Pesona CEO Menyebalkan

Pesona CEO Menyebalkan
Shoping With the Girl


__ADS_3

Hari Ini adalah hari Jumat, satu hari lagi menuju pesta yang telah Luna atur segala rencananya selama seminggu.  Semuanya persiapan telah selesai, pesta meriah akan di laksanakan. Satu-satunya hal yang belum Luna persiapkan adalah gaun yang akan dia kenakan, dan itulah sebabnya, hari ini Luna akan berbelanja. Luna dengan cepat menyelesaikan semua yang di butuhkan dalam pesta nanti di aula hotel sebelum Iya membawa mobilnya meluncur ke mall untuk menemui teman sekaligus saudaranya di sana. Luna sudah janjian dengan Safira, Dina dan Riana. 


"Senang sekali rasanya memiliki mobil sendiri. Membuat aktifitasku benar-benar lebih mudah." Kata Luna sambil menyetir dan melajukan mobilnya menuju ke mall tempat janjian.


Beberapa saat mengemudikan, mobilnya luna telah sampai di sebuah Mall. Iya memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk. Iya segera menuju ke sebuah butik tempat Safira memberitahu dirinya di mana ia berada.


"Halo semuanya." siapa Luna kepada tiga orang perempuan yang sudah berjanji akan bertemu di mall itu. Setelah itu Ia pun duduk untuk beristirahat sebentar sebelum ia memulai mencari baju yang pas digunakan di pesta nanti.


Setelah rasa lelahnya sedikit berkurang, Luna segera mencari baju yang diinginkannya. Ia pun berjalan menyusuri satu persatu butik yang ada di dalam mall tersebut. Namun, sudah ada lima putik yang ia masuki. Dan Luna sama sekali belum menemukan baju yang ia inginkan. Riana yang melihat Luna belum menemukan baju yang pas, menariknya masuk ke sebuah butik yang baru buka.


"Luna, kita kesana aja yuk. Siapa tahu kamu nanti nemuin yang pas sama keinginan kamu." Kata Riana. Luna pun mengangguk dan berjalan ke arah butik yang di tunjuk Riana tadi.


Setelah memasuki butik tersebut, Luna melihat sebuah gaun yang benar-benar diimpikannya.


"Kak, boleh minta tolong untuk ambilkan baju yang itu nggak." kata Luna kepada petugas butik yang menjaga itu.


"Baik Nona, Tunggu sebentar ya." jawab pelayan butik itu dengan sangat ramah. dia pun segera mengambilkan apa yang diminati oleh Luna. Setelah mengambil baju tersebut, pelayan butik tersebut menyerahkan kepada Luna.


"Ini nona baju yang anda inginkan." kata wanita yang baru saja mengambil baju itu mengulurkan tangannya memberikan kepada Luna dengan senyum dan berkata ramah.


"Terima kasih ya kak." kata Luna segera mengambil baju tersebut. Dia pun langsung mencobanya di ruang ganti. Setelah melihat penampilannya, Luna merasa jika baju tersebut benar-benar cocok untuk dirinya. Ia pun keluar dari ruang ganti dan menyerahkan baju itu kepada pelayan butik untuk membungkusnya.


Setelah seharian bekerja dan berbelanja, Luna pun pulang setelah itu makan. Setelah kenyang, Luna pun beranjak ke tempat tidur dan memeluk guling dengan erat, seakan-akan guling tersebut bisa lari. Luna tidur di apartemen Dewa karena ia merasa terlalu lelah untuk berjalan pulang sendirian. Di saat Luna mencoba untuk tidur, ia mendengar suara yang bersumber dari lantai bawah. Dia melihat ke sekeliling kamar tersebut dan Dewa ternyata belum ada di sana.


"Siapa ya? Aku harus turun untuk memeriksa." kata Luna sambil bangun dari tempat tidur. Ia pun berjalan menyusuri tangga menuju ke lantai bawah. Dan disaat Luna berada di tengah-tengah tangga, dia melihat Dewa dan beberapa pria berjas hitam sedang membicarakan sesuatu dengan serius.

__ADS_1


"Mungkin mereka adalah pengawal Dewa." Pikir Luna dalam hati. Karena sudah melihat yang berada di lantai bawah tersebut adalah Dewa, Luna berniat untuk kembali ke kamar saja. Tapi saat Baru beberapa langkah ia Mengayunkan kaki, Dewa memanggilnya sehingga ia langsung berhenti.


