Mama Luna dan mama Dewa kembali dari dapur agar semua pertanyaan tadi bisa segera dijawab.


Tak lama menunggu, kedua wanita tak berbeda generasi itu datang dan langsung ikut bergabung. Setelah itu, papa Luna berdehem dan mulai berbicara.


"Aluna... Papa tahu kamu punya banyak pertanyaan yang ingin kamu tanyakan di dalam pikiranmu. Tapi untuk sementara ijinkan Papa menceritakan sebuah kisah terlebih dahulu. Mungkin dari kisah ini bisa menjawab semua pertanyaanmu." kata Papa Luna. dan Luna pun mendengarkan dengan pasti.


"Jadi ceritanya seperti ini. Saat itu bermula ketika Papa diangkat menjadi ketua sekelompok mafia di wilayah barat laut Indonesia. Aku datang untuk menjemput kamu dan kakakmu pulang sekolah hari itu. Jadi, saat itu juga Papa dan kakakmu tertembak. Kalau kamu masih ingat kira-kira saat itu umurmu 12 tahun sedangkan umur David 16 tahun. Setelah kita berdua tertembak, aku menyuruhmu pergi dan mencari bantuan. Dan disaat kamu kembali Papa sudah tidak ada. Di saat itu juga, papa koma selama 2 tahun. Yang Papa tahu mungkin saat itu kamu kembali setelah Om Rian menemukan papa dan David. Jadi kamu sudah tidak lagi melihat papa. Karena berkat keteguhan hati Om Rian, papa dan David bisa selamat. Dan akhirnya Papa bisa menemukanmu berkat bantuan mereka juga."


"Setelah papa sadar dari koma, Papa meminta bantuan kepada Om Rian untuk membantu papa menemukan kamu dan mamamu. Tapi karena Papa tidak punya foto kalian berdua, karena rumah kita sudah habis terbakar, pencarian pun terasa sangat sulit, dan kami tidak bisa menemukan kalian berdua. Papa mengira karena apa yang telah terjadi, mamamu mengubah identitas diri untuk mengantisipasi siapapun bisa menemukan kalian. Dan setelah pergantian namamu, papa bagaikan mencari jarum dalam tumpukan jerami. Tapi papa tidak berhenti dan menyerah begitu saja. Papa mencarimu selama lebih dari sepuluh tahun. Sampai pada suatu sore yang indah di Jakarta, papa melihat kamu dan Safira yang sedang jalan-jalan di Monas. Papa ingin sekali mendekati kamu. Tapi papa ragu jika itu adalah kamu. Papa pun mengurungkan niat papa. Jadi papa hanya berinisiatif untuk mengikutimu. Sampai pada suatu saat, seorang agen suruhan papa bilang sama papa kalau kalian tinggal di Surabaya. Mereka bilang kalau kamu tinggal sama ibumu saja. Akhirnya ayah bisa menemukan mamamu berkat informasi tersebut. Mamamu sudah menceritakan semuanya tentang kamu."


"Hari itu, papa dan David benar-benar tinggal di Surabaya. Kami berniat untuk menemuimu di perusahaan Dewa. Tapi karena kita menyadari ada orang yang mengikuti, kami memutuskan untuk tidak mendekatimu terlebih dahulu sampai kita semua menemukan siapa yang sebenarnya mengikuti kami. Papa sudah membahayakan nyawamu satu kali. Dan papa tidak ingin hal itu terulang kembali."

__ADS_1


"Saat semua informasi sudah papa dapatkan tentang siapa orang yang sudah mengikuti kita itu, Kami berencana untuk memberinya pelajaran. Tapi sesuatu terjadi di luar rencana yang sudah kita buat. Mereka berhasil menemukanmu terlebih dahulu. Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kami takut kamu semakin terancam, akhirnya papa, mama serta orang tua Dewa sepakat untuk memberitahu kamu kalau papa dan David masih hidup. Jadi kita bisa melakukan rencana untuk menaklukkan musuh dan kamu tetap aman. Papa berharap setelah ini, kita akan berhasil menaklukkan mereka untuk memastikan keamanan dan keselamatanmu." kata papa Luna sambil tersenyum di akhir ceritanya.


__ADS_2