"Sayang... Apakah itu kamu? " tanya Dewa.


"Iya ini aku." jawab Luna sambil berjalan menuruni anak tangga untuk bisa sampai di lantai bawah.


"Kesinilah sebentar saja sayang." kata Dewa memanggil istrinya.


"Iya, aku akan ke sana." Luna pun berjalan mendekat ke arah Dewa dan 2 lelaki berjas hitam tadi.


"Sayang, ini adalah Zaki. Aku ingin kamu berkenalan dengannya. Zaki Ini adalah kepala keamanan yang akan bertanggung jawab atas acara pesta yang akan kita selenggarakan besok." kata Dewa memperkenalkan Luna kepada pria yang bertubuh besar di depannya itu.


"Halo saya Aluna. Apa kabar?" kata Luna sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan lelaki yang bernama Zaki tersebut.


"Selamat malam nona. Saya baik-baik saja, terima kasih." jawab Zaki dengan singkat dan jelas sambil menerima uluran tangan dari Luna.


"Begini Luna, kita di sini baru saja mendiskusikan Bagaimana caranya meningkatkan keamanan dan keselamatan seluruh tamu undangan di pesta besok ini." kata Dewa.


"Dan kami sangat membutuhkan bantuanmu. " kata Dewa lagi.


"Apa yang bisa aku bantu? " tanya Luna.


"Kami sangat membutuhkan informasi tentang ciri-ciri Paman anda nona." kata salah satu pria berjas hitam tadi.


"Oh... Paman saya. Dia adalah laki-laki yang tingginya kira-kira 180 cm dengan rambut pirang. Bola matanya berwarna sedikit biru dan ada bekas luka di mata kirinya. Kira-kira seperti itu ciri-cirinya. " kata Luna menjawab pertanyaan orang tadi.

__ADS_1


"Baiklah... Terima kasih atas informasinya nona. Kalau boleh tahu apakah ini dia?" kata jadi sambil menunjukkan sebuah foto kepada Luna.


"Iya, itu dia. Dia adalah paman." jawab Luna.


"Oke, Aku kira semuanya sudah cukup. Terima kasih atas informasinya sayang." kata Dewa mengakhiri.


"Sama-sama. Apa Ada hal lain yang bisa saya bantu lagi? " tanya Luna.


"Ngga sayang. Sudah cukup." Jawa Dewa.


"Kalau gitu aku kembali ke kamar dulu ya." kata Luna sambil berjalan meninggalkan tiga orang lelaki itu.


"Oke, nanti aku akan menyusul." kata Dewa sambil tersenyum.


Beberapa saat kemudian Luna sudah berada di dalam kamar. Iya Pun berbaring di atas tempat tidur dan mencoba untuk mengejamkan matanya. Dan di saat yang bersamaan, Dewa datang membuka pintu kamar. Luna merasa tenang dan nyaman saat tahu Dewa Sudah masuk.


"Apa Kamu sudah tidur sayang? " tanya jawab kepada Luna. Dewa segera menuju ke lemari dan mengambil baju tidur. setelah itu ia pun menyusul Luna ke atas tempat tidur.


"Belum sayangku." kata Luna sambil berbalik menghadap ke arah Dewa.


"Aku berharap semuanya akan baik-baik saja." kata Luna sambil meletakkan tangannya di wajah Dewa.


"Iya, aku Pastikan semuanya akan baik-baik saja. tapi yang menjadi pertanyaan dalam hatiku, Kenapa pamanmu begitu ingin membunuhnya? karena aku bingung, aku juga tidak mengerti kenapa dia harus mengejar-ngejar mu padahal papa masih hidup. Dari cerita yang aku dengar membuat aku menyimpulkan banyak pertanyaan." Ucap Dewa.


"Kalau untuk masalah itu, Aku tidak tahu. tapi nanti kita pasti tahu kalau sudah waktunya. " jawab Luna.

__ADS_1


"Ya sudah... Kalau gitu ayo kita tidur. Besok adalah hari yang sangat sibuk. Aku tidak ingin kamu kelelahan juga. Selamat malam sayang." kata Dewa sambil mencium kening Luna. Mereka pun langsung tertidur karena merasa lelah.


__ADS_2